Indonesia semakin dekat menjadi salah satu lokasi penting pengujian jaringan seluler berbasis kecerdasan buatan. Indosat Ooredoo Hutchison menggandeng Nokia dan NVIDIA untuk mendorong modernisasi jaringan 5G sekaligus menyiapkan infrastruktur digital yang menggabungkan konektivitas dan AI dalam satu ekosistem.
Kerja sama ini menempatkan Indonesia dalam peta awal pengembangan AI-RAN, teknologi yang memadukan kecerdasan buatan dengan Radio Access Network pada jaringan seluler. Setelah sebelumnya melakukan panggilan AI-RAN pertama di ajang Mobile World Congress 2026, ketiga pihak kini bersiap melangkah ke uji coba lapangan di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.
Fondasi jaringan baru untuk AI dan 5G
Di dalam kolaborasi ini, Nokia menjadi mitra teknologi utama Indosat untuk penggelaran teknologi 5G Radio Access Network pada spektrum frekuensi rendah maupun menengah. Implementasi tersebut ditargetkan memperkuat kapasitas, cakupan, dan kualitas layanan jaringan di berbagai wilayah Indonesia.
Indosat menempatkan modernisasi jaringan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih cepat, stabil, dan responsif. Sasaran itu mencakup kebutuhan hiburan digital, gaming, pendidikan, pekerjaan, hingga komunikasi harian.
Penguatan jaringan juga diarahkan menjadi landasan bagi layanan berbasis AI di Indonesia. Infrastruktur baru ini disiapkan untuk mendukung pelanggan ritel maupun korporasi di sektor layanan publik, manufaktur, kesehatan, pendidikan, hingga pertanian digital.
AI-RAN jadi fokus utama
Salah satu fokus terbesar kerja sama ini adalah pengembangan AI-RAN. Teknologi tersebut menggabungkan kecerdasan buatan dengan infrastruktur jaringan seluler agar jaringan tidak hanya lebih luas, tetapi juga lebih cerdas dalam mengelola beban layanan.
Melalui proyek ini, Nokia akan mengembangkan algoritma AI baru untuk meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi pada platform AI-RAN milik NVIDIA. Teknologi itu disebut akan menjadi salah satu elemen utama dalam pengujian jaringan berikutnya.
Nokia dan NVIDIA juga akan membawa perangkat jaringan generasi terbaru untuk mendukung implementasi proyek. Perangkat yang disiapkan meliputi radio Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta platform otomasi dan manajemen jaringan berbasis AI.
Dorongan untuk ekosistem digital nasional
Indosat tidak hanya membangun jaringan, tetapi juga memperkuat AI Grid sebagai ekosistem kecerdasan terintegrasi. Model ini menggabungkan AI factories terpusat dengan infrastruktur AI-RAN yang tersebar di berbagai lokasi untuk memperluas akses AI dan konektivitas bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Pengembangan ekosistem tersebut juga didukung AI-RAN Innovation Center di Surabaya dan ekosistem NVIDIA AI Technology Center. Saat ini, implementasinya telah mendukung berbagai solusi di sektor kesehatan, pendidikan, layanan publik, dan pertanian modern.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi jaringan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih bermakna. Ia menyebut kerja sama dengan Nokia dan NVIDIA sebagai fondasi jaringan terintegrasi AI yang meningkatkan kualitas konektivitas dan pengalaman digital pelanggan.
Efisiensi, skala, dan peluang baru bagi operator
Dari sisi Nokia, President dan CEO Justin Hotard menilai industri telekomunikasi global sedang memasuki fase baru yang menuntut integrasi antara jaringan, kecerdasan buatan, dan efisiensi operasional. Ia mengatakan evolusi jaringan berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan operator memadukan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasi.
Hotard menambahkan bahwa investasi pada jaringan generasi baru dapat membuka peluang model bisnis baru sekaligus meningkatkan efisiensi operasional operator telekomunikasi. Bersama Indosat dan NVIDIA, Nokia menyebut ikut membangun evolusi jaringan yang dapat memperluas cakupan 5G dan mendukung lebih banyak layanan berbasis AI.
Dari pihak NVIDIA, Senior Vice President Telecoms Ronnie Vasisht menyebut kolaborasi ini menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan. Ia menegaskan bahwa pengembangan AI-RAN dan langkah menuju uji coba lapangan di Indonesia akan membantu membangun arsitektur di mana AI dan konektivitas berjalan berdampingan.
Indosat juga menargetkan implementasi 5G pada pita frekuensi menengah dapat menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam tiga setengah tahun ke depan. Sementara itu, layanan 5G frekuensi rendah akan diterapkan secara luas di seluruh jaringan nasional.
