
Percakapan di TikTok memperlihatkan tren yang tak biasa di pasar ponsel. Sejumlah pengguna mulai menyebut ingin meninggalkan iPhone dan beralih ke Nothing Phone, sebuah merek yang sebelumnya lebih dikenal di kalangan penggemar Android.
Fenomena ini menarik karena perpindahan dari iPhone biasanya tidak mudah. Namun, kolom komentar di berbagai video justru dipenuhi pernyataan seperti keinginan membeli Nothing Phone saat iPhone lama sudah mati, godaan untuk pindah, hingga pengakuan dari pengguna yang merasa ponsel Nothing “sangat bagus”.
Di saat yang sama, banyak pengguna juga mengaku masih bertahan di iPhone 11 dan iPhone 12. Sebagian dari mereka tampak enggan melakukan upgrade perangkat, bahkan ada yang tidak ingin memperbarui iOS.
Mengapa Nothing mulai dilirik
Kenaikan minat ini tidak berdiri sendiri. Nothing selama beberapa waktu memang membangun citra berbeda di tengah dominasi Apple dan Samsung, dengan pendekatan yang menargetkan komunitas dan budaya internet, bukan sekadar iklan konvensional.
Vogue Business pernah mengulas strategi perusahaan itu pada Desember 2025. Laporan tersebut menyebut Nothing memainkan TikTok sebagai salah satu pusat audiensnya, sambil memperluas eksposur di dunia nyata lewat pop-up store, concept store, hingga kehadiran produknya dalam panggung mode di London dan New York.
Strategi itu juga menyentuh ranah gaya hidup. Vogue mencatat headphone Nothing bahkan dipasang di tali tas pada pesta-pesta mode, sebuah pendekatan yang membuat perangkat teknologi tampil sebagai aksesori visual, bukan hanya alat komunikasi.
Nothing juga menggandeng sosok seperti Charlie Smith untuk memimpin kampanye pemasaran yang disebut memiliki sikap “irreverent” dan sedikit punk. Saat Nothing Phone 4a Pro diluncurkan, perusahaan bahkan mencoret-coret billboard miliknya sendiri sebagai bagian dari cara berkomunikasi yang terasa lebih dekat dengan budaya media sosial.
Faktor selebritas ikut memperluas jangkauan merek ini. Kampanye iklan pada akhir Mei yang menampilkan Charli XCX sebagai investor dan brand ambassador disebut ikut mendorong lebih banyak orang mengenal nama Nothing.
Harga jadi alasan besar
Di luar pengaruh budaya pop dan media sosial, alasan paling nyata tetap soal harga. Komentar seperti keluhan terhadap ponsel yang kini menembus “1000 plus dollars” muncul sebagai nada yang berulang di diskusi seputar Nothing.
Produk terbaru Nothing disebut dibanderol sekitar setengah dari angka tersebut. Pada saat yang sama, perangkat itu tetap menawarkan desain yang menonjol, spesifikasi yang dianggap menarik, serta keunggulan seperti daya tahan baterai yang lebih baik dan pengisian daya lebih cepat dibanding iPhone.
Perjalanan merek ini sendiri berjalan bertahap. Nothing Phone pertama meluncur pada 2022 dengan ulasan yang biasa saja dan harga di bawah £400, lalu Nothing Phone 2 hadir setahun kemudian dengan penyempurnaan kecil namun belum dianggap benar-benar menggugah pasar.
Perubahan perhatian publik mulai terasa ketika Nothing Phone 2a hadir pada 2024. Model itu datang dengan harga yang lebih ramah, dan sejak saat itu minat terhadap merek ini terlihat meningkat lebih jelas.
Android Central bahkan menyoroti Nothing Phone 2a dengan pertanyaan retoris, “Why would you buy anything else?” Sentimen itu tampaknya bertahan hingga sekarang, terutama di kalangan pengguna yang mencari alternatif lebih segar dari ponsel arus utama.
Daya tarik desain yang berbeda
Salah satu alasan Nothing mudah mencuri perhatian adalah identitas desainnya. Merek ini dikenal lewat gaya transparan, nuansa retro, dan elemen cahaya neon yang membuat produknya langsung berbeda dari kebanyakan ponsel premium.
Awalnya Nothing populer lewat Glyph Interface, sistem lampu di bagian belakang ponsel yang membuat tampilannya sangat khas. Pada generasi terbaru, perusahaan mengganti strip LED itu dengan layar dot-matrix bernama Glyph Matrix yang pertama kali muncul di Nothing Phone 3.
Saat debut, Glyph Matrix disebut masih sangat sederhana. Namun, fitur itu kemudian berkembang dan kini bisa menampilkan beragam fungsi seperti hewan peliharaan virtual, visualisasi musik, hingga Pokedex.
Bagi pengguna TikTok, elemen seperti ini penting karena mudah dikenali dan mudah dibagikan. Di tengah pasar yang banyak menawarkan desain serupa, Nothing memberi perangkat yang punya identitas visual kuat hanya dari tampilan belakangnya.
Bukan cuma tampil beda
Nothing juga mendorong citranya lewat fitur berbasis AI dan perangkat lunak yang terasa eksperimental. Nama-nama seperti Essential Space, Essential Apps, dan Essential Voice disebut membawa ide-ide baru lebih cepat sebelum pemain besar mengadopsi pendekatan serupa.
Di antara fitur itu, Essential Apps disebut sangat populer di komunitas pengguna. Respons semacam ini penting karena memperkuat strategi Nothing yang bertumpu pada basis penggemar aktif, bukan hanya pembeli sesaat.
Ada pula alasan yang lebih praktis di tingkat penggunaan harian. Sejumlah unggahan menyebut orang rela melepas flagship yang baru berumur dua tahun demi pindah ke Nothing Phone karena baterainya dianggap jauh lebih baik dibanding flagship Samsung atau Apple.
Aspek kenyamanan mata juga ikut disebut. Ada pengalaman pengguna yang beralih ke Nothing Phone 2a setelah diduga sensitif terhadap PWM dimming di iPhone, lalu tetap memakai ponsel Nothing setelah merasa lebih nyaman.
Semua faktor itu membuat tren di TikTok terlihat lebih masuk akal. Bukan semata karena hype, tetapi karena Nothing menawarkan kombinasi harga yang lebih bersahabat, desain yang mudah dikenali, komunitas yang vokal, dan fitur yang terasa berbeda di saat banyak pengguna iPhone mulai menahan diri untuk upgrade.
Source: www.androidcentral.com








