Samsung Rombak Cara Kerja 280 Ribu Karyawan, AI Jadi Mesin Baru Produktivitas Perusahaan

Samsung meluncurkan inisiatif besar bernama “AI Transformation” atau AX untuk mendorong penggunaan kecerdasan buatan di seluruh kegiatan operasional grup. Langkah ini menandai upaya luas Samsung untuk membawa AI bukan hanya ke produk, tetapi juga ke cara perusahaan bekerja setiap hari.

Program tersebut diumumkan pada 9 Juni 2026 dan dirancang untuk meningkatkan produktivitas di berbagai lini bisnis. Fokusnya mencakup penyediaan alat AI baru, pelatihan karyawan, dan pembentukan tim khusus AI di seluruh anak usaha Samsung.

Salah satu bagian paling menonjol dari program ini adalah akses karyawan ke layanan AI generatif eksternal. Samsung akan membuka penggunaan Google Gemini, ChatGPT, dan Claude di berbagai entitas dalam grup.

Pemanfaatannya ditujukan untuk banyak jenis pekerjaan, mulai dari pengembangan perangkat lunak hingga pemasaran. AI juga disebut akan mendukung aktivitas manufaktur dan operasi bisnis yang lebih luas.

AI untuk seluruh organisasi

Samsung menargetkan pendidikan AI untuk seluruh tenaga kerjanya yang berjumlah sekitar 280.000 orang hingga akhir 2026. Skala ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak membatasi transformasi AI hanya pada divisi teknologi atau riset.

Dengan cakupan tersebut, AI ditempatkan sebagai kemampuan kerja lintas fungsi di dalam organisasi. Pendekatan itu juga menunjukkan bahwa Samsung ingin mendorong adopsi yang merata, bukan pemakaian yang terpusat pada segelintir unit.

Transformasi ini dimulai dari level pimpinan tertinggi. Sekitar 50 presiden grup akan mengikuti AX Bootcamp selama dua hari di Samsung Human Resources Development Institute pada bulan ini.

Selain itu, sekitar 2.300 eksekutif senior akan mengikuti pelatihan terpisah selama tiga hari. Putaran pertama pelatihan itu dijadwalkan rampung pada pertengahan Agustus.

Keterlibatan jajaran pimpinan memberi sinyal bahwa implementasi AI akan dikawal dari atas. Ini juga memperlihatkan bahwa Samsung menempatkan perubahan proses kerja sebagai agenda manajerial, bukan sekadar proyek teknologi.

Visi bersama dan tim khusus di tiap anak usaha

Dalam program pelatihan kepemimpinan itu, Samsung diperkirakan akan mengungkap AX Vision untuk seluruh grup. Visi ini akan menjelaskan bagaimana AI akan diterapkan di berbagai bisnis Samsung.

Perusahaan juga berencana membentuk departemen AI khusus di setiap anak usaha. Unit-unit ini akan bertugas mengawasi adopsi AI sekaligus membangun keahlian internal.

Kehadiran departemen khusus menambah struktur formal dalam pelaksanaan AX. Dengan cara itu, Samsung tampak ingin memastikan setiap subsidiari memiliki pengelola yang fokus pada penerapan AI, bukan sekadar bergantung pada kebijakan pusat.

Model ini juga memberi ruang bagi tiap bisnis untuk menyesuaikan pemanfaatan AI dengan kebutuhannya sendiri. Divisi yang bergerak di manufaktur, pemasaran, atau pengembangan perangkat lunak kemungkinan akan memiliki prioritas dan pola implementasi yang berbeda.

Dorongan efisiensi di tengah tren industri

Langkah Samsung muncul ketika AI semakin penting di industri teknologi. Banyak perusahaan kini memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi alur kerja dan memperbaiki pengambilan keputusan.

Dalam konteks itu, AX menjadi salah satu langkah terbesar Samsung untuk memperluas penggunaan AI ke dalam proses internal perusahaan. Perubahan ini membuat AI tidak lagi hanya hadir sebagai fitur di perangkat atau layanan yang dijual ke konsumen.

Alih-alih terbatas pada inovasi produk, AI kini dijadikan fondasi untuk aktivitas kerja harian. Itu mencakup proses yang menyentuh pengembangan, koordinasi bisnis, hingga operasi di lapangan.

Pemilihan layanan seperti Google Gemini, ChatGPT, dan Claude juga menunjukkan bahwa Samsung memanfaatkan ekosistem AI generatif yang sudah tersedia secara luas. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mempercepat adopsi tanpa harus menunggu seluruh kebutuhan dipenuhi oleh sistem internal.

Di sisi lain, pelatihan massal kepada ratusan ribu karyawan memperlihatkan bahwa tantangan utama bukan hanya akses ke alat AI. Samsung juga menyiapkan aspek sumber daya manusia agar penggunaan AI bisa diterapkan secara konsisten dan relevan di seluruh organisasi.

Kombinasi antara alat, pelatihan, kepemimpinan, dan struktur khusus memberi gambaran tentang pendekatan yang menyeluruh. Samsung tampaknya ingin membangun budaya kerja baru yang memadukan keputusan manusia dengan bantuan AI di banyak level bisnis.

Dengan target pelatihan hingga akhir 2026 dan pembentukan departemen AI di setiap subsidiari, AX menjadi agenda organisasi jangka menengah yang cukup besar. Arah ini menempatkan produktivitas, efisiensi, dan kemampuan internal sebagai fokus utama dari transformasi AI Samsung.

Source: www.gizmochina.com
Exit mobile version