Huawei disebut sedang menyiapkan ponsel layar lebar dengan rasio 16:10, tetapi tanpa mekanisme lipat. Arah ini menonjol karena format layar lebar selama ini lebih identik dengan perangkat foldable, bukan ponsel slab biasa.
Informasi yang beredar menyebut perangkat ini sedang diuji dan diproyeksikan meluncur pada paruh akhir tahun ini. Kehadirannya dinilai menarik karena mencoba membawa ruang layar yang lebih lega ke ponsel non-lipat dengan pendekatan yang lebih praktis.
Bocoran itu datang dari Digital Chat Station melalui Weibo. Menurut akun tersebut, Huawei tengah mengembangkan ponsel baru yang belum memiliki nama resmi dan mengusung panel dengan aspek 16:10 yang lebih lebar dari smartphone konvensional.
Format ini memberi area tampilan yang lebih luas untuk berbagai aktivitas di layar. Jika terealisasi, perangkat tersebut akan menjadi langkah berbeda dari tren umum ponsel batang yang masih memakai rasio layar lebih memanjang.
Layar lebar tanpa engsel
Huawei sebelumnya dikenal sebagai salah satu produsen awal yang membawa layar lebih lebar ke ponsel lipat. Setelah itu, pendekatan serupa diikuti oleh merek lain seperti Xiaomi dan Apple pada kategori perangkat foldable.
Di saat yang sama, Samsung juga disebut akan menghadirkan Galaxy Z Fold8 dengan layar yang lebih lebar. Di tengah tren itu, Huawei justru dikabarkan mencoba menerjemahkan konsep layar luas tersebut ke perangkat non-folding.
Digital Chat Station juga mengaku telah melihat purwarupa rekayasa atau engineering prototype dari perangkat itu. Detail ini memberi bobot tambahan pada kabar bahwa proyek tersebut memang sedang berjalan, meski Huawei sendiri belum mengumumkannya secara resmi.
Pendekatan tanpa engsel bisa menjadi nilai jual tersendiri bagi pengguna yang ingin tampilan lebih lapang tanpa kompleksitas desain ponsel lipat. Dengan kata lain, Huawei tampaknya sedang menguji jalan tengah antara kenyamanan ponsel biasa dan pengalaman visual yang lebih mendekati perangkat lipat.
Spesifikasi yang mulai terungkap
Dari sisi desain, perangkat ini disebut tetap tipis dan ringan meski memakai format layar lebar. Poin ini penting karena ponsel dengan bodi tebal dan bobot berat kerap dianggap kurang nyaman untuk penggunaan harian.
Untuk kamera, bocoran menyebut adanya sensor utama 50MP berukuran 1/1.3 inci. Kamera utama itu diklaim akan dipadukan dengan kamera telefoto periskop 50MP serta lensa multispektral.
Susunan tersebut mengarah pada kelas flagship, bukan sekadar eksperimen desain. Kehadiran kamera periskop juga menunjukkan bahwa Huawei diduga tetap menargetkan kemampuan zoom sebagai salah satu daya tarik utama perangkat ini.
Di sektor dapur pacu, perangkat tersebut disebut akan memakai chipset Kirin 9000 series. Penggunaan platform itu memperkuat dugaan bahwa ponsel layar lebar ini diposisikan sebagai model premium.
Bocoran lain yang cukup menonjol adalah baterai kelas 7K. Istilah itu mengarah pada kapasitas setidaknya 7.000mAh, angka yang besar untuk ukuran smartphone kelas atas.
Kapasitas sebesar itu berpotensi menjadi pasangan yang logis untuk layar lebih lebar. Pengguna yang mengandalkan perangkat untuk konsumsi konten, navigasi banyak aplikasi, atau pemakaian durasi panjang biasanya menuntut daya tahan baterai yang lebih besar.
Waktu peluncuran yang diperkirakan
Jadwal peluncuran yang beredar masih bersifat perkiraan. Perangkat ini disebut akan hadir pada akhir tahun, kemungkinan setelah seri Huawei Mate 90, atau mungkin di sela-sela jadwal peluncuran lini tersebut.
Mate series sendiri disebut biasanya hadir pada penghujung November setiap tahunnya. Karena itu, ponsel layar lebar non-lipat ini diperkirakan muncul setelah momentum itu, meski belum ada konfirmasi resmi dari perusahaan.
Ketersediaannya juga belum jelas untuk pasar global. Namun, setidaknya perangkat ini diperkirakan akan meluncur di China lebih dulu jika benar masuk tahap komersial.
Sejauh ini, yang membuat perangkat ini menonjol bukan hanya spesifikasinya, tetapi juga arah desain yang diambil Huawei. Di tengah pasar yang mengasosiasikan layar lebar dengan ponsel lipat, Huawei justru disebut mencoba mempertahankan bentuk slab sambil menawarkan pengalaman visual 16:10 yang lebih luas.
Jika perangkat ini benar meluncur, Huawei akan membuka kategori yang relatif jarang disentuh: smartphone non-lipat dengan layar lebar ala foldable, tetapi tanpa engsel. Kombinasi desain tipis, baterai besar, chipset Kirin 9000 series, dan kamera flagship membuatnya menjadi salah satu perangkat yang patut dicermati pada paruh akhir tahun ini.
Source: true-tech.net