
Dua perangkat baru Samsung mulai menunjukkan tanda-tanda mendekati peluncuran. Galaxy Z Fold8 versi layar lebar dan Galaxy Watch Ultra 2 sama-sama telah mengantongi sertifikasi BIS untuk penjualan di India.
Langkah ini penting karena biasanya menjadi salah satu penanda bahwa produk semakin dekat ke pasar. Meski dokumen sertifikasi tidak memuat spesifikasi lengkap, sejumlah detail utama dari bocoran sebelumnya mulai membentuk gambaran awal tentang dua perangkat tersebut.
Perangkat lipat yang dimaksud disebut sebagai Galaxy Z Fold8 dengan format lebih lebar. Dalam perkembangan penamaan terbaru, model ini diyakini akan memakai nama Galaxy Z Fold8, sementara penerus Galaxy Z Fold7 dalam bentuk yang lebih familier disebut Galaxy Z Fold8 Ultra.
Galaxy Z Fold8 tercatat dengan nomor model SM-F971B. Sertifikasi BIS hanya menegaskan kesiapan perangkat untuk dijual di India, tanpa membocorkan detail teknis tambahan.
Namun, informasi yang sudah beredar sebelumnya menyebut ponsel ini akan membawa layar bagian dalam 7,6 inci. Rasio aspeknya disebut 4:3, sebuah format yang mengarah pada pengalaman penggunaan yang lebih mirip tablet saat perangkat dibuka.
Format layar seperti ini menjadi salah satu sorotan utama karena berbeda dari arah desain Fold yang dikenal selama ini. Jika bocoran tersebut akurat, Samsung tampaknya sedang menyiapkan pendekatan baru untuk lini ponsel lipatnya, dengan fokus pada panel yang lebih lebar.
Di sektor kamera, Galaxy Z Fold8 disebut akan memakai kamera utama 50MP. Kamera ultrawide-nya juga dikabarkan beresolusi 50MP, yang memberi sinyal bahwa Samsung mungkin ingin menaikkan kualitas kamera sekunder pada perangkat lipat premium ini.
Untuk daya, perangkat ini dirumorkan membawa baterai 4.800 mAh. Dukungan pengisian kabel 45W juga disebut akan hadir, memberi kombinasi yang cukup agresif untuk kategori ponsel lipat tipis dan ringan.
Bobotnya diperkirakan berada di kisaran 200 gram. Angka itu terbilang menarik karena perangkat lipat layar besar umumnya masih menghadapi tantangan menjaga dimensi dan berat tetap nyaman untuk pemakaian harian.
Sertifikasi kedua untuk jam tangan premium
Selain ponsel lipat, BIS juga telah mencatat Galaxy Watch Ultra 2. Jam tangan pintar ini muncul dengan nomor model SM-L715F.
Seperti ponsel lipat tadi, dokumen sertifikasi tidak mengungkap spesifikasi detail. Meski begitu, rumor yang sudah beredar menyebut Galaxy Watch Ultra 2 akan dibekali baterai 800 mAh.
Kapasitas tersebut akan menjadi salah satu elemen penting untuk lini jam tangan kelas atas. Daya tahan baterai biasanya menjadi faktor utama bagi pengguna smartwatch premium, terutama pada perangkat yang ditujukan untuk pemakaian intensif dan fitur konektivitas lebih lengkap.
Galaxy Watch Ultra 2 juga disebut akan mendukung konektivitas 5G. Jika benar, langkah ini dapat memperkuat posisi perangkat sebagai wearable premium yang lebih mandiri dari ponsel.
Di sisi chipset, jam tangan ini dirumorkan memakai Snapdragon Wear Elite terbaru dari Qualcomm. Pemakaian platform baru biasanya menarik perhatian karena berpotensi memengaruhi performa, efisiensi daya, dan kemampuan fitur kesehatan maupun konektivitas.
Arah peluncuran semakin jelas
Munculnya dua sertifikasi ini memperkuat dugaan bahwa Samsung sedang menyiapkan peluncuran perangkat barunya dalam waktu dekat. Sertifikasi pasar seperti BIS sering kali muncul menjelang perkenalan resmi, terutama ketika produk sudah memasuki tahap akhir distribusi.
Galaxy Z Fold8 versi layar lebar dan Galaxy Watch Ultra 2 disebut-sebut akan diperkenalkan dalam ajang Unpacked berikutnya. Acara itu dirumorkan digelar di London pada 22 Juli.
Jika jadwal tersebut tepat, maka sertifikasi di India bisa dibaca sebagai bagian dari persiapan distribusi global yang lebih luas. India sendiri merupakan pasar penting bagi Samsung, sehingga kemunculan kedua model di database BIS memiliki arti strategis.
Untuk saat ini, detail yang benar-benar terkonfirmasi masih terbatas pada nomor model dan status sertifikasi penjualan. Selebihnya, seperti ukuran layar, konfigurasi kamera, kapasitas baterai, konektivitas 5G, hingga penggunaan chip Qualcomm terbaru, masih berada di ranah rumor yang belum diumumkan resmi oleh Samsung.
Meski begitu, kombinasi sertifikasi dan bocoran spesifikasi sudah cukup untuk menunjukkan arah besar Samsung selanjutnya. Fokusnya tampak mengarah pada penyegaran desain ponsel lipat dengan format lebih lebar, sekaligus peningkatan kemampuan smartwatch premium melalui baterai besar, 5G, dan platform baru.
Source: www.gsmarena.com








