Keraguan soal ponsel lipat biasanya berkisar pada hal yang sama: engsel cepat aus, layar rentan, dan bodi tipis terasa kurang meyakinkan untuk dipakai setiap hari. Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 mencoba menjawab kekhawatiran itu dengan kombinasi desain yang makin ringkas, material yang diperkuat, serta fitur AI yang dibuat lebih fungsional.
Pendekatannya menarik karena Samsung tidak hanya menonjolkan bentuk lipat yang futuristis. Lini terbaru ini justru menekankan dua hal yang paling sering dipertanyakan calon pengguna, yakni ketahanan perangkat dan manfaat nyata saat dipakai untuk bekerja, membuat konten, atau aktivitas harian.
Fokus pada daya tahan yang selama ini diragukan
Soal engsel, Galaxy Z Fold7 disebut telah melewati pengujian hingga 500 ribu kali lipatan oleh Bureau Veritas, lembaga pengujian independen yang berbasis di Perancis. Angka itu menjadi salah satu jawaban paling konkret untuk kekhawatiran pengguna yang sering membuka dan menutup perangkat dalam intensitas tinggi.
Jika dihitung dengan asumsi sekitar 100 kali buka-tutup per hari, hasil pengujian itu setara dengan 10 tahun penggunaan rata-rata atau 6 tahun penggunaan berat. Dengan kata lain, perangkat ini dirancang untuk menghadapi pola pemakaian harian yang intens tanpa menjadikan mekanisme lipat sebagai titik lemah utama.
Samsung juga membekali perangkat foldable terbarunya dengan Armor FlexHinge. Engsel ini dirancang untuk membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata saat perangkat dibuka dan ditutup, sehingga mendukung ketahanan sekaligus menjaga kenyamanan penggunaan.
Ketahanan tidak berhenti di bagian engsel. Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 sama-sama mengantongi sertifikasi IP48 Dust & Water Resistance, yang memberi perlindungan terhadap debu, cipratan, serta paparan air tawar dalam kondisi tertentu.
Perangkat ini juga diklaim mampu bertahan saat terendam di air tawar hingga kedalaman 1,5 meter selama maksimal 30 menit. Kehadiran proteksi ini penting karena ponsel premium saat ini dituntut tetap aman dipakai dalam mobilitas tinggi, termasuk saat terkena hujan ringan atau percikan air.
Tipis dan ringan, tetapi tidak meninggalkan struktur pelindung
Salah satu perubahan yang paling mudah terlihat pada generasi terbaru Galaxy Z Series adalah desain yang makin tipis dan ringan. Galaxy Z Fold7 hadir sebagai model paling tipis dan ringan di seri Fold, dengan ketebalan 4,2 mm saat terbuka dan 8,9 mm saat dilipat.
Galaxy Z Flip7 juga tampil ringkas dengan desain lipat vertikal model clamshell. Ketebalannya tercatat 6,5 mm saat terbuka dan 13,7 mm saat dilipat, sehingga tetap mudah masuk saku dan lebih praktis untuk mobilitas harian.
Meski bodinya menipis, Samsung tetap memakai material premium untuk menopang durabilitas. Galaxy Z Fold7 menggunakan Advanced Armor Aluminum Frame, Gorilla Glass Ceramic 2 di bagian depan, serta Gorilla Glass Victus 2 di bagian belakang.
Galaxy Z Flip7 juga dibekali Gorilla Glass Victus 2. Pilihan material ini menunjukkan bahwa desain tipis tidak lagi identik dengan kompromi pada kekuatan struktur perangkat.
Bukan sekadar lipat, tetapi juga produktif
Selain ketahanan, sisi lain yang diangkat kuat pada generasi ini adalah kecerdasan buatan. Samsung menempatkan Galaxy AI sebagai pendamping untuk produktivitas, multitasking, dan kreasi konten langsung dari perangkat.
Galaxy Z Fold7 membawa layar utama 8,0 inci Dynamic AMOLED 2X dan layar cover 6,5 inci Dynamic AMOLED 2X. Format layar besar ini membuat perangkat tidak hanya berfungsi sebagai smartphone, tetapi juga lebih mendekati alat kerja portabel untuk membuka banyak informasi sekaligus.
Galaxy Z Flip7 mengusung layar utama 6,9 inci Dynamic AMOLED 2X dan layar cover 4,1 inci Super AMOLED. Ukuran cover screen yang fungsional memberi ruang untuk akses cepat ke fitur tertentu tanpa harus membuka perangkat.
Pada Galaxy Z Fold7, fitur unggulan AI meliputi Now Brief, Writing Assist, dan Generative Edit. Now Brief menyajikan informasi terbaru yang dipersonalisasi, sementara Writing Assist membantu mengedit, memformat ulang, dan membuat ringkasan teks agar pekerjaan harian terasa lebih efisien.
Generative Edit juga menjadi salah satu fitur yang paling relevan untuk penggunaan sehari-hari. Fitur ini memungkinkan pengguna menghapus objek yang tidak diinginkan dalam foto, lalu AI akan membantu mengisi area kosong agar hasilnya tetap terlihat natural.
Di Galaxy Z Fold7, layar besar membuat proses edit terasa lebih nyaman karena detail gambar bisa dilihat lebih jelas. Samsung juga menyebut fitur ini dapat menampilkan before dan after secara berdampingan, sehingga hasil koreksi bisa dipantau langsung.
Pada Galaxy Z Flip7, Generative Edit justru tampil praktis karena bisa diakses langsung dari Infinity Cover Screen. Pengguna bisa melakukan penyesuaian sederhana atau menghapus objek mengganggu tanpa perlu membuka perangkat terlebih dahulu.
AI untuk kamera, suara, dan pencarian informasi
Galaxy Z Flip7 juga membawa FlexCam untuk mengeksplorasi berbagai angle selfie dengan lebih praktis. Kamera belakangnya terdiri dari sensor wide 50 MP FlexCam F1.8 dengan Next Gen ProVisual Engine dan ultra wide 12 MP F2.2.
Galaxy Z Fold7 mengusung konfigurasi triple camera, yakni wide 200 MP OIS F1.7 dengan Next Gen ProVisual Engine, ultra wide 12 MP F2.2, dan tele 10 MP OIS F2.4. Kombinasi ini memperkuat posisinya sebagai perangkat lipat yang tidak hanya mengejar bentuk, tetapi juga kemampuan pencitraan.
Untuk video, Samsung menghadirkan Audio Eraser. Fitur ini dapat membantu mendeteksi lalu mengurangi suara mengganggu seperti angin, keramaian, atau kebisingan lalu lintas agar audio utama terdengar lebih jelas.
Dukungan AI lain datang dari Google Gemini Live. Fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan AI lewat suara, kamera, maupun tampilan layar secara langsung untuk mencari informasi tambahan tanpa harus berpindah aplikasi.
Dari sisi perangkat keras, Galaxy Z Flip7 memakai chipset Samsung Exynos 2500 3nm dengan pilihan memori 12GB/256GB dan 12GB/512GB. Galaxy Z Fold7 menggunakan Qualcomm Snapdragon 8 Elite untuk Galaxy dengan opsi 12GB/256GB, 12GB/512GB, dan 16GB/1 TB.
Keduanya menjalankan One UI 8.0 dan dijanjikan pembaruan OS serta keamanan hingga 7 tahun. Galaxy Z Flip7 membawa baterai 4.300mAh, sedangkan Galaxy Z Fold7 dibekali baterai 4.400mAh, menegaskan bahwa perangkat lipat kini tidak lagi hanya menjual desain, tetapi juga kesiapan untuk dipakai serius dalam jangka panjang.
Source: inet.detik.com