Ponsel Murah 2026 Malah Mundur, Waterdrop Notch Kembali dan Memori Ikut Disunat

Pasar ponsel murah tampaknya bergerak ke arah yang tidak biasa. Sejumlah model di segmen harga di bawah 1.000 yuan disebut akan hadir dengan spesifikasi yang justru dipangkas, termasuk kembalinya desain waterdrop notch.

Perubahan itu menarik perhatian karena terjadi saat konsumen terbiasa melihat peningkatan bertahap pada ponsel terjangkau. Kini, sebagian perangkat anggaran justru disebut kembali ke konfigurasi memori yang lebih rendah dan desain layar yang terasa lebih lama.

Informasi ini datang dari unggahan terbaru seorang insider industri yang dinilai andal. Ia menyebut beberapa sub-merek dari produsen smartphone besar tengah menyiapkan perangkat baru untuk kelas harga tersebut.

Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah penggunaan kembali waterdrop notch. Selain itu, ponsel-ponsel ini disebut masih akan memakai panel LCD 1080p, alih-alih membawa peningkatan yang lebih signifikan di kelasnya.

Pemangkasan tidak berhenti di tampilan depan. Konfigurasi dasar juga dilaporkan turun ke 6GB RAM dan 128GB penyimpanan, level yang sebelumnya mulai ditinggalkan oleh banyak ponsel murah.

Dalam beberapa waktu terakhir, tidak sedikit ponsel terjangkau yang sudah hadir dengan 8GB RAM dan 256GB penyimpanan sebagai standar. Karena itu, pergeseran ke 6GB/128GB dipandang sebagai langkah mundur yang cukup jelas bagi pembeli yang mengikuti perkembangan pasar.

Kabar ini juga bukan muncul sendirian. Pada akhir tahun lalu, sudah ada laporan yang menyebut 16GB RAM dapat menjadi semakin langka di ponsel flagship pada 2026, sementara 4GB RAM justru bisa makin umum di perangkat entry-level.

Gambaran tersebut mengarah pada satu masalah utama, yaitu lonjakan biaya komponen memori. Kenaikan harga chip membuat produsen harus meninjau ulang strategi spesifikasi, terutama untuk model dengan harga sangat agresif.

Harga memori jadi biang tekanan

Firma riset pasar TrendForce mencatat harga kontrak DRAM global naik lebih dari 40% selama dua kuartal berturut-turut. Kenaikan itu terjadi dari kuartal keempat 2025 hingga kuartal pertama 2026.

Laporan lain dari Counterpoint menggambarkan tekanan yang bahkan lebih berat. Menurut lembaga itu, harga di seluruh pasar memori naik 80% hingga 90% secara kuartalan pada kuartal pertama 2026.

Counterpoint juga menyebut kenaikan tersebut tidak hanya terjadi pada satu jenis chip. DRAM, NAND, dan HBM sama-sama mencapai level harga tertinggi, yang pada akhirnya memperbesar beban biaya bagi produsen perangkat.

Ketika harga memori melonjak, produsen ponsel murah memiliki ruang gerak yang lebih sempit. Menahan harga jual tetap rendah sering kali berarti memangkas komponen yang paling mahal, termasuk kapasitas RAM dan penyimpanan.

Situasi ini membantu menjelaskan mengapa desain lama seperti waterdrop notch bisa kembali muncul. Saat margin di segmen entry-level makin tipis, produsen cenderung mempertahankan komponen dan pendekatan desain yang lebih murah untuk diproduksi.

Dampaknya ke pembeli ponsel murah

Bagi konsumen, perubahan ini berarti definisi “upgrade” di kelas murah bisa bergeser. Ponsel baru tidak selalu menawarkan memori lebih besar atau tampilan yang lebih modern dibanding generasi sebelumnya.

Di sisi lain, produsen tampaknya mencoba menjaga keseimbangan dengan tetap memakai layar LCD 1080p. Artinya, tidak semua elemen dipangkas, meski fokus utama terlihat pada pengendalian biaya di area lain.

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa tekanan rantai pasok belum selesai. Jika biaya komponen tetap tinggi, varian dengan kapasitas memori lebih besar berpotensi dijual lebih mahal dan makin jauh dari jangkauan pembeli entry-level.

Pendiri Xiaomi, Lei Jun, juga pernah menyinggung lonjakan harga memori yang disebut sangat agresif. Ia memperkirakan harga di industri memori masih bisa terus naik dalam dua tahun ke depan.

Pernyataan itu memperkuat kekhawatiran bahwa kompromi spesifikasi tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Selama harga chip belum stabil, ponsel murah kemungkinan tetap menjadi kategori yang paling dulu terkena penyesuaian.

Pasar bisa berubah arah

Di atas kertas, kembalinya waterdrop notch mungkin terlihat sebagai detail kecil. Namun jika digabungkan dengan turunnya konfigurasi dasar ke 6GB RAM dan 128GB penyimpanan, arah pasar terlihat lebih jelas: menjaga harga murah kini lebih penting daripada mengejar peningkatan spesifikasi.

Tren ini juga berpotensi mengubah ekspektasi konsumen terhadap ponsel di bawah 1.000 yuan. Alih-alih menunggu lompatan fitur, pembeli mungkin justru perlu bersiap melihat lebih banyak kompromi yang sebelumnya dianggap sudah ditinggalkan.

Source: www.gizmochina.com

Berita Terkait

Back to top button