
Samsung dikabarkan menyiapkan langkah yang cukup berbeda untuk Galaxy Z Flip 8. Ponsel lipat ini disebut tidak lagi bergantung pada satu chipset, melainkan hadir dengan dua opsi prosesor sekaligus: Exynos 2600 dan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.
Jika bocoran itu tepat, Samsung akan kembali membawa Snapdragon ke seri Galaxy Z Flip setelah lebih banyak memakai Exynos pada Galaxy Z Flip 7. Strategi ini langsung menarik perhatian karena perangkat lipat Samsung selama ini lebih sering identik dengan chipset Snapdragon di banyak pasar.
Dua chipset, dua jalur pasar
Informasi yang beredar menyebut pembagian chipset tidak akan dilakukan secara acak. Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Tiongkok disebut berpeluang mendapat varian Snapdragon, sedangkan India, Eropa, dan Korea Selatan kemungkinan kebagian model Exynos 2600.
Pola seperti ini sebenarnya bukan hal asing bagi Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan itu sudah lama membedakan chipset pada lini Galaxy flagship berdasarkan wilayah pemasaran.
Yang membuat rumor ini menonjol adalah konteksnya pada perangkat lipat. Selama ini, ponsel lipat Samsung lebih lekat dengan penggunaan Snapdragon secara global, sehingga skema dual-chipset terasa seperti perubahan strategi yang cukup penting.
Mengapa Snapdragon tetap dipertahankan
Samsung disebut masih membutuhkan Snapdragon di sejumlah pasar utama untuk menjaga citra performa premium Galaxy Z Flip 8. Ada keraguan yang tersisa soal performa jangka panjang dan efisiensi termal Exynos 2600 jika dibandingkan dengan chipset flagship Qualcomm.
Di sisi lain, Exynos tetap punya peran strategis bagi Samsung. Penggunaan chip buatan sendiri bisa mengurangi ketergantungan pada Qualcomm sekaligus mendorong pengembangan chipset internal perusahaan.
Langkah itu juga dapat membantu pengelolaan biaya produksi. Selain itu, Samsung disebut tengah menghadapi keterbatasan kapasitas manufaktur chip 2nm generasi pertama yang mereka kembangkan.
Exynos 2600 mulai dilihat lebih kompetitif
Sejumlah bocoran benchmark sebelumnya memberi sinyal bahwa Exynos 2600 tidak lagi tertinggal jauh. Chipset 2nm itu disebut mampu bersaing dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dalam berbagai skenario penggunaan.
Chip tersebut juga diklaim menawarkan performa multi-core yang kuat. Efisiensi dayanya pun disebut lebih baik dibandingkan generasi Exynos sebelumnya.
Meski begitu, Snapdragon masih unggul dalam hal reputasi. Optimasi aplikasi, stabilitas performa, dan kompatibilitas lintas pasar tetap menjadi alasan mengapa banyak pengguna premium masih menaruh perhatian besar pada varian Qualcomm.
Menuju peluncuran Galaxy Unpacked
Samsung sendiri belum memberi konfirmasi resmi soal spesifikasi Galaxy Z Flip 8. Namun berbagai laporan industri memperkirakan perangkat ini akan diperkenalkan bersama Galaxy Z Fold 8 dalam acara Galaxy Unpacked yang dirumorkan berlangsung pada 22 Juli 2026.
Jika rumor dual-chipset ini benar, Galaxy Z Flip 8 akan menjadi salah satu perangkat lipat Samsung yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Strategi tersebut juga menunjukkan bahwa Samsung masih berupaya mengembangkan Exynos tanpa sepenuhnya meninggalkan dukungan Qualcomm di pasar yang dianggap strategis.









