
Apple kembali menyoroti batas umur iPhone lama lewat daftar “Vintage” yang diperbarui di situs dukungannya. Bagi banyak pengguna, label ini penting karena menandai tahap awal sebelum perangkat masuk ke fase yang lebih membatasi.
Kabar ini relevan karena iPhone sering dipakai jauh lebih lama daripada siklus rilis Apple yang berganti tiap September. Saat perangkat baru terus bermunculan, model yang dulu populer bisa cepat bergeser dari sorotan dan akhirnya masuk kategori lama menurut Apple.
Apa arti status Vintage
Apple mendefinisikan produk vintage sebagai perangkat yang berhenti didistribusikan untuk dijual lebih dari 5 tahun dan kurang dari 7 tahun lalu. Status ini tidak otomatis membuat iPhone berhenti bekerja, tetapi berpengaruh pada layanan resmi dan ketersediaan suku cadang.
Untuk perangkat vintage, pengguna masih dapat memperoleh layanan dan komponen dari penyedia layanan Apple setidaknya selama 5 tahun sejak Apple berhenti mendistribusikannya. Dalam beberapa kasus, layanan dan suku cadang masih bisa tersedia hingga 7 tahun, tetapi itu bergantung pada ketersediaan komponen dan keputusan Apple.
Apple juga menyebut bahwa sebagian perangkat bisa masuk daftar vintage lebih cepat dari perkiraan. Hal ini terjadi karena perusahaan menghentikan penjualan beberapa model lebih awal daripada model lainnya.
Model iPhone yang masuk daftar
Apple menambahkan tiga model baru ke daftar vintage pada pembaruan Mei 2025 di situs dukungannya. Ketiganya adalah iPhone 7 Plus, iPhone 8 64GB, dan iPhone 8 256GB.
Di luar tambahan terbaru itu, daftar iPhone vintage saat ini juga memuat iPhone 6s dengan varian 16GB, 64GB, dan 128GB. Ada juga iPhone 8 Plus (PRODUCT)RED™ yang sudah berada di daftar tersebut.
Secara keseluruhan, daftar Vintage Apple saat ini berisi 14 model. Model tertua yang tercatat berasal dari 2011, sedangkan yang paling baru berasal dari 2018.
Tidak berarti iPhone langsung berhenti dipakai
Masuk ke daftar vintage bukanlah akhir penggunaan sebuah iPhone. Apple menegaskan bahwa perangkat tersebut tidak otomatis rusak, tidak langsung menjadi tidak bisa dipakai, dan tetap dapat digunakan selama masih berfungsi normal.
Yang paling terasa adalah perubahan pada akses layanan resmi. Setelah status vintage, pengguna harus lebih memperhatikan ketersediaan servis, karena dukungan perbaikan dan suku cadang mulai memasuki masa terbatas.
Ada juga pengecualian soal perangkat vintage dan pembaruan sistem. Contohnya, iPhone XS Max sudah masuk daftar vintage tetapi masih tercantum sebagai salah satu perangkat yang kompatibel dengan iOS 18.
Tahap berikutnya: Obsolete
Status vintage menjadi penanda sebelum perangkat masuk ke kategori obsolete. Menurut Apple, obsolete adalah perangkat yang berhenti didistribusikan untuk dijual lebih dari 7 tahun lalu.
Begitu sebuah produk menjadi obsolete, Apple menghentikan seluruh layanan perangkat keras untuknya. Penyedia layanan resmi Apple juga tidak bisa lagi memesan suku cadang untuk perangkat tersebut.
Itulah sebabnya status vintage sering dianggap sebagai peringatan dini bagi pemilik iPhone lama. Perangkat masih dapat dipakai, tetapi akses ke servis resmi dan komponen cadangan tinggal menunggu waktu.
Mengapa pengguna perlu memperhatikannya
Bagi pengguna yang mempertahankan iPhone bertahun-tahun, daftar ini membantu membaca seberapa jauh perangkat masih mendapat dukungan. Informasi ini juga berguna bagi mereka yang masih mengandalkan perbaikan resmi, bukan sekadar mengganti unit baru.
Dengan daftar terbaru itu, iPhone 7 Plus dan beberapa varian iPhone 8 kini resmi berada di fase yang lebih tua menurut Apple. Sementara itu, iPhone 6s dan iPhone 8 Plus (PRODUCT)RED™ tetap menjadi bagian dari kelompok perangkat vintage yang perlu diawasi karena status berikutnya tinggal beberapa tahun lagi.









