Pasar HP gaming murah kini bergerak cepat, dan batas antara kelas menengah serta performa tinggi makin tipis. Dengan dana mulai Rp3 jutaan, pembeli sudah bisa mendapatkan layar 144 Hz, baterai besar, chipset kencang, hingga sistem pendingin yang dulu hanya muncul di perangkat mahal.
Itu membuat pilihan di segmen gaming murah jauh lebih menarik untuk pengguna yang ingin bermain lancar tanpa keluar biaya belasan juta. Dari pengujian terbaru Denzopro, ada delapan model yang menonjol karena kombinasi performa, daya tahan, dan fitur gaming yang terasa serius.
Mulai dari kelas 3 jutaan: performa tinggi sudah terasa
Infinix GT30 5G menjadi pembuka daftar dengan harga Rp3,6 jutaan. Perangkat ini memakai MediaTek Dimensity 7400, RAM 8/256 GB UFS 2.2, dan mencatat skor AnTuTu 770.000 poin.
Layarnya AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144 Hz dan kecerahan puncak 4.500 nits. Baterainya 5.500 mAh dengan fast charging 45W, sementara 6-layer 3D Vapor Chamber menjaga suhu tetap terkendali saat bermain Mobile Legends dan PUBG Mobile.
Di kisaran Rp3,9 jutaan, Vivo iQOO Z10 5G menawarkan daya tahan yang lebih besar lewat baterai 7.300 mAh. Pengisian dayanya juga cepat berkat dukungan 90W, sementara Snapdragon 7s Gen 3 dan RAM hingga 12 GB membuat skor AnTuTu-nya mencapai 823.000 poin.
Panel AMOLED 6,77 inci miliknya mendukung refresh rate 120 Hz, kecerahan 5.000 nits, dan sertifikasi SGS Low Blue Light. Dalam pengujian game, Mobile Legends disebut stabil di 80–90 FPS, sedangkan Wuthering Waves bisa berjalan di 30 FPS pada setting Quality 60 FPS.
Naik ke empat jutaan, kapasitas dan performa ikut bertambah
Infinix Note 60 hadir di harga Rp4,4 jutaan dengan Dimensity 7400 Ultimate dan RAM 8/256 GB. Skor AnTuTu V11-nya mencapai 990.000 poin, menjadikannya salah satu yang paling kuat di kelas harga tersebut.
Ponsel ini membawa layar AMOLED 6,78 inci 144 Hz, baterai 6.500 mAh, dan 45W All-Round Fast Charge. Untuk gaming, Honkai: Star Rail berjalan rata-rata 46 FPS pada setting High 60 FPS, sementara GTA San Andreas Definitive Edition dapat menyentuh 61 FPS.
Fitur gaming fisik mulai masuk ke kelas menengah
Nubia Neo 5G dibanderol Rp5,2 jutaan dan menonjol karena Dual Gaming Shoulder Triggers 550 Hz. Tombol L/R ini memberi sensasi seperti stik konsol dan menjadi pembeda utama di kelasnya.
Ponsel ini memakai UniSOC T9300 dengan RAM 8+8 GB dan skor AnTuTu 454.000 poin. Spesifikasinya juga mencakup layar IPS 6,8 inci 120 Hz, baterai 6.050 mAh dengan pengisian 45W, speaker stereo DTS X Ultra, dan Vapor Chamber.
Bagi pengguna yang lebih mementingkan kontrol saat push rank, Nubia Neo 5G dinilai nyaman untuk Mobile Legends dan PUBG Mobile. Model ini berada di Rp5 jutaan tanpa meninggalkan fokus pada fitur gaming praktis.
Flagship killer mulai muncul di bawah 6 jutaan
Poco X8 Pro dibanderol Rp5,7 jutaan dan menjadi salah satu nama paling kuat di daftar ini. Dimensity 8500 Ultra membuat GPU-nya disebut naik 25 persen, sementara skor AnTuTu-nya menembus 2,2 juta poin.
Spesifikasinya sangat agresif dengan layar AMOLED 1.5K 6,59 inci, RAM 12+12 GB, baterai 6.500 mAh, Super Fast Charging 100W, dan Reverse Charging 27W. Dalam pengujian, Mobile Legends berjalan 120 FPS tanpa lag dan Genshin Impact dilibas di Highest 60 FPS.
Pilih daya tahan ekstrem atau performa mentah
Nubia Neo 5 GT berada di Rp6,3 jutaan dan membawa keunikan yang jarang ditemui, yaitu kipas pendingin fisik built-in di dalam bodi. Chipset Dimensity 7400, skor AnTuTu 1 juta poin, dan kombinasi dengan Vapor Chamber membuat perangkat ini fokus pada kestabilan suhu saat sesi bermain panjang.
Layarnya AMOLED 1.5K 6,8 inci 144 Hz, RAM 8+12 GB, baterai 6.100 mAh, dan fast charging 80W. PUBG Mobile, Mobile Legends, dan Delta Force diklaim sanggup berjalan konstan di 120 FPS, sedangkan Call of Duty Mobile stabil di 90 FPS.
Vivo iQOO Neo 10 berada di Rp6,4 jutaan dengan Snapdragon 8s Gen 4 dan penyimpanan UFS 4.1. Skor AnTuTu-nya mencapai 2,1 juta poin, disokong layar AMOLED 1.5K 6,78 inci 144 Hz, baterai 7.000 mAh, pengisian 120W, dan sistem pendingin 7K Ultra Vapor Chamber.
Pada pengujian, Genshin Impact di setting High berjalan 40–60 FPS, sedangkan COD Mobile mampu rata kanan di 120 FPS. Ini membuat iQOO Neo 10 masuk kelompok HP gaming murah yang paling dekat dengan kelas performa tinggi murni.
Infinix GT50 Pro menutup daftar di harga Rp6,5 jutaan dengan Dimensity 8400, RAM hingga 12 GB UFS 4.1, dan skor AnTuTu V11 1,9 jutaan. Perangkat ini juga membawa layar AMOLED FHD+ 144 Hz adaptif, baterai 6.500 mAh, GT Trigger, serta Dual Cooling System.
Dalam pengujian, GT50 Pro sanggup menjalankan Arena Breakout, Blood Strike, COD Mobile, Free Fire, dan Mobile Legends secara konstan di 144 FPS. Untuk pengguna yang ingin kombinasi cepat, dingin, dan responsif, daftar ini menunjukkan bahwa HP gaming murah kini sudah masuk level yang jauh lebih serius.
