Samsung mulai menggulirkan pembaruan One UI 8.5 untuk seri Galaxy S25 di Korea Selatan. Pembaruan ini membawa sejumlah fitur Galaxy AI yang sebelumnya belum tersedia di lini tersebut, meski sudah hadir pada Galaxy S26.
Kabar ini penting karena fitur yang ditambahkan bukan sekadar pelengkap. Samsung disebut menyertakan alat AI untuk mengelola notifikasi dan merangkum dokumen, sekaligus membundel patch keamanan Android Juni 2026.
Pembaruan ini pertama kali terungkap lewat informasi yang dibagikan pengguna X, Tarun Vats (@tarunvats33). Ia menyebut build number yang beredar adalah S938NKSUACZF1.
Ukuran dan sifat pembaruannya disebut lebih besar daripada update keamanan bulanan biasa. Itu mengindikasikan ada penambahan fitur baru di luar peningkatan perlindungan sistem.
Fitur AI yang akhirnya hadir di Galaxy S25
Salah satu tambahan utama adalah fitur pengelolaan notifikasi berbasis AI. Sistem ini membantu menyusun alert yang masuk dengan menampilkan notifikasi yang paling relevan lebih dulu.
Fitur lain dirancang untuk meringkas beberapa notifikasi sekaligus. Dengan begitu, pengguna tidak perlu menggulir rantai notifikasi panjang satu per satu untuk memahami inti informasinya.
Tambahan berikutnya adalah File Summaries untuk seri Galaxy S25. Berdasarkan unggahan pengguna X @kwj9809, fitur ini dapat memproses dokumen yang didukung langsung di perangkat dan membuat ringkasan singkat dari isinya.
Untuk saat ini, dukungan File Summaries disebut mencakup file PDF dan TXT. Detail ini menunjukkan Samsung tidak hanya menambahkan AI untuk komunikasi harian, tetapi juga untuk kebutuhan produktivitas.
Sebelumnya eksklusif di Galaxy S26
Samsung sebelumnya memperkenalkan fitur-fitur tersebut bersama seri Galaxy S26. Namun saat One UI 8.5 lebih dulu hadir di Galaxy S25, dua kemampuan AI itu belum ikut dibawa ke model flagship yang lebih lama tersebut.
Karena itu, pembaruan terbaru ini menjadi langkah penting bagi pemilik Galaxy S25. Update tersebut pada dasarnya menutup kesenjangan fitur AI antara Galaxy S25 dan lini Galaxy S26, setidaknya untuk beberapa fungsi utama.
Langkah ini juga memperlihatkan bahwa Samsung masih terus memperluas distribusi fitur Galaxy AI ke perangkat yang lebih lama. Fokusnya bukan hanya pada perangkat baru, tetapi juga pada pengalaman perangkat lunak setelah pembelian.
Cakupan peluncuran masih terbatas
Untuk saat ini, peluncuran pembaruan baru dilaporkan masih terbatas di pasar domestik Samsung, yaitu Korea Selatan. Belum ada konfirmasi resmi soal kapan distribusi akan diperluas ke wilayah lain.
Meski begitu, ketersediaan yang lebih luas disebut diharapkan menyusul setelah tahap awal selesai. Pasar seperti India, Eropa, dan Amerika Utara termasuk yang diperkirakan akan menerima update berikutnya.
Pendekatan bertahap seperti ini bukan hal baru dalam distribusi perangkat lunak Samsung. Perusahaan kerap memulai dari pasar tertentu sebelum memperluas pembaruan ke region lain secara bertahap.
Bukan hanya fitur, tapi juga keamanan
Selain membawa kemampuan AI baru, update ini juga menyertakan patch keamanan Android Juni 2026. Artinya, pembaruan tersebut tidak hanya menambah fungsi, tetapi juga memperbarui lapisan perlindungan sistem.
Kombinasi fitur baru dan patch keamanan membuat update ini lebih relevan bagi pengguna harian. Bagi pemilik Galaxy S25, pembaruan ini memberi alasan praktis untuk segera memeriksa ketersediaannya.
Pengguna yang ingin mengecek update secara manual dapat membuka Settings. Setelah itu, masuk ke Software Update lalu pilih Download and Install.
Hadirnya alat AI baru di Galaxy S25 menandai perluasan nyata ekosistem Galaxy AI Samsung ke perangkat flagship yang lebih dulu dirilis. Jika peluncuran global berjalan lancar, pengguna di luar Korea Selatan kemungkinan akan segera mendapatkan pengalaman One UI 8.5 yang lebih lengkap.
[crp] Source: www.gadgets360.com






