Samsung Galaxy Tab S11 Ultra Anjlok Ke Rp14 Jutaan, Flagship Android Ini Jadi Makin Menggoda

Author: Qoo Media

Memasuki pertengahan 2026, Samsung Galaxy Tab S11 Ultra justru menjadi sorotan bukan hanya karena posisinya sebagai tablet Android kelas tertinggi, tetapi juga karena harga jualnya yang turun tajam di pasar global. Di beberapa retail besar seperti Best Buy, perangkat ini sudah dipasarkan mulai USD 899 atau sekitar Rp14,6 jutaan.

Penurunan harga itu menarik perhatian karena Tab S11 Ultra sejak awal digadang-gadang sebagai pengganti laptop untuk mahasiswa dan profesional. Dengan banderol yang kini masuk kisaran Rp14 jutaan, tablet ini mendadak terlihat jauh lebih terjangkau untuk kelas flagship berlayar besar.

Layar 14,6 Inci dan Desain yang Tetap Familiar

Secara fisik, Tab S11 Ultra masih membawa bodi aluminium berukuran 14,6 inci. Desainnya disebut tidak jauh berbeda dari generasi Ultra sebelumnya, mulai dari Tab S8 Ultra hingga Tab S10 Ultra.

Perubahan yang paling terasa justru ada pada S Pen baru dengan tekstur bergaris, yang memberi kesan seperti pensil kayu. Meski begitu, daya tarik utama perangkat ini tetap berada pada layar AMOLED raksasa yang menjadi nilai jual utamanya.

Baterai Tetap Stabil Setelah Pemakaian Panjang

Salah satu poin yang menonjol dari pengujian jangka panjang adalah daya tahan baterainya. Setelah digunakan intensif selama 9 bulan, manajemen suhu dan efisiensi daya Tab S11 Ultra disebut masih sangat baik.

Pengisian daya cepat tidak membuat bodi tablet terasa terlalu panas. Bahkan saat dipakai bermain game berat dalam waktu lama dengan controller DualShock via Bluetooth, suhu perangkat hanya terasa hangat secara wajar.

Chipset MediaTek yang Ternyata Tangguh

Samsung kembali memakai chipset flagship MediaTek untuk Tab S11 Ultra, sama seperti di generasi S10 Ultra. Keputusan ini sempat menuai kritik dari sebagian penggemar performa karena banyak yang lebih menyukai Snapdragon di atas kertas.

Namun dalam penggunaan nyata, performanya tetap kompetitif. Selama 9 bulan dipakai untuk multitasking berat di perkuliahan, menulis laporan, hingga menjalankan emulator PS2 NetherSX2 untuk memainkan game seperti Midnight Club dan Crash Bandicoot, chipset tersebut tetap sanggup bekerja dengan baik.

Sesekali memang ada aplikasi yang crash secara acak. Akan tetapi, gangguan itu masih dianggap wajar untuk sistem operasi berbasis Android.

Dari Tablet ke Pengganti Laptop

Samsung DeX memang tetap menjadi fitur penting, tetapi batas navigasi Android kadang membatasi produktivitas. Karena itu, Chrome Remote Desktop menjadi solusi yang dinilai paling efektif dalam penggunaan harian.

Aplikasi gratis di Play Store itu bisa menampilkan PC desktop utama ke layar AMOLED Tab S11 Ultra secara mulus. Dengan keyboard dan mouse eksternal, pengguna bisa membuka file kerja dan memakai antarmuka Windows yang lebih familier.

Harga Baru yang Membuat Banyak Orang Melirik

Yang paling mengejutkan justru datang dari sisi harga. Di beberapa retail global, Tab S11 Ultra baru dijual USD 899, dan angka itu bahkan setara dengan harga Tab S11 Plus.

Kondisi ini membuat posisi Tab S11 Ultra terlihat sangat agresif di pasar. Salah satu alasannya adalah persaingan internal dengan jajaran flagship Samsung sebelumnya, terutama Tab S9 Ultra yang masih memakai Snapdragon dan Tab S10 Ultra yang juga masih kuat dipinang konsumen.

Tekanan pasar itulah yang mendorong Samsung memangkas harga flagship terbarunya agar tetap menarik perhatian. Bagi pengguna yang mengincar tablet premium dengan layar AMOLED terbaru dan jaminan update software jangka panjang melalui One UI 8.5, harga Rp14 jutaan membuat perangkat ini tampak sulit diabaikan.

Di sisi lain, ada juga catatan praktis untuk calon pembeli. Keyboard case standar bawaan Samsung dinilai ringkih oleh banyak pengguna, sehingga aksesori pihak resmi atau skema trade-in bisa lebih masuk akal bagi mereka yang ingin menjaga nilai pakai perangkat dalam jangka panjang.

Terbaru