Konsep Tamagotchi kini muncul kembali dalam wujud yang jauh lebih cerdas. Bukan sekadar hewan peliharaan virtual di layar, perangkat baru ini dibekali AI, memori emosional, hingga kemampuan membantu pengguna memantau tanaman.
Di ajang Global Connect Show Shenzhen 2026, dua startup asal China memperkenalkan pendekatan baru pada konsep pendamping digital. Perangkat bernama Sweeker dan Senso sama-sama membawa semangat virtual pet klasik, tetapi diarahkan ke pengalaman yang lebih fisik, interaktif, dan fungsional.
Pendamping digital yang terasa hidup
Sweeker, garapan Takway AI, menjadi salah satu produk yang paling menonjol dalam pameran tersebut. Perangkat ini diklaim sebagai AI pet fisik pertama di dunia yang mampu tumbuh secara emosional dan fisik.
Berbeda dari Tamagotchi lama yang seluruh interaksinya terjadi di layar, Sweeker hadir sebagai perangkat fisik. Pengembangannya berlangsung melalui beberapa fase kehidupan, mulai dari Egg, Baby, Teen, hingga Adult.
Pertumbuhan Sweeker tidak berjalan otomatis tanpa keterlibatan pengguna. Semakin sering diajak berkomunikasi, diperhatikan, dan dirawat, semakin cepat perangkat ini berkembang ke fase berikutnya.
Takway AI juga menambahkan unsur yang membuat pengalaman terasa lebih nyata. Sweeker memiliki simulasi kehangatan tubuh dan ritme pernapasan sehingga kesannya lebih dekat ke makhluk hidup dibanding mainan digital biasa.
Pendekatan ini membuat konsep virtual pet bergeser dari sekadar hiburan pasif menjadi relasi yang lebih personal. Interaksi tidak lagi hanya berupa memberi makan atau menekan tombol, tetapi juga membangun pola hubungan yang memengaruhi perkembangan karakter.
Kepribadian bisa berubah sesuai pemilik
Salah satu fitur yang paling menonjol pada Sweeker adalah sistem kepribadian berbasis MBTI. Kepribadian ini dapat berubah mengikuti pola interaksi pengguna selama perangkat digunakan.
Artinya, setiap unit Sweeker bisa berkembang menjadi karakter yang berbeda. Takway AI menyebut perangkat ini mampu menyimpan memori emosional jangka panjang, termasuk preferensi, suasana hati, dan percakapan yang pernah dilakukan.
Kemampuan menyimpan memori itu membuat hubungan antara perangkat dan pemilik terasa lebih berkelanjutan. Sweeker tidak hanya merespons perintah sesaat, tetapi juga membawa konteks dari interaksi sebelumnya.
Perangkat ini bahkan tetap aktif saat tidak sedang bersama penggunanya. AI di dalam Sweeker disebut dapat “menjelajah”, mempelajari hal baru, dan mengembangkan perilakunya secara mandiri.
Ketika kembali bertemu dengan pemiliknya, Sweeker akan menceritakan pengalaman yang dialaminya. Pola ini membuat perangkat terasa seperti pendamping yang terus berkembang, bukan objek statis yang hanya hidup saat diaktifkan.
Founder dan CEO Takway AI, Irving Gao, mengatakan keinginan untuk merawat teman atau pendamping merupakan kebutuhan dasar manusia. Menurut dia, inspirasi dari virtual pet klasik lalu dipadukan dengan AI dan robotika modern untuk menghadirkan pengalaman memelihara hewan yang lebih fisik dan emosional.
Bukan cuma hewan digital, AI juga bantu rawat tanaman
Jika Sweeker menekankan sisi emosional, Senso mengambil jalur yang lebih praktis. Produk buatan Solidtech ini dirancang sebagai sensor pintar untuk membantu pengguna merawat tanaman.
Senso digunakan dengan cara ditancapkan ke media tanam. Perangkat ini memantau kelembapan tanah, suhu, dan intensitas cahaya secara real-time.
Yang membuat pendekatannya berbeda adalah cara data itu disajikan ke pengguna. Informasi dari sensor diterjemahkan menjadi karakter bergaya piksel di aplikasi pendamping, sehingga proses memantau tanaman terasa seperti memainkan game.
Karakter virtual tersebut tidak hanya menampilkan status tanaman. AI di dalam sistem juga memberikan saran perawatan dan mengajak pengguna menyelesaikan berbagai misi.
Pendekatan gamifikasi ini membuat aktivitas merawat tanaman terasa lebih ringan dan interaktif. Tugas yang biasanya teknis diubah menjadi pengalaman yang lebih akrab bagi pengguna yang terbiasa dengan aplikasi hiburan digital.
Senso juga mendukung interaksi suara. Pengguna dapat bertanya langsung tentang kondisi tanaman, lalu AI akan memberi rekomendasi seperti seorang ahli tanaman pribadi.
Arah baru untuk konsep Tamagotchi
Kemunculan Sweeker dan Senso menunjukkan perubahan besar dalam cara AI dipakai pada perangkat konsumen. Konsep virtual pet yang dulu identik dengan nostalgia kini berkembang menjadi produk yang bisa belajar, mengingat, dan memberi bantuan nyata.
Di satu sisi, Sweeker membawa ide pendamping digital ke ranah yang lebih emosional dan fisik. Di sisi lain, Senso menunjukkan bahwa pendekatan serupa juga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari seperti merawat tanaman.
Perpaduan AI, sensor, robotika, dan antarmuka bergaya permainan membuka ruang baru bagi perangkat semacam ini. Pengalaman yang dulu terbatas pada layar kecil kini berkembang menjadi interaksi yang lebih personal sekaligus lebih berguna.
