Xiaomi 17T dan 17T Pro resmi hadir di China dengan status yang cukup mengejutkan karena justru membawa beberapa keunggulan dibanding versi global. Bagi pasar yang selama ini hanya mengenal seri T Xiaomi lewat peluncuran global, kehadiran di China menjadi momen pertama lini ini benar-benar masuk ke negara asal Xiaomi.
Perbedaan paling menarik ada pada konfigurasi yang lebih berani di China, terutama untuk Xiaomi 17T Pro. Meski keduanya tetap berbagi basis spesifikasi yang sama dengan unit global, versi China menawarkan kombinasi hardware yang lebih agresif di sektor baterai dan RAM.
Performa tetap sama, tetapi Pro punya opsi RAM lebih besar
Xiaomi 17T dan 17T Pro memakai prosesor yang sama di pasar China maupun global. Xiaomi 17T mengandalkan MediaTek Dimensity 8500 Ultra, sedangkan Xiaomi 17T Pro dibekali MediaTek Dimensity 9500.
Untuk RAM dan penyimpanan, Xiaomi menyediakan opsi yang sama pada Xiaomi 17T di semua pasar, yakni 12/256 GB dan 12/512 GB. Xiaomi 17T Pro punya tiga varian, tetapi versi China mendapat opsi 16/512 GB, sementara versi global menawarkan 12 GB/1 TB.
Kombinasi itu membuat versi China terlihat lebih fokus pada performa multitasking. Di sisi lain, versi global justru mengejar kapasitas penyimpanan yang lebih lega lewat opsi 1 TB.
Baterai lebih besar di China, pengisian daya tetap dipertahankan
Sektor daya juga menjadi pembeda utama. Di China, Xiaomi 17T dan 17T Pro sama-sama memakai baterai 7000 mAh, sedangkan Xiaomi 17T versi global memakai baterai 6500 mAh.
Menariknya, kemampuan pengisian daya tidak berubah. Xiaomi 17T tetap mendukung pengisian 67 W lewat USB Type-C, sedangkan Xiaomi 17T Pro menawarkan 100 W lewat USB Type-C dan pengisian nirkabel 50 W.
Keduanya juga mendukung reverse wired charging hingga 22,5 W untuk mengisi daya perangkat lain. Artinya, Xiaomi mempertahankan fleksibilitas pengisian di semua pasar sambil memberi baterai lebih besar pada model China.
Layar, kamera, dan fitur lain tetap konsisten
Di luar dua sektor itu, spesifikasi Xiaomi 17T series di China dan global nyaris identik. Xiaomi 17T memakai layar AMOLED 6,59 inci, sedangkan Xiaomi 17T Pro membawa panel AMOLED 6,83 inci.
Untuk kamera, keduanya sama-sama memiliki kamera telefoto 50 MP dengan OIS dan zoom optik 5X. Kamera utamanya juga sama-sama 50 MP, tetapi Xiaomi 17T menggunakan sensor Light Fusion 800, sementara Xiaomi 17T Pro memakai Light Fusion 950.
Kamera depan keduanya juga serupa, yakni 32 MP dengan bukaan f/2.2 dan sudut pandang 90 derajat. Di sektor lain, keduanya sama-sama membawa speaker stereo, pemindai sidik jari di dalam layar, pemancar inframerah, dan sertifikasi IP68.
Warna dan harga ikut menunjukkan perbedaan strategi
Soal warna, tiap model Xiaomi 17T series di China hadir dalam tiga pilihan warna. Xiaomi 17T Pro juga punya tiga warna secara global, sementara Xiaomi 17T tersedia dalam empat warna global, meski tidak semuanya hadir di setiap negara.
Dari sisi harga, pasar China terlihat lebih kompetitif dibanding Eropa dan Indonesia. Xiaomi 17T 12/256 GB dibanderol 2.999 yuan di China, 749 euro di Eropa, dan Rp8,9 juta di Indonesia, sementara varian 12/512 GB dijual 3.499 yuan di China, 799 euro di Eropa, dan Rp9,9 juta di Indonesia.
Untuk Xiaomi 17T Pro, varian 12/256 GB dijual 3.999 yuan di China, 899 euro di Eropa, dan Rp11,9 juta di Indonesia. Varian 12/512 GB dibanderol 4.499 yuan di China, 999 euro di Eropa, dan Rp12,9 juta di Indonesia, sedangkan opsi 16/512 GB hanya tersedia di China dengan harga 4.799 yuan dan versi 12GB/1TB tersedia di Eropa seharga 1.099 euro.
Dengan kombinasi baterai lebih besar pada Xiaomi 17T dan RAM lebih tinggi pada Xiaomi 17T Pro, versi China tampil lebih menarik bagi pengguna yang mengejar daya tahan dan performa. Namun, versi global masih punya keunggulan tersendiri lewat opsi memori internal 1 TB pada Xiaomi 17T Pro.
Source: www.idntimes.com






