Vivo makin menegaskan arah seriusnya di pasar ponsel lipat lewat X Fold6. Perangkat flagship ini dipastikan memakai chipset MediaTek Dimensity 9500 edisi khusus, bukan versi standar yang beredar di pasar.
Kepastian itu muncul menjelang jadwal peluncuran resmi perangkat. Langkah ini juga memperlihatkan kerja sama erat Vivo dan MediaTek untuk menggarap ponsel premium dengan karakter yang berbeda dari smartphone biasa.
Chipset kustom tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan khas perangkat foldable. Vivo menilai ponsel lipat membutuhkan pendekatan yang berbeda karena aktivitas multitasking, pengelolaan visual pada layar besar, dan konsumsi daya cenderung lebih tinggi.
Optimalisasi pada Dimensity 9500 edisi khusus itu mencakup peningkatan performa, efisiensi daya yang lebih baik, dan dukungan AI yang lebih mumpuni. Vivo belum membuka rincian teknis modifikasi chip itu, tetapi perusahaan memberi sinyal bahwa penguatan kemampuan AI menjadi fokus penting dalam pengembangannya.
Dirancang untuk kebutuhan ponsel lipat
Penggunaan chipset khusus ini bukan sekadar pembaruan dapur pacu. Vivo dan MediaTek menyesuaikan chip agar lebih cocok untuk karakter layar lipat yang punya beban kerja berbeda dari ponsel konvensional.
Penyesuaian itu ditujukan untuk menjaga performa tetap stabil saat perangkat dipakai menjalankan aplikasi berat. Pada saat yang sama, sistem juga perlu efisien agar baterai tidak cepat terkuras ketika layar besar aktif lebih lama.
Peningkatan AI disebut akan mendukung sejumlah fungsi inti pada X Fold6. Area yang diuntungkan meliputi produktivitas, fotografi, manajemen daya, dan optimalisasi antarmuka di panel layar lipat.
Fokus pada multitasking dan pengalaman premium
Vivo menempatkan multitasking sebagai salah satu perhatian utama dalam pengembangan X Fold6. Hal itu sejalan dengan kebutuhan pengguna ponsel lipat yang sering membuka beberapa aplikasi sekaligus pada layar berukuran besar.
Dengan chip kustom, perusahaan ingin menghadirkan pengalaman yang lebih mulus saat pengguna berpindah antar-aplikasi. Di sisi lain, kemampuan AI juga diharapkan membantu menjaga respons sistem tetap cepat dan adaptif.
Strategi ini menunjukkan bahwa chipset kini menjadi bagian penting dari diferensiasi produk foldable. Di tengah tren pemanfaatan AI yang terus berkembang, produsen tidak cukup hanya mengandalkan desain lipat dan layar besar.
Posisi X Fold6 di lini premium Vivo
Seri X Fold selama ini menjadi andalan Vivo di segmen premium. Kehadiran X Fold6 memperkuat ambisi perusahaan asal Tiongkok itu untuk tetap bersaing di pasar ponsel lipat yang semakin kompetitif.
Vivo disebut ingin memadukan desain lipat premium, performa kelas flagship, dan teknologi AI generasi terbaru dalam satu perangkat. Karena itu, penggunaan Dimensity 9500 edisi khusus menjadi salah satu penanda paling penting dari arah pengembangan produk ini.
Selain chipset, Vivo juga diperkirakan membawa peningkatan di sektor layar, kamera, ketahanan baterai, dan perangkat lunak. Namun hingga kini, spesifikasi lengkap X Fold6 belum diungkap sepenuhnya kepada publik.
Meski detailnya masih terbatas, konfirmasi soal chipset kustom sudah cukup memberi gambaran tentang posisi perangkat ini. Vivo X Fold6 tampak disiapkan sebagai salah satu produk paling premium dalam portofolio perusahaan, dengan fokus kuat pada performa, efisiensi, dan pengalaman AI pada perangkat lipat.






