Logitech resmi membawa Spotlight 2 Advanced Presenter ke pasar Indonesia sebagai perangkat presentasi premium terbaru. Peluncuran ini menegaskan fokus Logitech pada kebutuhan pembicara yang ingin tampil lebih percaya diri saat berbicara di depan audiens.
Perangkat ini tidak hanya dirancang untuk memindahkan slide, tetapi juga untuk membantu mengurangi rasa gugup saat presentasi. Logitech menempatkan pengalaman pengguna sebagai inti pembaruan, dengan menggabungkan kontrol presentasi dan fitur haptik yang lebih intuitif.
Salah satu pembaruan paling menonjol ada pada teknologi haptics atau umpan balik getaran. Saat tombol ditekan, pengguna merasakan getaran nyata di jari, sehingga interaksi terasa lebih pasti dan tidak membuat presenter harus terus melihat remote.
Fokus pada rasa tenang saat berbicara
Spotlight 2 juga membawa fitur panduan latihan pernapasan berbasis getaran. Getaran halus ini membantu pengguna mengatur napas, menjaga ketegangan, dan menenangkan detak jantung sebelum tampil di hadapan audiens.
Logitech menyebut pendekatan ini sebagai cara untuk membantu presenter tetap fokus pada pemirsa. Dengan bantuan bentuk tombol maju dan mundur yang dibuat berbeda, perangkat dapat dikenali lewat sentuhan tanpa perlu dilihat.
Immersive Haptic Force Button menjadi salah satu pembaruan penting pada presenter ini. Tombol bersensor tekanan tersebut bergetar lembut untuk memberi konfirmasi bahwa perintah perpindahan halaman telah diproses.
Menurut Logitech, pendekatan itu membuat alur presentasi terasa lebih mengalir dan alami. Presenter juga tidak perlu memalingkan pandangan dari layar atau audiens hanya untuk mengecek status perangkat.
VP dan General Manager Logitech, Joseph Mingori, mengatakan Spotlight 2 dirancang sebagai penenang di momen penuh tekanan. Ia menambahkan bahwa kombinasi fitur grounding haptic dan kemampuan digital yang ditingkatkan ditujukan untuk membantu setiap presenter meningkatkan performa.
Lima mode penyorotan digital
Di sisi penyorotan materi, Logitech menambahkan lima opsi efek visual digital. Kelimanya terdiri dari Spotlight, Squarelight, Magnify, Annotate, dan Digital Pointer.
Variasi ini ditujukan untuk membantu audiens memusatkan perhatian pada poin penting dalam presentasi. Fitur tersebut juga relevan untuk rapat tatap muka maupun format hybrid yang kini makin umum digunakan.
Selain itu, Spotlight 2 tetap membawa laser pointer Class 1 terintegrasi. Fitur ini menjaga fungsi presentasi konvensional, terutama di ruangan dengan layar proyektor besar.
Logitech juga menyematkan Action Button yang bisa diprogram lewat aplikasi Logi Options+. Tombol itu dapat digunakan untuk memulai atau menjeda presentasi, menghitamkan layar, hingga mematikan suara mikrofon.
Konektivitas luas dan daya tahan baterai
Untuk konektivitas, perangkat ini mendukung Bluetooth dan receiver Logi Bolt USB-C yang tersedia dalam paket penjualan. Spotlight 2 kompatibel dengan Windows dan macOS.
Perangkat ini juga dapat digunakan pada Microsoft PowerPoint, Google Slides, Apple Keynote, dan Prezi. Jangkauan nirkabelnya mencapai hingga 30 meter, memberi ruang gerak lebih luas bagi pembicara.
Logitech mengklaim baterai Spotlight 2 bisa bertahan hingga tiga bulan saat terisi penuh. Pengisian selama satu menit disebut mampu memberi daya untuk presentasi selama tiga jam.
Material ramah lingkungan dan spesifikasi fisik
Logitech turut menonjolkan aspek keberlanjutan pada perangkat ini. Casing memakai aluminium yang diproses lewat energi terbarukan, sementara 43 persen komponen plastik daur ulang pascakonsumen digunakan pada varian Graphite, Sand, Light Lilac, dan Black.
Kemasan luar produk juga menggunakan bahan kertas bersertifikasi FSC. Dari sisi fisik, perangkat ini berukuran 145 mm x 30 mm x 13,5 mm dengan bobot sekitar 55 gram.
Setiap unit Spotlight 2 Advanced Presenter mendapat garansi perangkat keras terbatas selama satu tahun. Perangkat ini mulai didistribusikan di Indonesia pada Juni 2026 dengan harga Rp2.415.000 dan tersedia melalui toko resmi Logitech di kanal daring maupun gerai luring.







