DJI Gugat Duluan, Insta360 Balik Menyerang dengan 5 Paten yang Bisa Mengusik Osmo

Persaingan DJI dan Insta360 di pasar kamera vlogging dan pocket gimbal kini masuk ke babak hukum yang lebih agresif di Amerika Serikat. Setelah DJI menggugat lebih dulu, Insta360 langsung melawan lewat gugatan balik yang menuduh DJI melanggar paten miliknya sendiri.

Langkah balasan itu membuat sengketa ini bukan lagi sekadar persaingan produk, tetapi perang paten terbuka antara dua nama besar di segmen kamera stabilisasi. Dampaknya bisa meluas, mulai dari penjualan perangkat di AS hingga arah inovasi produk di kategori yang sedang tumbuh cepat ini.

Gugatan balik Insta360

Insta360 mengajukan dua gugatan balik pada 12 Juni di Amerika Serikat. Perusahaan itu menuduh DJI melanggar lima paten utilitas yang berkaitan dengan teknologi inti pada perangkat kamera dan gimbal.

Paten yang dipersoalkan mencakup stabilisasi gimbal, kontrol arah, stabilisasi kamera yang halus, overlay telemetri, dan stabilisasi video panorama. Menurut Insta360, teknologi tersebut digunakan di banyak produk DJI.

Produk yang disebut mencakup seri Osmo Pocket, gimbal Ronin/RS, Osmo Mobile, hingga kamera Osmo 360. Dengan cakupan produk yang luas, sengketa ini berpotensi menyentuh lini perangkat konsumen dan kreator yang menjadi andalan DJI.

Serangan hukum ini datang hanya beberapa hari setelah Insta360 memperkenalkan Luna Ultra. Waktu kemunculannya menegaskan bahwa peluncuran produk baru kini berjalan beriringan dengan pertarungan hak kekayaan intelektual.

DJI lebih dulu menggugat

Pada hari yang sama dengan peluncuran Luna Ultra, DJI mengajukan dua gugatan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Texas. DJI menuduh seri Luna melanggar paten desain dan paten utilitas yang berkaitan dengan lini Osmo Pocket.

DJI meminta larangan permanen atas penjualan produk tersebut di pasar AS. Perusahaan itu juga menuntut ganti rugi dalam perkara tersebut.

Distrik Timur Texas sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah yang kerap menjadi arena sengketa kekayaan intelektual. Karena itu, perkembangan perkara ini akan dipantau ketat oleh pelaku industri perangkat pencitraan dan aksesori kreator.

Produk yang jadi pemicu

Luna Ultra diumumkan pada 10 Juni 2026 sebagai kamera gimbal dual-lensa kelas premium yang dikembangkan bersama Leica. Produk ini membawa perekaman video 8K, slow-motion 4K 120fps, layar sentuh OLED yang dapat dilepas, dan sistem stabilisasi yang diklaim sangat canggih.

Perangkat ini langsung ditempatkan sebagai penantang serius di kelas kamera vlogging stabil. Kehadiran desain modular dan pendekatan dual-lensa juga membuatnya berbeda dari banyak produk lain di kategori serupa.

Insta360 mematok harga Luna Ultra sekitar $770. Produk itu dilaporkan memulai penjualan dengan kuat dan menjadi salah satu penjual teratas di kategori camcorder Amazon di AS pada hari pertama.

Capaian awal itu memberi konteks tambahan pada panasnya sengketa ini. Di tengah pasar yang sangat kompetitif, performa komersial produk baru bisa ikut memperbesar tensi antara dua pemain besar.

Sikap Insta360

Pendiri Insta360, JK Liu, menyatakan perusahaannya lebih memilih membiarkan produk yang berbicara. Namun, ia menegaskan Insta360 tidak takut menghadapi pertarungan hukum ketika ditantang.

Ia mengatakan perusahaan berkomitmen penuh melindungi inovasi dan akan mengambil tindakan tegas untuk membela hak kekayaan intelektualnya dari pelanggaran. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Insta360 ingin memosisikan diri bukan hanya sebagai tergugat, tetapi juga sebagai pemilik teknologi yang merasa dirugikan.

Liu juga menolak anggapan bahwa Luna Ultra meniru produk pihak lain. Ia menyebut perangkat itu lahir dari riset dan pengembangan internal selama bertahun-tahun yang dimulai sejak 2020.

Menurut dia, pengembangan tersebut dibangun di atas pengalaman Insta360 lewat produk-produk sebelumnya seperti ONE R, Link Series, dan gimbal Flow. Ia bahkan menyiratkan bahwa gugatan DJI yang diajukan pada hari peluncuran menunjukkan kekhawatiran terhadap persaingan dari produk yang sangat kompetitif.

Taruhannya lebih besar dari satu produk

Insta360 menegaskan telah menolak tuduhan DJI. Di sisi lain, DJI berupaya menghentikan penjualan Luna di AS melalui jalur pengadilan.

Pertarungan ini juga bukan yang pertama antara kedua perusahaan. Sengketa paten serupa sebelumnya sudah pernah muncul di China, sehingga perkara di AS terlihat sebagai kelanjutan dari rivalitas yang sudah lama terbentuk.

Karena produk yang disebut dalam gugatan balik Insta360 mencakup beberapa lini penting DJI, perkara ini berpotensi memiliki pengaruh lebih luas dibanding sengketa yang hanya berfokus pada satu perangkat. Jika proses hukum bergerak lebih jauh, dampaknya bisa menyentuh ketersediaan produk dan strategi bisnis kedua perusahaan.

Di tengah pertumbuhan pasar kamera vlogging dan pocket gimbal, sengketa ini memperlihatkan bahwa persaingan kini tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi, desain, atau fitur. Hak paten atas stabilisasi, kontrol arah, dan overlay telemetri kini menjadi medan utama dalam perebutan posisi di pasar AS.

Source: www.gizmochina.com

Terkait