OnePlus kembali menyasar pasar kelas menengah dengan membawa senjata utama yang langsung mencuri perhatian: baterai jumbo hingga 8.000 mAh. Melalui peluncuran OnePlus Turbo 6X Series di China, pabrikan ini menempatkan daya tahan baterai, performa, dan layar cepat sebagai paket andalan untuk pengguna yang butuh ponsel kencang sekaligus awet.
Seri ini terdiri dari OnePlus Turbo 6X dan Turbo 6X Pro. Keduanya hadir dengan layar 144Hz dan mengusung kombinasi fitur yang menargetkan kebutuhan gaming, multitasking, dan pemakaian harian yang lebih panjang.
Dua model, dua karakter baterai
Turbo 6X menjadi model yang lebih terjangkau dengan baterai silikon-karbon 7.000 mAh. Ponsel ini juga didukung pengisian cepat 45W untuk menjaga waktu isi daya tetap efisien.
Di atasnya, Turbo 6X Pro membawa baterai 8.000 mAh. Varian ini didukung fast charging 80W dan diklaim bisa mengisi daya hingga 50 persen dalam waktu sekitar 31 menit.
Performa ditopang chipset kelas menengah
Pada sisi dapur pacu, OnePlus memberi diferensiasi yang cukup jelas di antara dua model ini. Turbo 6X memakai chipset MediaTek Dimensity 7360 Super, sementara Turbo 6X Pro dibekali Dimensity 7400 Super.
Chipset pada varian Pro diklaim menawarkan peningkatan performa CPU dan GPU. Kombinasi ini ditujukan untuk gaming dan multitasking berat, sehingga Turbo 6X Series tidak hanya bermain di sisi daya tahan baterai.
Layar cepat dan sistem terbaru
Kedua perangkat sudah menjalankan Android 16 dengan antarmuka ColorOS 16. OnePlus juga menyiapkan konfigurasi RAM hingga 12GB dan penyimpanan internal sampai 256GB untuk keduanya.
Kehadiran layar 144Hz melengkapi paket spesifikasi tersebut. Fitur ini membuat Turbo 6X Series tampil kompetitif di segmen menengah, terutama bagi pengguna yang mencari pengalaman visual lebih mulus.
Harga dan ketersediaan
OnePlus Turbo 6X dibanderol mulai 1.499 yuan atau sekitar Rp3,4 juta. Sementara itu, Turbo 6X Pro dijual mulai 1.699 yuan atau sekitar Rp3,8 juta.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai peluncuran perangkat tersebut di Indonesia. Artinya, konsumen di luar China masih perlu menunggu kepastian lebih lanjut soal jadwal dan ketersediaannya di pasar lain.







