Honor Dan Arri Bawa Kamera Robot Ke Karpet Merah, Ponsel Yang Mengikuti Gerak Pemakainya

Author: Qoo Media

Honor membawa konsep ponsel ke arah yang belum biasa lewat Robot Phone yang debut di red carpet pembukaan Shanghai International Film Festival. Perangkat ini memadukan interaksi AI dengan kamera beresolusi tinggi yang bisa keluar dari bodi ponsel seperti antena, bergerak sendiri, lalu kembali masuk saat tidak digunakan.

Kemunculannya di karpet merah memberi panggung yang tepat untuk menunjukkan ambisi Honor di perangkat berbasis AI. Bukan hanya tampil sebagai konsep visual, ponsel ini juga diposisikan sebagai alat kerja yang bisa dipakai langsung dalam produksi gambar dan video.

Honor menempatkan Robot Phone sebagai perangkat imaging resmi festival. Ellemen, majalah fashion dan gaya hidup resmi Shanghai IFF, memakainya untuk membuat serangkaian film pendek yang menampilkan 21 anggota dewan juri Golden Goblet, dipimpin Tony Leung Chiu-wai.

Kolaborasi perdana Honor dan Arri

Robot Phone juga menandai kolaborasi pertama Honor dengan Arri, perusahaan teknologi kamera sinematik global. Dari kerja sama itu, perangkat ini membawa kemampuan video call AI dengan sudut pandang penuh yang dapat mengikuti pengguna melalui kontrol gerak robotik.

Honor dan Arri juga membekali perangkat ini dengan sistem stabilisasi gimbal tiga sumbu. Fitur itu ditujukan untuk menjaga hasil tangkapan tetap mulus saat dipakai di lingkungan yang dinamis.

David Bermbach, managing director Arri, mengatakan bahwa smartphone konsumen sudah menjadi alat serius dalam pembuatan film profesional dan dipakai dalam blockbuster di berbagai belahan dunia. Ia menegaskan bahwa kedua dunia, konsumen dan sinema, perlu dibuat semakin dekat.

Dipakai di red carpet dan area acara

Selain di red carpet, Robot Phone ikut digunakan untuk meliput makan malam pembukaan dan momen di belakang panggung sepanjang acara. Penggunaan itu memperlihatkan bahwa Honor tidak hanya ingin menampilkan desain futuristis, tetapi juga fungsi yang relevan untuk dokumentasi dan produksi cepat.

Pendekatan ini selaras dengan dorongan Honor pada perangkat keras berbasis AI di berbagai kategori. Perusahaan yang sebelumnya merupakan sub-merek Huawei itu memang aktif menghubungkan teknologi robotik dan komputasi cerdas ke produk-produknya.

Pada April, robot humanoid Honor bernama Lightning menyelesaikan Beijing E-Town Half-Marathon dalam 50’26". Catatan itu melampaui rekor dunia manusia 57’20" yang dibuat Jacob Kiplimo di Lisbon pada Maret.

Rencana rilis dan arah produk

Honor sebelumnya mengumumkan pada Mei di Cannes bahwa Robot Phone akan dijual ke publik pada Q3. Informasi itu membuat debut di Shanghai terasa seperti tahap awal pengenalan sebelum perangkat masuk ke pasar.

Dengan kamera bergerak, AI interaction, dan stabilisasi gimbal tiga sumbu, Honor tampak mencoba menempatkan Robot Phone di persimpangan antara smartphone premium dan alat kreatif. Debut di festival film juga memperkuat pesan bahwa perangkat ini diarahkan untuk pengguna yang mengutamakan visual, mobilitas, dan pengalaman AI dalam satu perangkat.

Terbaru