Ternyata Bukan Buatan Amerika, Teardown Ungkap Trump Phone Dirancang Di China

Trump Mobile kembali jadi sorotan setelah uji bongkar pada T1 phone memunculkan dugaan kuat bahwa perangkat itu jauh dari klaim “Made in America” yang sempat dipromosikan. Hasil pembongkaran yang dilakukan iFixit bersama NBC menunjukkan ponsel itu sangat mirip dengan HTC U24 Pro, model yang dibuat di China untuk perusahaan Taiwan tersebut.

Sorotan ini penting karena Trump Organization sebelumnya telah menarik mundur klaim “Made in America” dari materi promosinya. Setelah itu, perusahaan memakai frasa seperti “Designed with American Values,” “Proudly American,” dan “American Proud Design” untuk menggambarkan T1 phone.

Jejak desain dan perakitan yang dipertanyakan

iFixit menilai bahwa dalam waktu yang sangat singkat sejak merek itu hadir, dengan jumlah unit yang terbatas dan harga yang setara dengan U24 Pro, T1 hanya mungkin dibuat di fasilitas yang sudah memiliki tooling dan lini produksi yang sama. Dari sini, iFixit menyimpulkan bahwa ponsel itu kemungkinan besar dibuat dengan basis manufaktur yang sudah tersedia sebelumnya, bukan dibangun dari nol di Amerika.

Pembongkaran itu juga menyebut perangkat tersebut kemungkinan “designed in China, made in China, with the vast majority of parts sourced from China.” Perkiraan itu diperkuat oleh temuan bahwa sebagian besar komponen berasal dari China.

Ada satu perbedaan utama yang terdeteksi pada baterai, karena unit untuk Trump phone disebut dibuat di Filipina. Namun, komponen lain tetap didominasi asal China, sehingga narasi “Made in America” makin sulit dipertahankan.

Komponen yang berbeda, tetapi asal produksinya tetap serupa

Selain baterai, teardown juga menemukan perbedaan pada chipset package. Trump phone memakai chipset package dari Micron Technology Inc, sedangkan HTC U24 Pro menggunakan komponen serupa buatan SK Hynix.

Di sisi inti perangkat, T1 Trump phone memakai prosesor Snapdragon dari Qualcomm Inc dan berjalan di platform Android. Detail itu menunjukkan ponsel ini memakai komponen dan ekosistem yang umum di pasar smartphone, bukan sistem khusus yang sepenuhnya dikembangkan untuk produksi lokal.

The Verge sebelumnya juga melaporkan bahwa HTC mengatakan mereka “does not design or manufacture phones for third parties.” Namun, laporan itu juga menyebut HTC mungkin memakai perusahaan pihak ketiga untuk membuat U24 Pro, dan Trump Mobile diduga memakai perusahaan pihak ketiga yang sama untuk membuat T1 Phone.

Delays, perubahan slogan, dan pertanyaan publik

Trump Mobile, yang dijalankan Donald Trump Jr. dan Eric Trump, mengalami sejumlah penundaan dalam menghadirkan ponselnya ke konsumen. Di saat yang sama, situs perusahaan juga berulang kali mengubah slogan dan pilihan kata yang dipakai untuk menjual produk tersebut.

Perubahan dari “Made in America” ke “shaped by American innovation” menjadi salah satu yang paling ramai dibahas. Pergeseran bahasa itu memunculkan pertanyaan baru tentang di mana T1 phone sebenarnya dibuat dan sejauh mana klaim awalnya bisa dipercaya.

Kontroversi seputar produk ini juga memicu kritik politik. Anggota Partai Demokrat menyerang perusahaan itu karena potensi konflik kepentingan, mengingat operasi bisnis dijalankan oleh anggota keluarga presiden.

Menanggapi kritik serupa sebelumnya, White House Press Secretary Karoline Leavitt mengatakan kepada Benzinga bahwa “The media’s continued attempts to fabricate conflicts of interest are irresponsible and reinforce the public’s distrust in what they read. Neither the president nor his family have ever engaged, or will ever engage, in conflicts of interest.”

Di tengah polemik itu, ponsel untuk Trump Mobile akhirnya mulai dikirim kepada pelanggan yang sudah melakukan pre-order. Namun, dengan hasil teardown yang menempatkan desain dan manufakturnya jauh dari Amerika, narasi awal di balik T1 phone kini menghadapi ujian paling berat.

Terkait