Mencari audio terbaik saat merekam dengan iPhone kini tidak lagi sekadar mengandalkan mikrofon bawaan. Untuk hasil yang paling rapi, kombinasi aplikasi pihak ketiga dan mikrofon eksternal masih menjadi pilihan yang paling kuat.
Perbaikan audio penting karena kualitas suara buruk bisa merusak konten yang visualnya sudah bagus. Suara terlalu pelan, angin terlalu kencang, atau dialog yang tidak jelas sering kali membuat hasil rekaman sulit dipakai.
Apple memang sudah meningkatkan kemampuan rekaman audio di iPhone lewat machine learning dan speaker buatannya sendiri. Perangkat audio buatan Apple juga bisa membantu, termasuk EarPods dan AirPods, tetapi hasil yang benar-benar lebih profesional tetap cenderung datang dari aksesori tambahan.
Aksesori pihak ketiga memberi ruang kontrol lebih besar
Pasar aksesori iPhone sekarang jauh lebih luas, terutama sejak iPhone 15 memakai port USB-C. Perubahan itu membuka lebih banyak pilihan mikrofon dibanding era port Lightning yang lebih terbatas.
Nama seperti RODE, Shure, dan DJI muncul sebagai opsi yang menonjol untuk kebutuhan rekaman. Mereka menawarkan mikrofon nirkabel kecil hingga mikrofon yang lebih serius untuk podcast dan produksi konten.
Aplikasi pendamping dari merek-merek itu juga menambah kendali atas video dan audio. RODE Capture, misalnya, punya antarmuka yang intuitif, pengaturan video penting, mode kamera ganda, dan opsi menyimpan video sebagai file terpisah atau satu file.
Pengguna iPhone terbaru mendapat bantuan dari fitur bawaan
Apple menyebut pengguna iPhone 16 sudah bisa merekam suara dengan kemampuan Spatial Audio. Di menu Settings, pengguna dapat masuk ke Camera, lalu memilih Record Sound dan menentukan Spatial Audio, Stereo, atau Mono.
Pada perangkat ini, Apple juga otomatis mengurangi kebisingan seperti angin dan suara orang lain. Saat video diedit di Photos, ada lebih banyak opsi audio mix, sementara di Voice Memos pengguna bisa menekan opsi untuk meningkatkan audio.
Dukungan itu membuat iPhone tetap mampu menangani rekaman dasar dengan baik. Namun, hasil terbaik masih sangat bergantung pada kondisi sekitar dan perangkat yang dipakai saat merekam.
AirPods dan EarPods juga punya peran penting
Apple juga memungkinkan AirPods Pro 2, AirPods Pro 3, AirPods 4, dan AirPods Max 2 dipakai untuk merekam audio saat membuat video atau mengambil foto. Dengan iOS 26, mikrofon pada headphone itu juga bisa dipakai untuk merekam suara.
Caranya dilakukan dengan menghubungkan AirPods, membuka Camera dalam mode Video, lalu masuk ke Control Center dan memilih Camera Controls untuk mengubah input ke AirPods. Bagi banyak pengguna, opsi ini memberi fleksibilitas tanpa perlu membawa perlengkapan tambahan yang besar.
EarPods kabel tetap disebut sebagai mikrofon “profesional” yang mudah dipakai kreator. Dengan harga di bawah $20, pengguna tinggal menghubungkannya ke iPhone, memulai rekaman video atau voice note, lalu mendekatkan mikrofon ke mulut.
Pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan
Bagi sebagian orang, pilihan paling masuk akal adalah memakai alat yang sudah ada di tangan. Bagi yang mengejar kualitas lebih tinggi, mikrofon eksternal dan aplikasi pihak ketiga memberi hasil yang lebih meyakinkan.
RODE, Shure, dan DJI menawarkan pendekatan yang berbeda, tetapi tujuannya sama: membuat suara terdengar lebih bersih dan lebih terkendali. Di sisi lain, Apple sudah menyediakan jalur yang cukup lengkap lewat iPhone terbaru, AirPods, dan EarPods bagi pengguna yang ingin mulai dari ekosistem sendiri.
