Vivo mulai membuka lebih banyak detail resmi tentang X Fold 6, dan sorotan utamanya langsung mengarah ke kamera. Perangkat lipat ini dipastikan membawa kamera utama 200 megapiksel, sampel foto resmi sudah dibagikan, dan dukungan teleconverter eksternal juga telah dikonfirmasi.
Fokus Vivo tidak hanya pada angka resolusi, tetapi juga pada kemampuan memotret jarak jauh di perangkat lipat. X Fold 6 disebut menjadi ponsel lipat pertama dengan kamera periskop telefoto bersertifikasi ZEISS APO, sekaligus mendukung Vivo ZEISS Teleconverter G2 hingga ekuivalen fokal 200mm.
Detail baru ini dibagikan melalui unggahan terpisah di Weibo oleh Vivo Product Vice President Huang Tao dan Han Boxia, Product Manager di Vivo Communication Technology. Pengungkapan tersebut menambah daftar spesifikasi yang sebelumnya sudah mulai di-teaser Vivo untuk pasar China sejak pekan lalu.
Kamera utama Vivo X Fold 6 menggunakan sensor Samsung HPB 200 megapiksel berukuran 1/1,4 inci. Kamera ini memiliki bukaan f/1.68 dan dukungan stabilisasi gambar tingkat CIPA 4.5.
Untuk kamera telefoto, Vivo memakai sensor Sony LYT-602 pada modul periskop. Sertifikasi ZEISS APO biasanya menandai perhatian lebih pada koreksi optik, dan di sini Vivo menempatkannya sebagai salah satu pembeda utama X Fold 6 dari ponsel lipat lain.
Dukungan Vivo ZEISS Teleconverter G2 menjadi poin yang paling menonjol dari sisi fotografi jarak jauh. Aksesori ini memungkinkan panjang fokus ekuivalen hingga 200mm, yang diarahkan untuk memotret subjek jauh seperti konser dan ajang olahraga.
Vivo juga sudah memamerkan sejumlah sampel kamera resmi untuk X Fold 6. Kehadiran sampel ini menandakan perusahaan ingin menonjolkan performa kamera lebih awal, bukan sekadar menyebut spesifikasi di atas kertas.
Kemampuan imaging lain yang sudah dikonfirmasi mencakup chip pencitraan Vivo V3+. Ponsel ini juga mendukung beberapa focal length portrait dari 23mm hingga 100mm, full-focus flash support, dan fitur fotografi berbasis AI.
Di luar kamera, Vivo membangun X Fold 6 sebagai perangkat lipat layar besar untuk produktivitas. Perusahaan menyebut perangkat ini dirancang untuk menggabungkan pengalaman foldable berlayar luas dengan produktivitas yang diperkuat AI.
Salah satu fitur perangkat lunak yang disorot adalah Atomic Workbench versi baru. Fitur ini diklaim dapat menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan di layar besar untuk memberi pengalaman multitasking yang lebih mulus.
Seluruh pengalaman itu ditopang oleh OriginOS 6 Fold dan chipset Dimensity 9500. Pilihan prosesor ini juga penting karena Vivo sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa X Fold 6 meninggalkan Snapdragon, platform yang sudah lama dipakai merek itu pada lini foldable-nya.
Layar dan desain
Vivo X Fold 6 dibekali layar dalam 8,02 inci. Panel ini menggunakan material emisi terbaru Samsung M14, yang umumnya dikaitkan dengan kualitas tampilan kelas atas.
Baik layar dalam maupun layar luar disebut mampu mencapai kecerahan puncak 5.000 nit. Vivo juga menyertakan mode kecerahan rendah 1 nit untuk kenyamanan penggunaan pada malam hari.
Dari sisi kenyamanan visual, perangkat ini telah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland Global Eye Protection 3.0. Hal ini menunjukkan Vivo tidak hanya mengejar tingkat terang tinggi, tetapi juga pengalaman layar yang lebih nyaman untuk pemakaian lama.
Untuk desain, Vivo memperkenalkan opsi warna Blue Hole. Warna ini disebut terinspirasi dari sinkhole biru laut dalam, dan dipadukan dengan sudut bodi yang dibuat lebih membulat.
Vivo juga menyiapkan frame logam yang disempurnakan untuk meningkatkan kenyamanan saat digenggam. Meski begitu, perusahaan tetap menekankan profil yang tipis dan ringan agar perangkat lipat ini tetap praktis dipakai sehari-hari.
Posisi X Fold 6 di lini foldable Vivo
Dengan kombinasi kamera 200 megapiksel, telefoto periskop ZEISS APO, dan dukungan teleconverter, Vivo tampak ingin menempatkan X Fold 6 sebagai foldable flagship yang kuat di sektor imaging. Strategi itu dilengkapi dengan layar besar, fitur multitasking, dan pendekatan desain yang menyeimbangkan estetika dengan portabilitas.
Masih ada satu detail yang belum diumumkan resmi, yakni kapasitas baterai. Namun, rumor yang beredar menyebut X Fold 6 bisa membawa baterai 6.900mAh, angka yang akan sangat besar untuk kelas ponsel lipat bila nantinya terbukti benar.
Untuk jadwal peluncuran, X Fold 6 diperkirakan meluncur di China pada akhir bulan ini. Dengan semakin banyak spesifikasi resmi yang dibuka, perhatian kini tertuju pada apakah Vivo juga akan mengungkap detail konfigurasi kamera lengkap, bobot perangkat, dan kapasitas baterai saat peresmian nanti.
Source: www.gizmochina.com






