Bos Foundry Samsung Buka Fakta Pahit, Divisi Ini Mungkin Belum Untung Sampai 2028

Author: Qoo Media

Divisi foundry Samsung dinilai masih akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali sehat secara finansial. Pimpinan bisnis foundry Samsung, Han Jin-man, menyebut target yang lebih realistis untuk mencapai profitabilitas adalah 2028, bukan dalam waktu dekat.

Pernyataan itu memberi sinyal bahwa pemulihan bisnis manufaktur chip kontrak Samsung berjalan lebih lambat dari harapan. Bagi pasar, ini penting karena foundry menjadi salah satu area kunci saat persaingan semikonduktor semakin ketat.

Han Jin-man, yang menjabat Presiden sekaligus Head of the Foundry Business, menyampaikan bahwa membuat divisi ini untung bahkan pada tahun depan tidak akan mudah. Ia menyampaikan pembaruan itu dalam sebuah briefing manajemen kepada karyawan, seperti dikutip Business Korea.

Pandangan itu juga menunjukkan sikap internal yang lebih konservatif. Sebelumnya, sempat muncul harapan bahwa bisnis non-memori Samsung bisa mencapai titik impas lebih cepat, tetapi arah terbaru perusahaan justru menekankan proses pemulihan yang lebih panjang.

Target untung mundur

Perkiraan industri menyebut divisi non-memori Samsung, termasuk foundry dan System LSI, masih berpotensi mencatat kerugian sekitar 2 triliun hingga 3 triliun won pada tahun ini. Meski nilai kerugian itu disebut bisa menurun, beban finansialnya tetap besar.

Karena itu, target impas pada tahun depan kini terlihat sulit dicapai. Samsung tampaknya memilih menata ulang ekspektasi sambil memperbaiki fondasi bisnis sebelum mengejar pertumbuhan yang lebih agresif.

Salah satu tekanan utama datang dari biaya. Sistem bonus kinerja baru yang dikaitkan dengan hasil divisi semikonduktor diperkirakan akan menekan margin, meski kebijakan itu dapat membantu mempertahankan talenta.

Langkah tersebut menunjukkan dilema yang sedang dihadapi Samsung. Di satu sisi, perusahaan perlu menjaga sumber daya manusia di sektor chip, tetapi di sisi lain pengeluaran tambahan membuat jalan menuju profit menjadi lebih berat.

Masalah struktural belum selesai

Tantangan Samsung tidak hanya soal biaya. Bisnis foundry disebut masih sangat bergantung pada permintaan yang terkait dengan perangkat mobile, sehingga basis permintaannya belum cukup beragam.

Selain itu, isu kematangan proses produksi juga masih menjadi hambatan. Pesanan dengan margin rendah ikut membebani profitabilitas, sementara strategi pada node lawas belum banyak membantu meningkatkan efisiensi operasional.

Kombinasi faktor ini membuat pemulihan tidak cukup hanya mengandalkan kenaikan volume produksi. Samsung perlu memperbaiki kualitas pesanan, struktur biaya, dan daya saing teknologinya secara bersamaan.

Situasi itu juga menjelaskan mengapa perusahaan belum ingin terlalu optimistis. Dalam industri foundry, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi chip, tetapi juga oleh tingkat hasil produksi, jenis pelanggan, dan nilai kontrak yang didapat.

Arah strategi baru Samsung

Untuk merespons tekanan tersebut, Samsung kini mengalihkan fokus ke penguatan node canggih. Pada saat yang sama, perusahaan juga berupaya membangun basis yang lebih stabil untuk proses mature node.

Strategi ini menandai upaya reset yang lebih luas. Samsung tampaknya ingin mengurangi titik lemah yang selama ini menekan profitabilitas, sambil mempersiapkan landasan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Menariknya, segmen 8 inci yang selama ini disebut menguntungkan justru bisa dikurangi secara bertahap. Persaingan yang makin intens di area itu dinilai dapat mengubah daya tarik bisnisnya ke depan.

Jika langkah itu benar-benar diterapkan, Samsung akan semakin menaruh bobot pada lini yang dianggap lebih strategis. Namun perubahan seperti ini juga menuntut eksekusi yang rapi agar tidak menciptakan tekanan baru pada pendapatan.

Harapan dari fasilitas 2nm dan klien besar

Di tengah tantangan, Samsung masih memiliki sejumlah faktor pendukung. Perusahaan disebut mulai menunjukkan kemajuan dalam mendapatkan klien dengan kualitas yang lebih baik, yang penting untuk meningkatkan margin dan reputasi teknologinya.

Fasilitas 2nm Samsung di Taylor, Texas, juga menjadi bagian penting dari rencana itu. Pabrik tersebut diperkirakan memulai operasi awal pada akhir tahun ini, sementara produksi massal direncanakan pada tahun depan.

Kehadiran fasilitas baru itu dapat membantu Samsung memperkuat posisi pada node paling maju. Jika berjalan sesuai rencana, kapasitas baru tersebut bisa menjadi sarana untuk menarik proyek bernilai lebih tinggi.

Kemitraan dengan pemain besar seperti Tesla dan perusahaan lain juga disebut dapat memperbaiki prospek jangka panjang. Bagi Samsung, pelanggan besar bukan hanya sumber volume, tetapi juga penopang kredibilitas di pasar foundry global.

Meski begitu, komentar Han Jin-man menunjukkan bahwa manfaat dari langkah-langkah tersebut tidak akan langsung terasa pada laba. Samsung masih melihat jalan pemulihan sebagai proses bertahap, dengan 2028 kini menjadi patokan yang dinilai paling masuk akal untuk membawa bisnis foundry kembali menghasilkan keuntungan.

Source: sammyguru.com
Terbaru