NVIDIA tiba-tiba masuk lebih dalam ke pasar laptop lewat System on Chip bernama RTX Spark. Chip berbasis ARM itu langsung diposisikan untuk menantang Snapdragon dan prosesor M series Apple, sekaligus membuka babak baru persaingan di luar dominasi Intel dan AMD.
Panggung perkenalannya datang lewat Computex 2026, tetapi gaungnya sudah terasa lebih dulu karena banyak produsen besar ikut merapat. ASUS, HP, Dell, dan Microsoft disebut sudah menyiapkan laptop yang memakai RTX Spark, meski perangkatnya belum dijual secara resmi.
Microsoft andalkan kelas premium
Microsoft menjadi salah satu yang paling menonjol lewat Surface Laptop Ultra. Laptop ini masuk kelas tertinggi karena memakai bahan premium, bobotnya di bawah 2 kilogram, dan membawa panel mini-LED 15 inci.
Microsoft juga mengklaim baterainya bisa bertahan seharian, setara dengan MacBook. Pada halaman resminya, Microsoft menyebut Surface Laptop Ultra yang ditenagai RTX Spark punya performa GPU tinggi, sanggup menjalankan game dengan lancar, dan membawa sistem pendingin yang ditingkatkan 2,5 kali lipat.
ASUS bidik kreator profesional
ASUS memasukkan RTX Spark ke lini ProArt P16, tepatnya pada model H7607. Laptop ini memang dirancang untuk kreator dengan prosesor kencang, GPU bertenaga, kemampuan AI tinggi, dan panel ASUS Lumina OLED 4K.
Bobotnya hanya 1,77 kilogram, jadi perangkat ini tetap terasa portabel untuk kerja lapangan. ASUS juga menonjolkan kemampuan render video 4K yang cepat, pengeditan foto berbasis AI, akurasi warna Delta E < 1, refresh rate 120Hz, serta RAM 128GB.
HP fokus pada paket lengkap
HP kembali memperbarui OmniBook X 14 dan mengganti otaknya ke RTX Spark. Sebelumnya, lini ini sempat hadir dengan Snapdragon X Elite pada 2024, lalu kini masuk ke kelas premium dengan ketebalan 15,53 milimeter.
HP menyebut perangkat itu mampu menjalankan model AI hingga 120 miliar parameter. Spesifikasinya juga mencakup RAM hingga 128GB, layar IPS 2.2K, port USB Type C, USB Type A, audio jack, dan daya tahan baterai hingga 30 jam.
Dell dan Lenovo incar pengguna produktif
Dell ikut bergerak lewat XPS 16 Creator Edition, laptop tipis yang ditujukan untuk kreator dan developer. Dell menempatkannya sebagai perangkat produktivitas dengan kemampuan render cepat, penyimpanan data besar, layar berkualitas, dan dukungan AI yang membantu pekerjaan harian.
Laptop ini memakai panel Tandem OLED dengan teknologi True Black HDR 600. Dell juga membekalinya dengan RAM 128GB, port USB Type C, SD Card reader, dan HDMI, sehingga konektivitasnya terasa lebih lengkap dibanding banyak laptop tipis lain.
Lenovo menyiapkan Yoga Pro 9n sebagai penantang berikutnya. NotebookCheck melaporkan perangkat ini punya trackpad besar, baterai yang awet seharian, speaker mengarah ke atas, bodi ramping, serta port HDMI dan SD Card reader.
Lenovo Yoga Pro 9n juga disebut dirancang khusus untuk kreator. Namun, informasi soal spesifikasi detail, harga, dan keunggulan lain masih belum tersedia.
Awal langkah NVIDIA di prosesor laptop
Kehadiran RTX Spark membuat NVIDIA tidak lagi hanya identik dengan GPU. Langkah ini menjadi pijakan awal perusahaan untuk masuk lebih serius ke dunia prosesor dan SoC setelah lama menguasai industri grafis.
Yang menarik, fokus utamanya bukan laptop entry-level, melainkan perangkat premium dengan AI, produktivitas, dan kreativitas sebagai jualan utama. Sampai saat ini, laptop-laptop RTX Spark masih belum tersedia secara resmi di pasar, sehingga konsumen masih harus menunggu informasi lanjutan dari masing-masing produsen.
Source: www.idntimes.com





