Menunda pembelian ponsel lipat Samsung untuk beberapa pekan ke depan tampak menjadi langkah yang masuk akal. Rumor terbaru menyebut Galaxy Z Fold 8 akan meluncur pada 22 Juli, dengan perubahan yang cukup besar dibanding pola pembaruan kecil yang sempat melekat pada seri ini.
Bukan hanya soal chip baru, Samsung juga disebut menyiapkan dua pendekatan desain sekaligus. Jika bocoran ini akurat, Galaxy Z Fold 8 akan hadir dalam dua ukuran dan dua bentuk yang menyasar kebutuhan pengguna yang berbeda.
Dua varian, dua arah desain
Perubahan paling menarik ada pada kemungkinan hadirnya Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra secara bersamaan. Model Ultra disebut menjadi penerus langsung Galaxy Z Fold 7, dengan dimensi yang tetap tinggi, tiga kamera belakang, spesifikasi kelas atas, dan baterai yang sedikit lebih besar.
Sementara itu, model standar Galaxy Z Fold 8 justru disebut mengusung bodi yang lebih lebar. Bentuknya dikabarkan lebih menyerupai paspor, mengikuti tren ponsel lipat model buku yang kini bergerak ke desain lebih lebar dan tidak terlalu menjulang.
Bagi calon pembeli, perbedaan ini penting karena menyangkut pengalaman penggunaan sehari-hari. Pengguna yang menyukai bentuk Fold lama kemungkinan akan lebih tertarik ke varian Ultra, sedangkan yang merasa Fold saat ini terlalu tinggi bisa menunggu model standar yang lebih lebar.
Samsung sendiri sempat dianggap terlalu berhati-hati dalam beberapa generasi terakhir. Setelah Galaxy Z Fold 7 hadir sebagai foldable paling tipis saat diperkenalkan, langkah berikutnya justru bisa berbalik arah dengan fokus pada pilihan bentuk dan fungsi.
S Pen berpeluang kembali
Salah satu alasan terbesar untuk menunggu adalah kemungkinan kembalinya dukungan S Pen. Fitur ini sempat hadir pada Galaxy Z Fold 3 hingga Z Fold 6 untuk layar bagian dalam, tetapi dihapus pada Galaxy Z Fold 7 demi menjaga bodi setipis mungkin.
Kini, rumor menyebut Galaxy Z Fold 8 Ultra akan 2 mm lebih tebal dari Galaxy Z Fold 7. Ketebalan tambahan itu dinilai membuka ruang bagi kembalinya stylus, apalagi kenaikan baterai yang dibocorkan hanya sekitar 600mAh dan dinilai terlalu kecil untuk menjadi satu-satunya alasan bodi bertambah tebal.
Motorola Razr Fold disebut sudah mendukung input stylus pada layar dalam dan luar. Fakta itu membuat arah pengembangan Samsung semakin menarik, terutama jika perusahaan ingin mengembalikan salah satu fitur produktivitas khas yang sempat hilang.
Varian Ultra juga dikabarkan 0,18 mm lebih tebal dibanding Motorola Razr Fold yang baru dirilis. Detail ini memang belum mengonfirmasi apa pun, tetapi memberi sinyal bahwa Samsung mungkin sedang menukar desain ultra-tipis dengan fitur yang lebih lengkap.
Model lebar bisa jadi jawaban untuk pengguna tertentu
Varian Galaxy Z Fold 8 yang lebih lebar berpotensi menjadi pembeda utama. Di pasar foldable, bentuk yang lebih lebar pernah dipopulerkan Oppo pada 2021 dan juga digunakan Google pada Pixel Fold generasi pertama.
Tren itu kini kembali menguat. Huawei disebut sudah meluncurkan foldable lebar generasi keduanya, sementara Vivo, Honor, dan bahkan Apple dirumorkan ikut menyiapkan ponsel lipat lebar tahun ini.
Bagi pengguna yang merasa ponsel lipat model buku terlalu sempit saat tertutup atau terlalu tinggi di tangan, desain baru ini bisa lebih nyaman. Namun ada kompromi yang perlu diperhatikan, karena model lebar Galaxy Z Fold 8 disebut hanya memiliki dua kamera belakang dan kemungkinan baterai yang lebih kecil dari Ultra.
Tetap ada alasan untuk tidak buru-buru membeli
Meski bocoran Galaxy Z Fold 8 terdengar menjanjikan, Samsung masih menghadapi tekanan dari para pesaingnya. Dalam beberapa tahun terakhir, pabrikan lain dinilai lebih agresif dalam kapasitas baterai, kecepatan pengisian daya, kualitas kamera, dan daya tahan bodi.
Banyak vendor Android lain untuk foldable model buku, kecuali lini Google Pixel Fold, sudah memakai baterai silikon-karbon berkapasitas lebih besar dan pengisian yang lebih cepat. Imbasnya, daya tahan bisa lebih lama dan waktu isi ulang lebih singkat dibanding ponsel lipat Samsung.
Di sektor perlindungan, Motorola Razr Fold disebut memiliki rating IP49, lebih baik terhadap semburan air dibanding rating IP48 milik Samsung. Di luar Amerika Utara, konsumen juga bisa menemukan Oppo Find N6 dengan IP59 atau Honor Magic V6 dengan IP69.
Samsung juga dikabarkan belum akan membawa peningkatan layar seperti anti-reflective display atau Privacy Display ke Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra. Belum ada kabar pula apakah Samsung akan menjawab isu sensitivitas PWM pada layar generasi terbaru ini.
Untuk kamera, ekspektasinya juga perlu dijaga. Seri Z Fold selama ini tidak dikenal sebagai yang paling unggul di bidang fotografi, dan bocoran terbaru tidak menunjukkan perubahan besar, terutama untuk model lebar yang kabarnya hanya memakai dua kamera belakang.
Harga bisa ikut naik
Ada satu faktor lain yang patut dipertimbangkan, yakni harga. Kenaikan biaya komponen seperti storage dan RAM disebut ikut mendorong kenaikan harga perangkat baru, dan Samsung sebelumnya juga sudah menaikkan harga pada banyak ponsel yang sudah beredar.
Artinya, keluarga Galaxy Z Fold 8 sangat mungkin ikut terdampak tren yang sama. Namun kondisi itu justru membuat keputusan menunggu terasa lebih logis, karena membeli model lama pun belum tentu memberi penghematan berarti.
Bagi pengguna di Amerika Utara, menunggu bisa menjadi pilihan yang lebih menarik karena opsi foldable di wilayah itu lebih terbatas dibanding pasar lain. Dengan rumor peluncuran yang tinggal hitungan pekan, keputusan paling aman saat ini adalah melihat dulu bagaimana Samsung membagi peran antara Galaxy Z Fold 8 yang lebih lebar dan Galaxy Z Fold 8 Ultra yang lebih lengkap.
Source: www.androidcentral.com





