Huawei Pura X Max Meledak di Awal, Desain Lipat yang Masuk Akal Akhirnya Menang

Author: Qoo Media

Penjualan awal Huawei Pura X Max melampaui seluruh ponsel lipat Huawei sebelumnya dalam periode yang sama. Capaian ini memberi sinyal bahwa pasar mulai merespons lebih positif ketika perangkat lipat hadir dengan desain yang dianggap lebih masuk akal untuk penggunaan sehari-hari.

Data awal menunjukkan dorongan permintaan yang kuat sejak bulan pertama. Dalam lanskap ponsel lipat yang kerap dipenuhi eksperimen bentuk, Pura X Max justru menonjol karena pendekatannya yang berfokus pada kenyamanan pakai dan tampilan konten.

Menurut analis @RDObservation, seri Huawei Pura X Max terjual sekitar 343.700 unit pada bulan pertama hingga akhir Mei 2026. Angka itu disebut lebih tinggi dibandingkan semua ponsel lipat Huawei sebelumnya pada periode peluncuran yang setara.

Permintaan juga tidak hanya datang dari model standar. Varian Collector’s Edition yang dibanderol lebih mahal menyumbang sekitar 198.500 unit, memperlihatkan bahwa minat konsumen tetap tinggi bahkan pada segmen premium.

Data dari Counterpoint Research ikut menguatkan tren tersebut. Kinerja awal Pura X Max disebut mengungguli Mate X7 dan model Pura X sebelumnya pada pekan-pekan awal penjualan.

Desain jadi faktor pembeda

Salah satu alasan utama di balik performa ini tampaknya terletak pada pendekatan desain yang berbeda. Huawei memperkenalkan Pura X Max sebagai ponsel lipat horizontal dengan format “wide-format” pertamanya, bukan sekadar mengikuti pola perangkat lipat yang sudah ada.

Yu Chengdong, Executive Director Huawei dan Chairman of the Terminal BG, menjelaskan bahwa salah satu elemen paling menonjol ada pada rasio layar 2:1 saat perangkat dibuka. Proporsi ini terinspirasi dari lembar kertas A4 agar konten terlihat lebih alami dan dapat menyesuaikan dengan mulus saat perangkat dibuka maupun ditutup.

Pendekatan itu diarahkan untuk mengatasi keluhan umum pada ponsel lipat generasi sebelumnya. Pada banyak perangkat lipat, transisi tampilan antara mode terlipat dan terbuka kerap terasa janggal atau membuat konten tampil kurang proporsional.

Huawei tampaknya mencoba memecahkan masalah tersebut lewat perhitungan yang lebih dekat ke kebiasaan penggunaan nyata. Fokusnya bukan hanya membuat perangkat bisa dilipat, tetapi memastikan pengalaman membaca, menonton, dan menampilkan aplikasi terasa konsisten.

Berangkat dari cara orang benar-benar memakai foldable

Huawei menemukan bahwa sebagian besar pengguna ponsel lipat masih lebih sering memakai perangkat dalam kondisi tertutup atau bentuk kompak. Temuan ini kemudian menjadi dasar dalam merancang pengalaman layar bagian dalam agar tetap punya nilai lebih yang jelas saat dibuka.

Perusahaan itu disebut menyesuaikan bezel, mengoptimalkan rasio konten yang umum dipakai, dan mempertimbangkan jarak pandang tipikal sekitar 30 cm. Huawei juga memperhitungkan pergerakan mata yang nyaman agar penggunaan layar besar tidak terasa melelahkan.

Hasil akhirnya diarahkan agar perangkat terasa seperti mini-tablet yang layak dipakai, bukan layar besar yang memaksakan format. Dengan kata lain, layar dalam Pura X Max dirancang untuk benar-benar berguna saat dibuka, tanpa distorsi yang mengganggu.

Strategi ini penting karena salah satu tantangan terbesar kategori foldable adalah menjelaskan alasan pengguna perlu membuka perangkat. Jika mode terbuka tidak memberi keuntungan yang jelas, bentuk lipat hanya menjadi fitur tambahan yang mahal.

Dalam kasus Pura X Max, Huawei tampaknya berhasil menawarkan jembatan yang lebih meyakinkan antara ponsel dan tablet. Perangkat ini diposisikan untuk memberi manfaat layar besar tanpa terasa terlalu tebal atau merepotkan.

HarmonyOS ikut berperan

Selain desain fisik, keberhasilan awal Pura X Max juga dikaitkan dengan optimalisasi HarmonyOS. Dukungan perangkat lunak menjadi faktor penting karena perangkat lipat membutuhkan adaptasi antarmuka yang lebih kompleks dibandingkan ponsel biasa.

Ketika aplikasi, tata letak, dan tampilan konten bisa menyesuaikan dengan baik pada dua mode penggunaan, nilai perangkat lipat menjadi lebih mudah dirasakan. Ini membuat pengalaman berpindah dari bentuk kompak ke layar besar terasa lebih natural.

Kombinasi desain praktis dan perangkat lunak yang dioptimalkan itulah yang disebut mendorong respons positif pasar. Pura X Max tidak hanya menarik sebagai produk baru, tetapi juga sebagai contoh bagaimana perangkat lipat bisa dibuat lebih relevan untuk kebutuhan harian.

Capaian penjualan bulan pertama memang belum menjawab seluruh perjalanan produk ke depan. Namun, angka 343.700 unit dan dominasi varian Collector’s Edition sudah memberi gambaran bahwa strategi Huawei kali ini berhasil menarik perhatian pasar lebih cepat daripada lini foldable sebelumnya.

Momentum berikutnya akan ditentukan oleh apakah minat awal itu dapat bertahan dalam beberapa bulan ke depan. Untuk saat ini, Pura X Max sudah mencatat satu hal penting: perangkat ini menjadi foldable Huawei dengan penjualan awal terbaik, dan itu terjadi berkat fokus yang lebih tajam pada desain yang benar-benar dipakai pengguna.

Source: www.gizmochina.com
Terbaru