Dalam duel dua ponsel yang sama-sama menonjol di fotografi, Xiaomi 17T tampil lebih unggul untuk pengguna yang mengejar fleksibilitas kamera. Sementara itu, Google Pixel 10a tetap menarik bagi pemotret yang mengutamakan warna natural dan hasil jepret yang konsisten.
Perbedaan utama keduanya ada pada pendekatan. Xiaomi mengandalkan perangkat keras kamera yang lebih lengkap, sedangkan Google tetap bertumpu pada kekuatan computational photography yang selama ini menjadi ciri lini Pixel.
Fokus utama: fleksibilitas kamera lawan konsistensi hasil
Xiaomi 17T membawa kamera utama 50 MP, kamera periskop telefoto 50 MP, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera depan 32 MP. Google Pixel 10a hadir dengan kamera utama 48 MP, ultrawide 13 MP, dan kamera depan 13 MP.
Kehadiran lensa telefoto periskop memberi Xiaomi 17T nilai tambah yang besar. Ponsel ini mendukung zoom optik 5x, sehingga lebih siap untuk memotret subjek jauh, foto perjalanan, dan potret dengan perspektif yang lebih menarik.
Pixel 10a tidak memiliki kamera telefoto khusus. Keterbatasan itu membuat kemampuan zoom-nya kalah fleksibel dibanding Xiaomi 17T, terutama saat digunakan di luar skenario point-and-shoot biasa.
Di sisi lain, Pixel 10a masih punya kekuatan khas Google. Kamera utamanya dinilai mampu menghasilkan warna yang lebih natural, dynamic range yang sangat baik, dan performa yang stabil di berbagai kondisi pemotretan.
Bagi banyak pengguna, konsistensi seperti ini penting. Pixel 10a cocok untuk mereka yang ingin membuka kamera lalu memotret tanpa banyak pengaturan, dengan hasil yang tetap dapat diandalkan.
Mengapa Xiaomi 17T lebih menonjol untuk fotografi
Keunggulan Xiaomi 17T bukan hanya soal jumlah kamera. Kombinasi kamera utama, ultrawide, dan telefoto periskop membuatnya lebih siap untuk lebih banyak skenario pemotretan dalam penggunaan harian.
Untuk foto potret, lensa zoom khusus memberi pemisahan subjek yang lebih kuat. Untuk subjek jauh, kamera ini jelas lebih unggul dibanding Pixel 10a yang tidak punya telefoto.
Xiaomi juga disebut mendapat dukungan pemrosesan gambar yang dituning Leica. Ini memperkuat daya tariknya bagi pengguna yang mencari pengalaman fotografi yang lebih variatif, bukan sekadar hasil yang aman dan konsisten.
Secara keseluruhan, paket kamera Xiaomi 17T terlihat lebih lengkap. Pixel 10a tetap kuat pada pemrosesan gambar, tetapi pendekatan perangkat keras yang lebih sederhana membuat ruang geraknya lebih sempit.
Spesifikasi pendukung ikut memperkuat pengalaman kamera
Layar Xiaomi 17T berukuran 6,59 inci AMOLED dengan refresh rate 120Hz, resolusi 1268 x 2756, dan kecerahan puncak 3500 nits. Pixel 10a memakai layar AMOLED 6,3 inci 120Hz dengan resolusi 1080 x 2424 dan kecerahan puncak 3000 nits.
Panel yang lebih besar dan lebih terang pada Xiaomi 17T membantu saat membingkai foto atau meninjau hasil di luar ruangan. Ini menjadi nilai tambah praktis untuk pengguna yang sering memotret saat siang hari atau bepergian.
Dari sisi performa, Xiaomi 17T ditenagai Dimensity 8500 Ultra dengan GPU Mali-G720 MC8 dan RAM 12 GB. Pixel 10a menggunakan Google Tensor G4, GPU Mali-G715 MP7, dan RAM 8 GB.
Data benchmark dari Nanoreview juga menunjukkan keunggulan Xiaomi 17T dalam performa mentah. Skor AnTuTu-nya sekitar 2,407,614, sedangkan Pixel 10a berada di kisaran 1,400,792.
Pada Geekbench, Pixel 10a sedikit unggul di single-core dengan sekitar 1,750, sementara Xiaomi 17T mencatat sekitar 1,704. Namun di multi-core, Xiaomi 17T jauh di depan dengan sekitar 6,686, dibanding Pixel 10a yang berada di angka sekitar 4,516.
Performa ini penting untuk pemrosesan foto yang cepat, multitasking, dan penggunaan kamera dalam sesi panjang. Xiaomi 17T juga terlihat lebih siap untuk beban kerja berat di luar fotografi.
Baterai, desain, dan software jadi pelengkap
Xiaomi 17T membawa baterai 6,500 mAh dengan pengisian cepat 67W dan reverse wired charging 22.5W. Pixel 10a memiliki baterai 5,100 mAh dengan pengisian 30W, wireless charging 10W, dan bypass charging.
Untuk pengguna yang banyak memotret dan merekam sepanjang hari, kapasitas baterai Xiaomi 17T memberi keuntungan nyata. Daya tahan yang lebih besar mendukung aktivitas outdoor, perjalanan, dan sesi kamera yang intens.
Keduanya sama-sama mengusung sertifikasi IP68. Namun Xiaomi 17T disebut punya profil lebih ramping 8,2 mm serta tampilan yang terasa lebih premium berkat bezel yang lebih tipis dan panel yang lebih besar.
Pixel 10a tetap menawarkan kelebihan pada sisi software. Ponsel ini menjalankan Android 16 dan dinilai unggul dalam urusan pembaruan yang lebih cepat, sementara Xiaomi 17T hadir dengan Android 16 berbasis HyperOS 3.
Jika ukuran ringkas menjadi prioritas, Pixel 10a juga lebih mudah dipakai dengan satu tangan. Desain minimalis khas Pixel masih menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang tidak membutuhkan modul kamera lebih kompleks.
Untuk kategori camera phone, Xiaomi 17T berada di posisi lebih kuat karena menawarkan kombinasi perangkat keras yang lebih serbaguna dan tetap didukung pemrosesan gambar yang solid. Pixel 10a masih relevan untuk pengguna yang lebih menyukai karakter foto natural dan pengalaman point-and-shoot yang stabil, tetapi absennya telefoto membuatnya kalah lengkap dalam pertarungan ini.
