Lonjakan harga RAM kini menjadi salah satu efek paling nyata dari derasnya tren AI di industri teknologi. Bos Nothing, Carl Pei, menyebut komponen memori itu telah berubah menjadi bagian paling mahal di pasaran, dan dampaknya mulai terasa langsung pada harga HP baru.
Pei menyampaikan pandangan itu lewat unggahan di platform X, seperti dilaporkan Gizmochina pada Senin (15/6/2026). Ia menilai adopsi fitur AI terintegrasi pada gawai modern mendorong kenaikan harga RAM secara radikal dan memukul biaya produksi banyak perangkat.
Nothing ikut merasakan kenaikan biaya
Pei mencontohkan pengalaman Nothing Phone (4a) sebagai bukti paling dekat dari gejolak ini. Menurutnya, harga beli RAM untuk ponsel tersebut sudah melonjak dua kali lipat tepat sebelum perangkat itu diluncurkan.
Tekanan biaya itu tidak berhenti di situ. Setelah perangkat resmi dipasarkan, harga modal justru terus naik dan membuat produsen harus berpikir ulang soal strategi harga jual.
Dalam situasi seperti ini, produsen ponsel berada dalam posisi serba sulit. Mereka harus menjaga margin keuntungan, tetapi juga menghadapi biaya komponen yang terus membengkak.
Pei mengatakan dampak kenaikan harga RAM mulai terlihat jelas pada ponsel-ponsel rilisan terbaru sepanjang 2026, terutama sejak Februari. Banyak vendor terpaksa mematok harga peluncuran hingga 100 dolar AS lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya.
Segmen menengah paling terjepit
Kenaikan harga RAM pada 2026 disebut memberi tambahan beban sekitar 10 hingga 30 persen pada total biaya produksi ponsel pintar. Angka itu cukup besar untuk mengganggu kalkulasi harga di hampir semua kelas perangkat.
Ponsel flagship memang ikut terdorong naik, tetapi kelas menengah dan entry-level justru paling rentan. Margin keuntungan yang tipis membuat kenaikan biaya kecil sekalipun cepat merembet ke harga jual akhir.
Nothing sendiri mengambil langkah serupa dengan banyak produsen lain. Perusahaan itu menaikkan harga jual Phone (4a) dan Phone (4a) Pro untuk semua varian memori tak lama setelah keduanya diperkenalkan pada Maret 2026.
Kondisi ini menunjukkan bahwa harga komponen kini bukan lagi sekadar urusan pabrik. Pada akhirnya, beban tersebut diteruskan ke konsumen lewat harga perangkat yang lebih tinggi.
Dampaknya merembet ke laptop
Tekanan biaya akibat mahalnya chip memori ternyata tidak berhenti di pasar smartphone. Samsung, Xiaomi, dan Google juga disebut menghadapi kendala serupa dalam menekan harga produksi gawai terbaru mereka.
Kelangkaan dan mahalnya memori bahkan sudah menyebar ke industri teknologi lain, termasuk laptop. Lenovo ThinkBook 16 dengan prosesor AMD Ryzen 5 7535HS, misalnya, kini ditemukan dengan harga hampir dua kali lipat dibandingkan pada Januari 2026.
Perubahan itu membuat diskon besar untuk produk elektronik makin sulit ditemukan. Jika tren ini bertahan, pasar perangkat konsumen kemungkinan akan terus bergerak ke arah harga yang lebih tinggi.
Saran membeli lebih cepat
Di tengah kondisi yang belum stabil, Carl Pei memberi saran yang cukup tegas bagi pengguna yang memang berniat mengganti perangkat. Ia menyebut waktu terbaik membeli ponsel baru adalah kemarin, sedangkan waktu terbaik kedua adalah sekarang.
Pesan itu sejalan dengan kekhawatiran bahwa menunda pembelian justru bisa membuat konsumen membayar lebih mahal nanti. Selain itu, peluang mendapatkan promo potongan harga besar juga diprediksi makin mengecil dalam beberapa tahun ke depan.
Bagi pengguna yang sedang butuh HP atau laptop untuk produktivitas, kondisi pasar seperti ini menjadi sinyal penting. Harga komponen yang naik, tekanan produksi yang besar, dan efek domino ke berbagai kategori perangkat menunjukkan bahwa tren AI bukan hanya mengubah fitur gawai, tetapi juga ikut menggeser harga yang harus dibayar konsumen.
Source: www.gadgetdiva.id






