Modal 5 Jutaan, 6 Tablet Ini Rasanya Sudah Selevel Laptop Untuk Kerja Dan Kuliah

Author: Qoo Media

Memasuki pertengahan tahun 2026, tablet di kelas Rp5 jutaan tidak lagi sekadar perangkat hiburan. Di rentang harga ini, pengguna sudah bisa mendapat perangkat yang sanggup dipakai multitasking berat, meeting online, mengedit video, hingga mengetik dokumen tanpa harus naik ke kelas belasan juta rupiah.

Perubahan paling menarik ada pada kombinasi performa, layar, dan fitur produktivitas. Sejumlah model kini membawa chipset kencang, layar besar beresolusi tinggi, dukungan stylus, bahkan display out ke monitor eksternal, sehingga rasanya lebih dekat ke laptop ringkas daripada tablet biasa.

Honor Pad 10: baterai paling besar untuk mobilitas tinggi

Honor Pad 10 dibanderol Rp5,6 jutaan dan menonjol lewat baterai 10.100 mAh. Klaim daya tahannya mencapai 28 jam pemutaran video nonstop, sehingga perangkat ini cocok untuk pengguna yang sering berpindah tempat dan tidak ingin sering membawa charger.

Tablet ini memakai Snapdragon 7 Gen 3, RAM 8GB dengan Honor RAM Turbo, serta storage 256GB UFS 3.1. Layarnya berukuran 12,1 inci dengan resolusi 2.5K, sementara fitur Honor Doc membantu pengeditan dokumen, spreadsheet, dan drag-and-drop file.

Xiaomi Pad 7: performa kencang dengan display out

Xiaomi Pad 7 hadir di harga Rp5,4 jutaan dan mengandalkan Snapdragon 7+ Gen 3. Layarnya 11,2 inci dengan resolusi 3.2K, refresh rate 144Hz, serta dukungan Dolby Vision dan Dolby Atmos.

Keunggulan pentingnya ada pada port USB 3.2 yang mendukung display out. Artinya, tablet ini bisa dihubungkan langsung ke monitor eksternal atau proyektor memakai kabel data biasa, meski keyboard dan stylus dijual terpisah.

Poco Pad X1: pilihan besar untuk penyimpanan lega

Poco Pad X1 dibanderol Rp5,6 jutaan dan membawa basis perangkat yang sama dengan Xiaomi Pad 7. Chipset Snapdragon 7+ Gen 3, layar, baterai, dan dukungan display out tetap dipertahankan, tetapi penyimpanan langsung naik jauh.

Dengan selisih harga sekitar Rp200 ribu dari Xiaomi Pad 7, pengguna mendapat storage 512GB UFS 4.0. Opsi ini terasa menarik untuk menyimpan file proyek besar, video, atau kebutuhan kerja jangka panjang tanpa cepat khawatir memori penuh.

Huawei MatePad 11.5-inch New Standard Edition: siap kerja sejak dibuka kotak

Huawei MatePad 11.5-inch New Standard Edition berada di kisaran Rp5 jutaan kecil. Nilai jual terbesarnya ada pada paket penjualan yang sudah menyertakan keyboard fisik dan stylus gratis.

Tablet ini memakai Kirin T82B, RAM 8GB, ROM 256GB, layar 2.5K 120Hz, dan baterai 10.100 mAh. WPS Office versi PC-Level membuat tampilan dan formula dokumen terasa seperti di laptop, tetapi port USB masih versi 2.0 dan perangkat ini tidak menyediakan slot SIM card.

Motorola Motopad 60 Pro: layar terbesar di kelasnya

Motorola Motopad 60 Pro dipasarkan di kisaran Rp5 jutaan kecil dan dibuat di bawah naungan Lenovo Indonesia. Layar 12,7 inci beresolusi 3K dengan refresh rate 144Hz memberi ruang kerja luas, terutama untuk split screen.

Tablet ini memakai MediaTek Dimensity 8300, ROM 256GB UFS 4.0, dan mendukung MicroSD hingga 1TB. Di boksnya sudah ada Stylus Motopen Pro, lalu port USB-C 3.2 juga mendukung display out, sementara audio diperkuat empat speaker tuning JBL.

Samsung Galaxy Tab S10 Lite: dukungan software paling panjang

Samsung Galaxy Tab S10 Lite dijual Rp5,3 jutaan dan hadir dalam varian Wi-Fi only. Tablet ini membawa S-Pen bawaan dengan 4.096 tingkat tekanan, palm rejection tinggi, layar 10,9 inci 90Hz, serta Exynos 1380 dengan RAM 6GB.

Nilai paling kuatnya ada pada janji update software hingga 6 tahun. Perangkat ini juga dibekali fitur Galaxy AI seperti Handwriting Help dan integrasi Gemini AI, meski paket penjualannya tidak menyertakan kepala charger.

Untuk pengguna yang ingin sensasi kerja mirip laptop secara instan, Huawei MatePad 11.5-inch New Standard Edition terlihat paling praktis. Jika fokus utama ada pada performa dan dukungan display out, Xiaomi Pad 7 atau Poco Pad X1 menjadi opsi yang paling menonjol di kelas harga ini.

Terbaru