Menanti Laptop Murah Intel, Desain Macbook Neo dan Chip Smartphone Siap Ubah Pasar

Author: Qoo Media

Intel disebut sedang menyiapkan proyek laptop murah yang tampil lebih modern dan menargetkan pasar yang selama ini sulit dijangkau laptop Windows kelas bawah. Inisiatif ini dikaitkan dengan nama Firefly, dan arah desainnya disebut-sebut ingin mendekati daya tarik MacBook Neo.

Yang membuat proyek ini menarik bukan hanya soal harga yang ditekan, tetapi juga pendekatan teknis di baliknya. Intel dikabarkan memanfaatkan rantai pasokan komponen dan arsitektur dari smartphone untuk memangkas biaya produksi dan mempercepat perakitan.

Meniru strategi efisiensi ala perangkat mobile

Pendekatan itu membuat laptop ini berbeda dari banyak laptop murah lain di pasaran. Alih-alih memakai komponen laptop konvensional secara penuh, Intel disebut akan membawa memori kelas ponsel ke dalam satu paket lewat System on Chip atau SoC.

Skema tersebut dikabarkan memakai arsitektur monolithic SoC. Konfigurasinya mencakup maksimal 2 P-cores, 4 LP E-cores, NPU terintegrasi untuk pemrosesan AI lokal, serta 2 grafis Xe3.

Wildcat Lake jadi otak utama

Di sisi dapur pacu, proyek ini disebut mengandalkan prosesor generasi terbaru Intel bernama Wildcat Lake. Kombinasi ini diposisikan untuk menjaga efisiensi sekaligus tetap memberi kemampuan yang cukup untuk kebutuhan komputasi harian.

Dari sisi fisik, perangkat ini dikabarkan punya desain tipis 12,9 mm. Intel juga disebut menyiapkan manajemen termal terbaru dan standardisasi kabel internal I/O untuk mendukung perakitan yang lebih sederhana.

Kenapa dibandingkan dengan MacBook Neo

Perbandingan dengan MacBook Neo muncul karena laptop Apple itu memang mengejutkan dari sisi harga. MacBook Neo menjadi laptop Apple paling murah yang tersedia di pasaran saat ini.

Salah satu kunci efisiensinya ada pada chip yang dipakai, yaitu Apple A18 Pro yang juga digunakan di iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max. Apple lalu mengemasnya dengan pengalaman macOS yang akrab dipakai di MacBook standar.

Apple juga memberi sentuhan visual yang berbeda lewat pilihan warna kekinian. Pendekatan ini mengingatkan pada gaya produk Apple lain seperti iPod, iPad, dan iPhone yang menonjolkan identitas desain kuat.

Pasar laptop murah sedang menunggu alternatif baru

Permintaan terhadap laptop murah yang tetap bertenaga masih tinggi. Kondisi itu semakin terasa di tengah kenaikan harga yang disebut tak terhindarkan karena kelangkaan RAM.

Laptop Windows murah sebenarnya sudah banyak tersedia. Namun, kemampuan perangkat di kelas itu kerap dianggap biasa saja, sementara desainnya dinilai kurang menarik bagi segmen menengah ke atas.

Di titik inilah proyek Firefly berpeluang mencuri perhatian. Jika benar hadir dengan harga terjangkau, desain tipis, dan efisiensi ala smartphone, perangkat ini bisa mengisi celah yang selama ini belum banyak disentuh.

Banyak merek disebut ikut mengintip peluang

Proyek ini juga dilaporkan tidak hanya menarik perhatian Intel. Dell, HP, Lenovo, Acer, ASUS, Colorful, dan Honor dikabarkan akan mencoba peruntungan dengan menghadirkan laptop berbasis Firefly.

Keterlibatan banyak nama besar itu menunjukkan pasar sedang melihat peluang baru di kelas laptop hemat biaya. Di tengah dominasi Apple lewat MacBook Neo, Firefly berpotensi menjadi jawaban Windows yang lebih segar jika semua rencana itu benar-benar terealisasi.

Terbaru