Harga smartphone memang sedang tertekan oleh kelangkaan memori, tetapi Honor mengklaim masih bisa menjaga banderol tetap terjangkau. Kunci utamanya ada pada perencanaan pasokan yang lebih presisi sebelum produk masuk ke pasar Indonesia.
Di tengah lonjakan harga yang terasa di pasar global maupun Indonesia, sejumlah pedagang smartphone juga mengeluhkan kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu pemicunya adalah naiknya permintaan memori untuk kebutuhan kecerdasan buatan, yang kemudian membuat pasokan memori untuk smartphone dan handphone ikut mengetat.
Menghindari produksi ulang di tengah jalan
Aryo Meidianto, PR Manager PT TDI selaku distributor Honor di Indonesia, mengakui situasi kelangkaan memori memang ikut memengaruhi industri. Namun, ia menegaskan Honor memilih menghitung kebutuhan produk secara lebih cermat agar tidak harus memproduksi ulang saat stok habis.
Menurut Aryo, Honor sudah menentukan jumlah produk yang dibawa ke Indonesia sampai tahap end of life dengan memakai data dari model atau perangkat sebelumnya. Pendekatan itu tidak dilakukan berdasarkan perkiraan kasar, melainkan memakai analisis pasar dan data serapan konsumen.
Strategi ini penting karena produksi ulang di tengah jalan bisa memicu biaya baru. Saat itu terjadi, Honor harus menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi karena rupiah melemah setiap minggu dan harga storage serta RAM ikut naik akibat kelangkaan.
Harga tetap kompetitif saat komponen langka
Aryo mengatakan kalkulasi yang presisi membantu Honor menghindari kenaikan biaya yang tidak perlu. Dengan begitu, perusahaan bisa menjaga harga tetap kompetitif dan konsumen tidak ikut terkena dampak fluktuasi kurs.
Ia menambahkan, jika perhitungan awal tidak presisi, dampaknya bisa cukup berat bagi harga jual. Risiko itu membuat Honor lebih berhati-hati sebelum memutuskan jumlah perangkat yang akan dipasok ke pasar.
Pendekatan tersebut, menurut Aryo, menjadi alasan mengapa harga smartphone Honor masih terlihat ramah di kantong di tengah kondisi pasar yang tidak ideal. Honor tidak hanya mengejar perangkat murah, tetapi juga berusaha menjaga agar pasokan dan harga tetap stabil.
Dampak kelangkaan memori merembet ke industri
Kelangkaan memori bukan hanya dirasakan Honor. Kenaikan harga komponen ini juga menjadi isu yang lebih luas karena banyak sektor kini berebut pasokan untuk kebutuhan AI.
Di sisi pasar, kondisi tersebut ikut menekan harga smartphone secara umum. Saat komponen inti seperti memori semakin sulit didapat, biaya produksi perangkat elektronik sulit dijaga tetap rendah tanpa strategi suplai yang ketat.
Honor mencoba menjawab situasi itu dengan kombinasi analisis pasar dan pengendalian stok yang lebih disiplin. Langkah ini membuat perusahaan lebih siap menghadapi kenaikan biaya komponen tanpa langsung membebankannya ke harga jual.
Bagi konsumen, strategi semacam ini penting karena harga perangkat bisa tetap relatif stabil meski pasar komponen sedang bergejolak. Dalam situasi kelangkaan memori yang masih berlangsung, perbedaan terbesar justru terletak pada seberapa akurat produsen membaca kebutuhan pasar sejak awal.
