Di tengah layar yang makin dipenuhi aplikasi, notifikasi, dan kebiasaan scroll tanpa henti, Commodore mencoba menawarkan sesuatu yang berlawanan arah. Perusahaan ini meluncurkan Callback, ponsel lipat modern yang justru sengaja memblokir media sosial dan browser agar pengguna lebih sedikit menatap layar.
Langkah ini menempatkan Commodore di pasar yang berbeda dari ponsel flagship. Alih-alih menjual tenaga pemrosesan atau kamera canggih, Callback dipasarkan sebagai alternatif bebas distraksi untuk orang yang ingin mengurangi ketergantungan pada ponsel.
Ponsel yang sengaja membatasi akses
Callback menutup akses ke sejumlah platform besar seperti TikTok, Instagram, Facebook, X, Threads, dan YouTube. Perangkat ini juga tidak menyediakan browser web, sehingga pengalaman pengguna dibuat jauh lebih tertutup dibanding smartphone biasa.
CEO Commodore, Luigi Simonetti, menggambarkan perangkat ini sebagai “a modern phone with none of the apps that make you anxious – ads, algorithms, feeds, a browser, a bottomless inbox, or the office chat that follows you home.” Arah produk itu jelas: menekan gangguan digital yang sering memicu kecemasan dan kebiasaan doomscrolling.
Meski begitu, Callback tidak sepenuhnya memutus pengguna dari dunia digital. Ponsel ini masih menyediakan layanan pesan seperti WhatsApp, Signal, dan Telegram, serta aplikasi praktis seperti Google Maps dan Uber.
Masih ada fungsi dasar untuk kebutuhan harian
Commodore juga tetap menyertakan kamera, pemutar musik, serta pilihan game klasik Commodore dan nada dering retro. Kombinasi itu menunjukkan bahwa Callback tidak didesain sebagai ponsel darurat yang serba minim, melainkan perangkat sederhana yang masih cukup fungsional untuk pemakaian harian.
Perusahaan tampaknya membidik konsumen yang ingin melakukan digital detox tanpa kehilangan alat komunikasi dan navigasi yang penting. Pendekatan itu membuat Callback lebih dekat ke konsep “kurangi gangguan” ketimbang “putus total dari teknologi”.
Harga, preorder, dan varian
Preorder Commodore Callback dibuka pada 30 Juni. Pembeli yang mendaftar lebih awal berpeluang mendapat diskon $100 dari harga awal $499.99.
Commodore juga menyiapkan dua varian premium dengan desain berbeda. Edisi transparan Starlight dibanderol $549.99, sementara varian berlapis emas dipasarkan seharga $640.
| Varian | Harga |
|---|---|
| Callback standar | $499.99 |
| Starlight Edition | $549.99 |
| Varian gold-coated | $640 |
Dengan harga itu, Commodore menempatkan Callback sebagai produk gaya hidup sekaligus pernyataan sikap terhadap penggunaan smartphone modern. Pesannya sederhana: tidak semua orang ingin ponsel yang lebih pintar, dan sebagian justru mencari perangkat yang lebih tenang.
Datang di saat yang pas
Peluncuran Callback hadir ketika pemerintah di berbagai negara makin menyorot dampak media sosial pada pengguna muda. Australia sudah bergerak membatasi akses media sosial untuk anak di bawah umur, sementara pembuat kebijakan di Kanada dan Inggris juga mengeksplorasi langkah serupa.
Konteks itu membuat pendekatan Commodore terasa relevan di tengah perdebatan yang lebih luas tentang kesehatan mental dan penggunaan layar. Callback mungkin bukan jawaban untuk semua orang, tetapi produk ini jelas membaca tren baru: ada pasar untuk ponsel yang mendorong pengguna kembali ke dunia luar, bukan tenggelam lebih dalam ke feed tanpa akhir.






