Pasar HP Rp3 jutaan per pertengahan Juni 2026 berubah jadi arena paling panas. Di rentang harga ini, pembeli tidak lagi cuma mendapat layar AMOLED atau baterai besar, tetapi juga fitur yang dulu identik dengan kelas lebih mahal.
Peta persaingan itu membuat pilihan makin menarik, karena tiap merek kini membawa keunggulan yang sangat spesifik. Ada yang menonjol di daya tahan baterai, ada yang fokus ke performa gaming, dan ada juga yang bermain aman dengan paket seimbang untuk pemakaian harian.
Baterai besar dan layar kencang jadi daya tarik utama
Untuk pengguna yang paling takut kehabisan daya, iQOO Z10 5G tampil sangat agresif. Ponsel ini membawa baterai 7.300 mAh, fast charging 90W, layar AMOLED micro-curve 120Hz, serta Snapdragon 7s Gen 3, sementara kamera 50MP-nya sudah memakai OIS.
Moto G86 Power juga masuk daftar menarik bagi pengguna lapangan atau yang butuh ponsel tahan banting. Perangkat ini mengantongi sertifikasi IP68, IP69, dan standar militer, lalu dipasangkan dengan baterai 6.720 mAh, chipset Dimensity 7400, panel P-OLED 120Hz, dan kamera Sony LYT 600 OIS.
Di sisi lain, Infinix Note 60 menawarkan paket yang terasa mewah untuk harganya. HP ini membawa layar AMOLED 1.5K 144Hz, baterai 6.000 mAh, Dimensity 7430, kamera 50MP OIS, serta wireless charging 30W dan reverse charging.
Pilihan paling seimbang untuk pemakaian harian
Redmi Note 15 5G hadir sebagai opsi yang aman untuk banyak tipe pengguna. Layar AMOLED curved 120Hz miliknya punya tingkat kecerahan hingga 3.200 nits, lalu sektor fotografinya diperkuat kamera 108MP dan ultrawide 8MP, dual speaker stereo, NFC, serta slot MicroSD.
Ponsel ini juga mengandalkan Snapdragon 6 Gen 3 dan baterai 5.520 mAh dengan pengisian 45W. Kekurangannya hanya satu yang cukup terasa, yakni performa chipset yang bukan yang paling kencang di kelasnya.
Poco X7 5G masuk ke kategori serba aman untuk pengguna yang butuh performa stabil. Layarnya sudah AMOLED 1.5K dengan Gorilla Glass Victus 2, sertifikasi IP68, dan kamera utama Sony IMX882 OIS, meski baterainya 5.110 mAh menjadi yang paling kecil di daftar ini.
Opsi gaming yang paling serius
Bagi yang mencari HP gaming murni, Infinix GT 30 tampil paling menonjol. Kombinasi Dimensity 7400, RAM LPDDR5X, vapor chamber, shoulder trigger, layar 144Hz, dan bypass charging membuat perangkat ini terasa paling siap untuk sesi bermain panjang.
Pendekatannya jelas berbeda dari HP serba bisa. Kamera pada GT 30 dibuat standar karena fokus utama perangkat ini diarahkan ke performa mesin dan stabilitas saat bermain.
Poco X7 5G juga tetap relevan untuk gamer kasual yang ingin performa stabil tanpa mengorbankan ketahanan. Selain chipset Dimensity 7300 Ultra, perangkat ini membawa perlindungan kaca yang kuat dan bodi yang tahan air serta debu.
Yang cocok untuk dipakai lama
Samsung Galaxy A17 5G menempati posisi berbeda dari para pesaingnya. Daya tarik utamanya ada pada jaminan update Android hingga 6 generasi dan pembaruan keamanan selama 6 tahun, sesuatu yang jarang ditemukan di kelas harga ini.
Samsung juga menyematkan layar Super AMOLED, Exynos 1330 yang stabil, serta kamera 50MP OIS untuk kebutuhan konten harian. Kekurangannya, pengisian daya hanya 25W dan performanya bukan pilihan utama untuk gaming berat.
Secara keseluruhan, pilihan paling masuk akal sangat tergantung kebutuhan pengguna. Jika daya tahan baterai jadi prioritas, iQOO Z10 5G dan Moto G86 Power layak dilirik, sedangkan pengguna yang mengejar gaming kontinu bisa mempertimbangkan Infinix GT 30 atau Poco X7 5G.







