Jejak Xiaomi 18 kini makin sulit diabaikan setelah sebuah perangkat yang diduga berasal dari lini flagship itu muncul di basis data IMEI GSMA. Kemunculan di daftar sertifikasi sering menjadi tanda awal bahwa sebuah ponsel sedang mendekati tahap pengumuman resmi dan siap masuk ke pasar yang lebih luas.
Yang membuat perhatian tertuju ke perangkat ini adalah adanya beberapa nomor model sekaligus, yaitu 2611FPNFAR, 2611FPNFAG, 2611FPNFAI, dan M154FF. Di basis data tersebut, perangkat juga tercatat dengan nama kode internal “madrid”, yang langsung memicu spekulasi baru soal posisi model ini di keluarga Xiaomi 18.
Sinyal peluncuran global lebih cepat
Salah satu detail paling menarik adalah munculnya varian untuk Tiongkok, India, Jepang, dan pasar global pada tahap sertifikasi awal. Pola seperti ini cukup berbeda dari strategi Xiaomi sebelumnya, yang umumnya lebih dulu memasarkan flagship di Tiongkok sebelum memperluas distribusi ke negara lain.
Kehadiran banyak varian regional sejak awal membuat dugaan soal peluncuran internasional yang lebih cepat semakin kuat. Meski begitu, Xiaomi belum memberikan konfirmasi resmi mengenai perangkat yang tercatat di database tersebut.
Kode “madrid” masih memunculkan teka-teki
Identitas sebenarnya dari perangkat berkode “madrid” masih belum jelas di kalangan pengamat. Berdasarkan pola penomoran internal Xiaomi pada generasi sebelumnya, kode itu lebih dekat ke model Pro dibandingkan versi standar.
Namun, komunitas pengembang Mi Code menyebut Xiaomi kemungkinan sudah mengubah sistem penamaan dan penomoran perangkat untuk generasi terbaru. Karena itu, status “madrid” masih terbuka, baik sebagai model Pro maupun model standar.
Varian Ultra ikut dipertanyakan
Spekulasi lain yang ikut menguat adalah kemungkinan Xiaomi tidak menghadirkan varian Ultra pada seri Xiaomi 18. Sejumlah laporan menyebut langkah itu bisa terkait biaya produksi dan strategi produk yang lebih sederhana.
Jika skenario tersebut benar terjadi, susunan lini flagship Xiaomi akan berubah dari generasi sebelumnya. Dalam kondisi itu, perangkat berkode “madrid” berpeluang menjadi Xiaomi 18 versi standar, bukan model Pro.
Petunjuk jadwal dari nomor model
Awalan angka “2611” pada nomor model juga menjadi sorotan karena kerap dipakai sebagai petunjuk awal jadwal peluncuran perangkat Xiaomi. Berdasarkan pola perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, kode itu mengarah pada kemungkinan rilis sekitar November 2026.
Petunjuk waktu tersebut belum bisa dianggap pasti, tetapi cukup konsisten dengan meningkatnya aktivitas sertifikasi yang mulai terpantau. Jika pola peluncuran Xiaomi sebelumnya kembali terulang, tahap pengenalan produk biasanya akan diikuti oleh bocoran desain, spesifikasi, dan harga dalam beberapa bulan mendatang.
Rumor spesifikasi mulai mengarah ke kelas flagship baru
Dari sisi perangkat keras, Xiaomi 18 dirumorkan bakal memakai chipset flagship generasi berikutnya dari Qualcomm, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro. Ponsel ini juga disebut akan menggunakan memori LPDDR6 untuk mendongkrak performa dan efisiensi daya.
Pada sektor layar, Xiaomi dikabarkan menyiapkan panel berukuran sekitar 6,3 hingga 6,4 inci. Ukuran itu tergolong kompak untuk kategori flagship modern, sehingga bisa menjadi salah satu pembeda di tengah tren ponsel premium yang makin besar.
Meski begitu, semua informasi soal spesifikasi masih sebatas dugaan dan belum dikonfirmasi Xiaomi maupun Qualcomm. Untuk saat ini, kemunculan di database GSMA tetap menjadi petunjuk paling kuat bahwa Xiaomi 18 sedang bergerak lebih dekat ke panggung global.







