Listrik Padam Bukan Saat Paling Berbahaya, Ini Momen HP Dan Laptop Rusak

Author: Qoo Media

Pemadaman listrik yang berulang tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga bisa mempercepat kerusakan perangkat elektronik di rumah. Risiko paling besar sering muncul justru ketika listrik kembali menyala karena lonjakan tegangan dapat masuk ke smartphone, laptop, tablet, komputer pribadi, hingga perangkat pendukung lain.

Kondisi itu kerap dianggap aman selama listrik sedang padam, padahal menurut Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia Aryo Meidianto, ancaman utama datang saat arus kembali normal. “Saat itu terjadi, lonjakan arus atau power surge yang bisa merusak komponen internal, mulai dari charger, baterai, port pengisian, hingga motherboard perangkat,” ujarnya kepada Bisnis.

Mengapa listrik mati-nyala berbahaya

Lonjakan arus saat listrik menyala kembali bisa menekan komponen elektronik secara mendadak. Jika kondisi ini terjadi berulang, dampaknya tidak langsung terlihat, tetapi bersifat akumulatif dan dapat mempersingkat usia pakai perangkat.

Risiko juga meningkat ketika perangkat sedang diisi daya saat listrik padam lalu listrik kembali hidup tiba-tiba. Perubahan arus yang mendadak bisa merusak charger, baterai, dan sirkuit pengisian daya, terutama jika perangkat dibiarkan tetap terhubung ke stopkontak.

Langkah paling dasar yang perlu dilakukan

Salah satu tindakan paling efektif adalah mencabut semua steker perangkat dari stopkontak saat listrik mulai tidak stabil. Aryo menyebut tanda sederhana seperti lampu yang berkedip bisa menjadi sinyal awal agar charger segera dilepas dari sumber listrik.

Kebiasaan ini penting dilakukan bukan hanya saat pemadaman terjadi, tetapi juga ketika pasokan listrik tampak tidak stabil. Langkah sederhana tersebut dapat mengurangi risiko saat arus kembali menyala dan menahan beban listrik mendadak.

Perangkat pelindung yang bisa dipakai

Untuk perlindungan tambahan, penggunaan stopkontak dengan pelindung lonjakan tegangan atau surge protector dapat membantu menahan risiko dari power surge. Perangkat ini dinilai cocok untuk televisi, komputer, dan konsol gim yang rentan terhadap perubahan arus.

Untuk komputer dan server yang menyimpan data penting, UPS menjadi pilihan yang lebih tepat. Perangkat ini menyediakan daya cadangan sementara sekaligus menstabilkan tegangan sehingga pengguna punya waktu untuk menyimpan pekerjaan dan mematikan perangkat dengan aman.

Hal yang sering diabaikan pengguna

Masalah lain muncul karena kebiasaan membiarkan charger tetap tertancap saat listrik padam. Banyak pengguna juga langsung mengisi daya ponsel ketika pasokan belum benar-benar stabil, padahal kondisi itu memperbesar risiko kerusakan pada komponen pengisian.

Setelah listrik kembali, menyalakan semua perangkat sekaligus juga bukan langkah aman. Beban listrik yang naik mendadak dapat meningkatkan potensi gangguan pada perangkat elektronik yang tersambung.

Perlindungan tambahan untuk data dan baterai

Aryo juga mengingatkan pentingnya pencadangan data secara berkala bagi pengguna laptop, PC, atau tablet yang dipakai untuk pekerjaan harian. Cadangan bisa dilakukan ke layanan cloud atau media penyimpanan eksternal berbasis SSD agar file tetap aman jika perangkat terdampak lonjakan listrik.

Untuk smartphone dan tablet, power bank bisa menjadi sumber daya cadangan saat listrik padam. Namun, produk yang dipilih sebaiknya berkualitas karena power bank murah justru berpotensi memengaruhi kesehatan baterai perangkat.

Cara mengurangi risiko saat listrik padam

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

  1. Cabut charger saat lampu mulai berkedip atau listrik terlihat tidak stabil.
  2. Lepaskan seluruh steker perangkat dari stopkontak saat pemadaman berlangsung.
  3. Gunakan surge protector untuk perangkat elektronik penting.
  4. Pakai UPS untuk komputer atau perangkat kerja yang menyimpan data penting.
  5. Hidupkan perangkat secara bertahap setelah listrik kembali.
  6. Matikan MCB saat terjadi pemadaman untuk membantu mengurangi risiko lonjakan tegangan.

Pemakaian charger asli juga menjadi faktor penting karena umumnya memiliki sistem perlindungan arus yang lebih baik dibandingkan produk tidak resmi. Dengan disiplin pada langkah-langkah sederhana tersebut, risiko kerusakan akibat listrik mati-nyala bisa ditekan tanpa perlu menunggu perangkat mengalami gangguan terlebih dahulu.

Source: teknologi.bisnis.com
Terbaru