Pasar smartphone Indonesia pada semester pertama 2026 kedatangan gelombang baru dari nubia. Dalam rentang waktu itu, merek yang berada di bawah ZTE ini menghadirkan lima model baru dengan sasaran pengguna yang berbeda, dari kelas terjangkau sampai perangkat gaming premium.
Yang paling menonjol dari langkah nubia adalah variasi lini produknya. Tidak hanya menaruh perhatian pada ponsel gaming, nubia juga membawa opsi entry-level dan perangkat dengan baterai besar agar konsumen punya pilihan yang lebih luas.
Lima model baru yang mencuri perhatian
RedMagic 11 Pro menjadi nama paling kuat di jajaran ini. Perangkat tersebut diposisikan untuk pengguna yang menginginkan performa tanpa kompromi, dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 sebagai andalan utamanya.
Di sektor kamera, RedMagic 11 Pro dibekali kamera utama 50 MP dan ultrawide 50 MP. Daya tahannya juga menjadi sorotan karena membawa baterai 7.500 mAh dan sertifikasi IPX8 untuk ketahanan terhadap perendaman air.
Di luar lini gaming, nubia A76 5G hadir sebagai pilihan murah untuk pengguna yang ingin masuk ke jaringan generasi kelima. Smartphone yang diperkenalkan pada Januari 2026 ini memakai chipset Unisoc T8300 dan kamera utama 50 MP.
Meski spesifikasinya masih berada di kelas standar, kehadiran 5G menjadi nilai jual utamanya di segmen entry-level. Posisi ini membuat nubia A76 5G relevan untuk pengguna yang mencari ponsel murah dengan konektivitas lebih modern.
Pilihan untuk daya tahan dan mobilitas
nubia V80 Max menyasar pengguna yang menempatkan baterai besar sebagai prioritas. Ponsel ini dibekali baterai 6.000 mAh yang ditujukan untuk mendukung aktivitas seharian tanpa sering mencari charger.
Untuk pengisian daya, perangkat ini mendukung fast charging 22,5W. Nubia juga memberi sertifikasi IP64 pada model ini, sehingga perangkat lebih tahan terhadap debu dan percikan air.
Keunggulan lain yang menempel pada V80 Max adalah klaim ketahanan terhadap benturan dari jatuh hingga ketinggian 1,8 meter. Fitur tersebut membuatnya terlihat lebih praktis untuk penggunaan harian yang aktif.
Duo gaming baru di seri Neo 5
Pada Mei 2026, nubia memperluas portofolio gaming lewat seri Neo 5. Model regulernya, nubia Neo 5 5G, memakai chipset Unisoc T9300 untuk mendukung pengalaman bermain game yang lebih stabil.
Ponsel ini juga membawa shoulder trigger, fitur yang memberi sensasi kontrol mirip konsol saat bermain. Nubia menambahkan jack audio 3,5 mm pada model ini, sehingga pengguna headset kabel tetap punya opsi yang nyaman.
Sementara itu, nubia Neo 5 GT 5G hadir sebagai versi yang lebih kencang. Model ini memakai chipset MediaTek Dimensity 7400, layar dengan refresh rate 144Hz, dan pengisian daya cepat 80W.
Perbedaan penting ada pada konektivitas audio karena varian GT sudah tidak lagi menyediakan port 3,5 mm. Perubahan itu menegaskan posisi Neo 5 GT 5G sebagai opsi yang lebih fokus pada performa dan pengalaman visual.
Strategi nubia di Indonesia makin luas
Kehadiran lima smartphone baru dalam semester pertama 2026 menunjukkan arah strategi nubia yang semakin beragam. Lini yang dibawa mencakup ponsel untuk gamer profesional, pengguna yang mencari 5G murah, hingga konsumen yang memerlukan baterai besar dan ketahanan fisik lebih baik.
Dengan rentang produk dari kelas Rp1 jutaan sampai flagship gaming, nubia tampak ingin memperkuat posisinya di pasar Indonesia. Pilihan yang lebih lengkap ini juga memberi ruang bagi konsumen untuk menyesuaikan perangkat dengan kebutuhan, tanpa harus terpaku pada segmen tertentu saja.
