Nothing resmi menghentikan pengembangan CMF Phone 2 Pro, penerus ponsel terjangkau yang sebelumnya disiapkan untuk lini CMF. Keputusan ini muncul di tengah lonjakan tajam harga komponen memori dan penyimpanan flash yang menekan ruang gerak produsen smartphone murah.
Pembatalan proyek tersebut menunjukkan dampak langsung boom infrastruktur kecerdasan buatan terhadap pasar ponsel konsumen. Saat permintaan komponen untuk server AI melonjak, biaya RAM dan flash ikut naik dan membuat peningkatan spesifikasi pada perangkat terjangkau menjadi jauh lebih sulit.
Alasan utama di balik pembatalan
Nothing mengambil langkah itu karena kenaikan harga komponen membuat perusahaan tidak bisa menghadirkan peningkatan yang terasa signifikan tanpa menaikkan harga jual secara tidak masuk akal. Kondisi tersebut dianggap bertentangan dengan karakter lini CMF yang selama ini diposisikan sebagai perangkat ramah kantong.
Salah satu pendiri Nothing, Akis Evangelidis, menjelaskan melalui unggahan di X bahwa tim sebenarnya masih mengembangkan penerusnya. Namun, menurut dia, harga memori saat ini membuat perusahaan tidak dapat membuat ponsel yang benar-benar lebih baik dengan harga yang tetap masuk akal untuk lini CMF.
Tekanan pasar semakin berat
Lonjakan harga komponen tidak terjadi dalam waktu singkat. Dalam 18 bulan terakhir, investasi besar-besaran ke pusat data oleh raksasa teknologi dunia mendorong produsen chip mengalihkan perhatian ke pembuatan komponen server AI yang bermargin tinggi.
Perubahan arah produksi itu ikut menekan pasokan komponen untuk perangkat konsumen. Akibatnya, smartphone murah menjadi salah satu kategori yang paling terdampak karena bergantung pada harga memori yang stabil agar tetap kompetitif di pasar.
Posisi CMF Phone 2 Pro sebelumnya
Sebelum proyek penerusnya dibatalkan, CMF Phone 2 Pro sudah lebih dulu dipasarkan pada 2025. Perangkat tersebut hadir dengan harga kompetitif sekitar 279 dollar AS dan diposisikan sebagai opsi yang lebih terjangkau di ekosistem Nothing.
Kondisi pasar yang berubah membuat strategi harga seperti itu menjadi semakin sulit dipertahankan. Tanpa biaya komponen yang lebih rendah, ruang bagi Nothing untuk menyematkan peningkatan besar pada model baru ikut menyempit.
Dampak bagi pasar ponsel murah
Kasus ini memperlihatkan bahwa tekanan dari industri AI tidak hanya dirasakan oleh perusahaan chip dan penyedia pusat data. Produsen perangkat konsumen juga ikut terkena imbas ketika harga memori naik dan pasokan bergeser ke segmen yang lebih menguntungkan.
Bagi Nothing, keputusan membatalkan CMF Phone 2 Pro menjadi langkah strategis untuk menghindari produk yang tidak lagi sesuai dengan janji nilai lini CMF. Di saat harga komponen terus bergerak naik, perusahaan harus memilih antara mempertahankan harga terjangkau atau menawarkan peningkatan yang benar-benar terasa.
