Harga Smartphone Flagship 2027 Diprediksi Makin Mahal, Model Ultra Bisa Tembus Rp20 Juta

Author: Qoo Media

Harga smartphone flagship generasi berikutnya diperkirakan kembali naik, dan kenaikan itu tidak hanya menyentuh kelas biasa, tetapi juga varian tertinggi. Bocoran dari Digital Chat Station (DCS) menyebut model Ultra berpotensi tembus 8.999 yuan atau sekitar US$1.329, yang secara kasar bisa berada di atas Rp20 juta sebelum pajak dan biaya distribusi.

Proyeksi ini muncul di tengah tren harga flagship yang memang terus menanjak dalam beberapa generasi terakhir. DCS menilai pola tersebut masih berlanjut karena biaya komponen, produksi chipset, dan tekanan rantai pasokan global belum mereda.

Bocoran harga untuk konfigurasi 12GB/256GB

DCS membagikan estimasi harga smartphone flagship generasi mendatang untuk pasar Tiongkok, khususnya konfigurasi RAM 12GB dan penyimpanan 256GB. Untuk model standar yang masih memakai proses fabrikasi 3nm, harga diperkirakan berada di kisaran 4.999 yuan atau sekitar US$738.

Jika model standar beralih ke chipset generasi 2nm, harganya disebut bisa naik lagi ke 5.499 yuan atau sekitar US$812. Di kelas yang lebih tinggi, varian Pro diperkirakan dilepas di 5.999 yuan atau sekitar US$886.

Sementara itu, model Pro Max diprediksi menyentuh 6.999 yuan atau sekitar US$1.034. Puncaknya ada pada varian Ultra yang diperkirakan menembus 8.999 yuan atau sekitar US$1.329.

Tren kenaikan sudah terlihat di beberapa seri

DCS menilai prediksi itu masuk akal karena harga beberapa seri flagship terbaru memang menunjukkan pola naik yang konsisten. Oppo Find X8s, misalnya, diluncurkan di harga 4.199 yuan, sedangkan generasi penerusnya, Oppo Find X9, diperkirakan naik menjadi 4.399 yuan.

Pola serupa juga terlihat pada lini Vivo. Vivo X200s hadir di harga 4.199 yuan, sementara Vivo X300 diperkirakan dibanderol sekitar 4.399 yuan.

Secara historis, model generasi utama umumnya dijual sekitar 100 hingga 300 yuan lebih mahal dibanding versi penyegaran atau semi-iteratif yang datang lebih dulu. Karena model seperti X300s telah mencapai kisaran 4.999 yuan pada tahun ini, generasi berikutnya dinilai berpeluang mempertahankan atau melampaui level tersebut.

Biaya chipset dan memori ikut menekan harga

Di balik potensi kenaikan harga itu, ada tekanan biaya produksi yang semakin terasa. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya biaya manufaktur chipset generasi terbaru, termasuk beban yang harus ditanggung Qualcomm kepada TSMC untuk proses fabrikasi yang lebih canggih.

Kondisi ini berpotensi diteruskan ke harga jual perangkat yang memakai chipset flagship terbaru. Artinya, konsumen tidak hanya membayar untuk desain dan kamera, tetapi juga untuk lonjakan biaya pada jantung utama perangkat.

Selain prosesor, komponen memori juga ikut mendorong harga naik. Harga DRAM LPDDR5X dilaporkan naik sekitar 5 persen dalam beberapa bulan terakhir dan masih berpotensi meningkat.

Pasokan memori untuk smartphone juga disebut makin ketat karena banyak produsen chip mengalihkan kapasitas produksinya ke High Bandwidth Memory atau HBM. Komponen itu banyak dipakai untuk server dan infrastruktur kecerdasan buatan, sehingga persediaan untuk perangkat mobile ikut tertekan.

Pasar lain mulai merasakan dampaknya

Fenomena serupa sudah mulai terlihat di pasar lain. Sejumlah merek seperti oneplus.com, nothing.tech, dan mi.com tercatat menyesuaikan harga beberapa produknya di India.

Kenaikan yang terjadi berada di kisaran 1.000 hingga 5.000 rupee, seiring naiknya biaya komponen dan produksi. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa tekanan harga tidak hanya terjadi di kelas flagship, tetapi juga mulai merembet ke berbagai lini produk.

Meski begitu, angka-angka yang beredar saat ini masih berupa estimasi dari sumber industri. Belum ada harga resmi dari masing-masing produsen, tetapi kombinasi tren historis dan kondisi pasokan global membuat kenaikan harga flagship generasi berikutnya sulit diabaikan.

Terbaru