Xiaomi bersiap membawa perubahan besar lewat HyperOS 4, pembaruan sistem operasi yang disebut sebagai lompatan paling radikal dalam sejarah perusahaan. Bukan sekadar penyegaran tampilan, pembaruan ini menghapus total warisan MIUI dan membangun ulang sistem dari nol dengan teknologi seperti Rust dan Flutter.
Bagi pengguna, langkah ini menjadi penting karena Xiaomi menjanjikan sistem yang lebih ringan, lebih aman, dan lebih konsisten di banyak jenis perangkat. HyperOS 4 juga diposisikan sebagai fondasi baru untuk ponsel, tablet, foldable, hingga sistem mobil dalam ekosistem Xiaomi.
MIUI benar-benar ditinggalkan
Selama bertahun-tahun, Xiaomi masih membawa beban teknis dari era MIUI meski sudah beralih ke HyperOS pada 2023. SDK lama, framework usang, dan kode yang lebih tua dari nama HyperOS sendiri masih menyisakan technical debt yang memengaruhi pengalaman pengguna.
HyperOS 4 mengakhiri itu dengan pendekatan zero-legacy. Semua aplikasi inti seperti Pengaturan, Telepon, Pesan, Galeri, dan File Manager ditulis ulang dari awal tanpa satu baris pun kode MIUI yang tersisa.
Rust dipakai untuk menjaga memory safety dan menekan risiko crash serta celah keamanan. Flutter digunakan agar antarmuka tampil konsisten di ponsel, tablet, foldable, dan perangkat lain dalam satu ekosistem.
Dampak terasa di perangkat kelas menengah
Perubahan arsitektur ini dinilai penting untuk perangkat menengah ke bawah. Selama ini, lapisan MIUI kerap membebani chipset entry-level sehingga performa terasa lambat meski spesifikasinya cukup.
Dengan fondasi baru, Xiaomi menjanjikan respons yang lebih mulus, konsumsi baterai yang lebih efisien, dan stabilitas jangka panjang. Pendekatan ini juga membuat pengalaman penggunaan tidak terlalu bergantung pada tenaga chipset semata.
Fitur baru yang dibawa
HyperOS 4 memperkenalkan Liquid Glass UI sebagai bahasa desain baru. Tampilan ini mengandalkan permukaan transparan, efek kedalaman, animasi yang lebih fluid, dan gradien warna dinamis yang terinspirasi dari kolaborasi dengan Leica.
Ada juga Interactive Lock Screen Island yang menampilkan informasi real-time di layar kunci. Fitur ini bisa menunjukkan musik yang sedang diputar, timer, alarm, notifikasi penting, hingga status baterai perangkat terhubung.
Untuk privasi, Xiaomi menghadirkan software-based privacy screen yang membatasi sudut pandang layar tanpa modul khusus. Hanya pengguna langsung yang bisa melihat konten, sementara orang di samping akan kesulitan mengintip isi layar.
AI dan multitasking makin dalam ke sistem
MiClaw AI Agent kini tertanam di aplikasi sistem. Di Notes, AI ini bisa merangkum catatan secara otomatis, sementara di Gallery bisa mengelompokkan foto berdasarkan momen.
Di Calendar, MiClaw dapat memprediksi jadwal berdasarkan kebiasaan pengguna. Di Browser, AI ini membantu memblokir iklan dan phishing secara proaktif, dengan pemrosesan lokal sebanyak mungkin untuk menjaga privasi.
HyperOS 4 juga membawa multitasking lintas perangkat yang lebih pintar. Pengguna bisa melanjutkan panggilan dari ponsel ke tablet, menyeret file antarperangkat lewat gesture, dan berbagi clipboard secara instan.
Jadwal rilis dan perangkat yang kebagian
HyperOS 4 dijadwalkan diumumkan pada Juli–Agustus 2026 di Tiongkok. Rilis stabil global akan dimulai pada Oktober 2026, dengan kehadiran pertama di seri Xiaomi 17 dan Xiaomi 15.
Untuk fase beta awal, perangkat yang masuk daftar adalah Xiaomi 17, Xiaomi 17 Pro, Xiaomi 17 Pro Max, Xiaomi 17 Ultra, Xiaomi 17 Max, Redmi K90, Redmi K90 Pro Max, dan Redmi K90 Pro Max Champion Edition.
Pada rilis stabil global, daftar perangkat yang disebut mendapat pembaruan mencakup Xiaomi 17 series, Xiaomi 15 series termasuk 15, 15 Pro, dan 15 Ultra, serta Xiaomi Pad 7 series. Di lini Redmi ada Redmi K90 series, Redmi Note 13 series untuk varian Pro dan Turbo saja, serta Redmi 14 series untuk varian flagship.
Dari lini POCO, yang masuk daftar adalah POCO F7 series, POCO X7 Pro, dan POCO M6 Pro pada varian tertentu. Daftar lengkap resmi masih akan diumumkan saat peluncuran, sementara daftar yang beredar saat ini disusun dari pola dukungan sebelumnya dan bocoran internal.
Dua model yang dipastikan tidak ikut
Di tengah daftar panjang itu, ada dua model populer yang justru dipastikan tidak mendapat HyperOS 4. Keduanya adalah Redmi Note 14 5G dan POCO M7 Pro 5G.
Alasannya terkait siklus dukungan software. Keduanya diluncurkan dengan Android 14 dan hanya dijanjikan dua pembaruan OS mayor, sehingga dukungan mereka berakhir di HyperOS 3 berbasis Android 16.
Nama resminya masih belum pasti
Meski banyak pihak menyebutnya HyperOS 4, Xiaomi belum mengonfirmasi nama resminya. Ada kemungkinan perusahaan memakai nama HyperOS 27 untuk menyesuaikan dengan logika penamaan Android 17.
Jika skema itu dipakai, nama tersebut akan mengikuti tahun dasar Android 17 yang menjadi rilis ke-27 sejak Android 1.0. Untuk saat ini, HyperOS 4 tetap menjadi sebutan yang paling sering dipakai sambil menunggu pengumuman resmi dari Xiaomi.







