Harga Steam Machine akhirnya resmi diumumkan Valve, dan angka yang muncul langsung memicu perdebatan soal nilai jualnya. Perangkat ini dibanderol $1,049 untuk varian 512GB di AS, atau $1,128 untuk paket yang menyertakan Steam Controller.
Angka itu menempatkan Steam Machine di wilayah harga yang sangat jauh dari konsol arus utama seperti PS5 dan Xbox Series X. Reaksi cepat dari komunitas pun mengarah pada satu pertanyaan besar: apakah perangkat ini masih layak disebut menarik bagi gamer konsol.
Harga jadi pusat kontroversi
Valve mengungkap harga Steam Machine lewat akun resminya di X setelah berbulan-bulan spekulasi beredar. Laporan sebelumnya yang menyebut banderolnya akan berada di kisaran $1,000 ternyata terbukti akurat.
Respons terhadap pengumuman itu disebut sangat kuat dari kalangan gamer PC maupun konsol. Harga awal $1,049 juga membuatnya disebut sebagai konsol pertama yang menembus level di atas $1,000 dalam tiga dekade terakhir.
Sorotan terbesar datang dari perbandingan langsung dengan pesaing yang sudah mapan. Saat PS5 Pro saja sempat menuai kritik karena harga peluncuran $699.99, Steam Machine kini dinilai banyak pihak hadir dengan hambatan masuk yang jauh lebih tinggi.
Komentar di unggahan pengumuman Valve di X juga dipenuhi respons negatif. Sebagian pengguna menyoroti situasi pasar komponen, sementara yang lain mempertanyakan mengapa Valve tidak mengambil pendekatan harga seperti Sony dan Microsoft.
Beda strategi dengan Sony dan Microsoft
Salah satu konteks penting di balik harga ini adalah cara Valve memosisikan Steam Machine. Seorang juru bicara perusahaan sebelumnya mengatakan kepada Linus Tech Tips bahwa perangkat tersebut akan diberi harga yang kompetitif terhadap PC, bukan konsol tradisional.
Pernyataan itu kini terasa lebih masuk akal setelah harga resmi muncul. Dengan banderol saat ini, Steam Machine memang berada lebih dekat ke logika pembelian gaming PC daripada mesin game ruang keluarga yang biasanya mengandalkan harga awal lebih rendah.
Sony dan Microsoft selama ini dikenal menjual PS5 dan Xbox Series X|S dengan kerugian di sisi perangkat keras. Selisih itu kemudian ditutup lewat penjualan game dan layanan, sebuah model yang tampaknya tidak diikuti Valve untuk Steam Machine.
Akibatnya, Steam Machine dinilai berpotensi kesulitan menarik gamer konsol murni. Meski mungkin masih bisa diposisikan kompetitif terhadap sebagian PC gaming, ekspektasi pasar terhadap sebuah konsol tetap sangat berbeda.
Krisis memori ikut membebani harga
Valve sebelumnya juga sudah memberi sinyal bahwa kondisi pasar komponen akan memengaruhi harga akhir. Steam Creator menyebut krisis memori dan penyimpanan yang sedang berlangsung sebagai faktor penting dalam penetapan harga Steam Machine.
Faktor eksternal itu kini kembali muncul dalam perdebatan komunitas. Sejumlah penggemar menilai lonjakan permintaan dari pusat data AI dan krisis DRAM yang berlanjut ikut mendorong harga perangkat menjadi setinggi ini.
Karena itu, tidak semua kritik diarahkan sepenuhnya ke Valve. Di tengah kondisi pasar yang dinilai sulit diprediksi, sebagian penggemar melihat perusahaan memang menghadapi tekanan biaya yang tidak kecil.
Namun, pengakuan terhadap tekanan pasar belum otomatis menghapus pertanyaan soal daya tarik produk. Pada harga saat ini, bahkan pendukung setia Valve disebut ikut mempertanyakan keputusan perusahaan.
Dari mesin gaming terjangkau ke produk premium
Steam Machine sebelumnya pernah diposisikan sebagai mesin gaming yang terjangkau. Pada fase awal, gagasan itu sempat mendapat sambutan positif dari komunitas.
Situasinya kini berubah setelah harga resmi diumumkan. Perangkat yang dulu dilihat sebagai opsi ramah gamer sekarang justru masuk ke kategori premium yang lebih sulit dijangkau pasar massal.
Perubahan persepsi itu penting karena target audiens Steam Machine tampak berada di persimpangan. Untuk gamer PC, harga tinggi masih bisa ditoleransi jika spesifikasi dan ekosistem dianggap sepadan, tetapi untuk gamer konsol, nilai jual biasanya sangat bergantung pada efisiensi harga.
Perdebatan yang muncul akhirnya bukan hanya soal nominal, melainkan soal identitas produk itu sendiri. Jika Steam Machine dipasarkan sebagai alternatif konsol, maka pembandingnya akan selalu PS5 dan Xbox Series X, bukan PC rakitan atau prebuilt.
Valve sendiri masih membuka pendaftaran minat bagi calon pembeli. Daftar registrasi itu dijadwalkan ditutup pada 25 Juni 2026 pukul 10 a.m. PT, di tengah perdebatan yang belum mereda soal apakah Steam Machine menawarkan nilai yang setara dengan harga masuknya.
Source: tech.sportskeeda.com






