Meta Lepas Bayang-Bayang Ray-Ban, Kacamata Pintar AI Kini Mulai Rp 5 Jutaan

Author: Qoo Media

Meta resmi memperkenalkan lini kacamata pintar baru dengan nama sendiri, Meta Glasses. Langkah ini langsung menarik perhatian karena tiga model perdana yang dirilis datang dengan harga lebih rendah dibanding lini kacamata pintar Meta yang sebelumnya memakai nama Ray-Ban atau Oakley.

Fokus utama peluncuran ini bukan hanya desain baru, tetapi juga strategi memperluas pasar. Meta menempatkan harga sebagai daya tarik penting agar lebih banyak pengguna bisa masuk ke ekosistem kacamata pintar berbasis AI.

Sebelumnya, perangkat sejenis dari Meta hadir lewat kolaborasi merek Ray-Ban dan Oakley di bawah payung EssilorLuxottica. Kini, Meta mulai menegaskan identitas produknya sendiri tanpa melepas hubungan dengan mitra lama tersebut.

CTO Meta Andrew Bosworth memastikan perusahaan tetap bekerja sama dengan EssilorLuxottica. Kerja sama itu mencakup manufaktur, lensa, hingga distribusi untuk perangkat terbaru ini.

Menurut Bosworth, langkah tersebut diambil untuk memperluas pilihan bagi konsumen. Bukan hanya dari sisi desain, Meta juga ingin menjangkau lebih banyak orang lewat rentang harga yang lebih bervariasi.

Tiga model, tiga pendekatan desain

Meta Glasses debut dalam tiga model, yaitu Fury, Adventurer, dan Starfire Kylie Edition. Masing-masing dirancang dengan karakter visual yang berbeda untuk menyasar preferensi gaya yang tidak sama.

Meta Adventurer hadir dengan bingkai persegi panjang bergaya minimalis. Desainnya disebut mirip kacamata klasik Ray-Ban Wayfarer dan tersedia dalam ukuran standar serta besar.

Meta Fury mengambil pendekatan yang lebih tegas. Bingkainya dibuat lebih tebal dan mencolok, meski tetap mempertahankan bentuk kotak untuk pengguna yang ingin tampil lebih berani.

Starfire Kylie Edition membawa arah desain yang paling modis di antara ketiganya. Model ini memakai bingkai oval yang lebih ramping dan dikembangkan melalui kolaborasi Meta dengan selebritas sekaligus pebisnis Kylie Jenner.

Perbedaan desain itu menunjukkan bahwa Meta tidak hanya menjual fungsi teknologi. Perusahaan juga mencoba menempatkan kacamata pintar sebagai produk gaya hidup yang bisa disesuaikan dengan selera pengguna.

Fitur AI tetap jadi inti

Meski tidak dibekali layar seperti perangkat augmented reality, trio Meta Glasses tetap mengandalkan fitur pintar sebagai nilai jual utama. Meta menempatkan perangkat ini sebagai pendamping aktivitas harian tanpa harus terus-menerus membuka smartphone.

Semua model dibekali kamera 12 MP. Kamera itu dapat dipakai untuk mengambil foto dan merekam video hingga resolusi 3K.

Meta juga menyematkan mikrofon dan speaker ke dalam perangkat. Dengan kombinasi ini, pengguna bisa melakukan panggilan telepon, mendengarkan audio, dan berinteraksi langsung dengan asisten Meta AI.

Integrasi Meta AI menjadi salah satu fungsi yang paling ditekankan. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan, meminta informasi, atau menjalankan berbagai perintah suara melalui tombol action yang tersedia di perangkat.

Meta turut menambahkan fitur live translation. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna memahami percakapan dalam bahasa lain secara langsung.

Di luar fitur AI, daya tahan baterai juga menjadi perhatian penting untuk perangkat yang dipakai sepanjang hari. Meta menyebut kacamata ini sanggup bertahan hingga 8 jam, atau total 32 jam bila dipadukan dengan charging case bawaannya.

Harga lebih rendah dari lini sebelumnya

Dari sisi harga, Meta Fury dan Meta Adventurer dibanderol mulai 299 dollar AS. Sementara itu, Starfire Kylie Edition dijual mulai 399 dollar AS.

Angka tersebut diposisikan sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibanding kacamata pintar Meta dengan merek Ray-Ban. Untuk perbandingan, model Ray-Ban disebut dibanderol mulai 500 dollar AS hingga 800 dollar AS.

Perbedaan harga itu memperkuat pesan ekspansi yang disampaikan Meta. Perusahaan tampak ingin mendorong adopsi kacamata pintar AI lewat kombinasi desain yang lebih beragam dan titik masuk harga yang lebih rendah.

Meta Glasses saat ini tersedia melalui situs resmi Meta.com dan toko ritel rekanan seperti Amazon. Dengan peluncuran tiga model sekaligus, Meta memberi sinyal bahwa pasar kacamata pintar tidak lagi dibangun semata lewat kolaborasi merek fesyen, tetapi juga lewat identitas produk yang kini berdiri lebih jelas di bawah nama Meta sendiri.

Source: tekno.kompas.com
Terbaru