Membeli ponsel di kisaran $1,000 kini tidak lagi berarti harus berhenti di iPhone 17 Pro. Di kelas harga yang sama, sejumlah ponsel Android justru menawarkan baterai lebih besar, pengisian daya lebih cepat, dan sistem kamera yang lebih fleksibel.
iPhone 17 Pro tetap tampil kuat dengan bodi unibody aluminium kelas aerospace yang lebih ringan, chip A19 Pro, dan lensa telefoto 48MP baru. Namun pasar smartphone pada 2026 bergerak lebih luas, terutama saat produsen Android agresif mengembangkan kimia baterai, rentang focal length kamera, dan teknologi layar.
Nilai lebih di kelas flagship
Bagi pembeli yang mengejar daya tahan dan fitur perangkat keras, Oppo Find X9 Ultra menjadi salah satu alternatif paling menonjol. Ponsel ini membawa baterai Glacier 7.050mAh berbasis material anoda silicon-carbon dan pengisian daya 100W, jauh di atas batas 40W pada iPhone 17 Pro.
Oppo juga menempatkan fokus besar pada fotografi. Find X9 Ultra memakai enam lensa, termasuk telefoto Hasselblad dengan zoom optik 10x dan sensor utama 200MP, serta dukungan komunikasi satelit ganda untuk area tanpa jaringan seluler.
OnePlus 15 menawarkan pendekatan berbeda karena tidak bermain di harga empat digit. Dengan harga $799, model ini memangkas jarak harga cukup jauh dari iPhone 17 Pro, tetapi tetap membawa spesifikasi kelas atas.
OnePlus 15 dibekali baterai Silicon NanoStack 7.300mAh dan pengisian daya kabel 120W. Layarnya memakai panel AMOLED 6,78 inci 1.5K dengan refresh rate 165Hz, sementara performanya ditopang chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang juga dipakai model Android lebih mahal.
Alternatif paling dekat untuk pengguna iPhone Pro
Samsung Galaxy S26 Ultra tetap menjadi rival paling langsung bagi lini iPhone Pro dan Pro Max. Harganya diposisikan serupa dengan model premium Apple, tetapi Samsung menambah beberapa pembeda yang lebih praktis.
Salah satu fitur uniknya adalah Privacy Display bawaan yang membatasi sudut pandang layar agar isi layar tidak mudah dilihat orang lain di kereta atau kafe. Bodi perangkat juga dibuat lebih ramping menjadi 7,9 mm, memberi kesan flagship yang lebih tipis tanpa meninggalkan identitas seri Ultra.
Di sisi kamera, Galaxy S26 Ultra membawa sensor utama 200MP dan lensa periskop 50MP dengan zoom optik 5x. Samsung juga menjanjikan tujuh tahun pembaruan sistem operasi, sehingga daya tahan dukungan perangkat lunaknya sejajar dengan ekspektasi umur pakai panjang di kelas premium.
Samsung turut menonjolkan pendekatan perangkat lunak melalui Agentic AI. Bixby versi terbaru disebut tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat menavigasi pengaturan ponsel dan menyelesaikan tugas berdasarkan permintaan percakapan.
Pilihan untuk pemburu kamera ponsel
Xiaomi 17 Ultra menargetkan pengguna yang memandang ponsel sebagai alat fotografi utama. Kolaborasi Xiaomi dengan Leica berlanjut di model ini, dengan layar flat OLED LTPO 6,9 inci, ketebalan 8,29 mm, dan tingkat kecerahan puncak 3500 nits.
Sistem kameranya dibangun di atas sensor 1 inci Light Fusion 1050L dan telefoto zoom optik Leica 200MP. Xiaomi menyebut sistem ini memakai sensor penuh 1/1,4 inci pada rentang ekuivalen 75 mm hingga 100 mm, sehingga dapat menghasilkan foto native 200MP tanpa mengandalkan crop digital.
Bagi pengguna yang ingin pengalaman lebih mirip kamera tradisional, Xiaomi menyediakan Photography Kit Pro opsional. Aksesori ini menambah grip, tombol shutter dua tahap, tuas zoom, dan baterai tambahan 2000mAh.
Vivo X300 Ultra juga mengambil jalur yang sangat spesifik di sektor kamera. Seri X milik Vivo selama ini dikenal kuat dalam color science dan fotografi portrait, dan X300 Ultra melanjutkan fokus itu lewat kolaborasi dengan ZEISS.
Komponen utamanya adalah kamera telefoto 200MP 85 mm APO yang dirancang mengikuti standar ZEISS APO untuk mengurangi chromatic aberration. Vivo juga menambahkan sistem OIS khusus untuk membantu stabilisasi saat cahaya rendah atau pengambilan gambar jarak jauh, serta sensor multi-spektral 12 kanal warna untuk reproduksi warna yang lebih akurat.
Vivo tidak berhenti di situ karena juga menyediakan X300 Ultra Photography Kit opsional. Paket ini mencakup imaging grip dan lampiran lensa fisik berupa vivo ZEISS Telephoto Extenders ekuivalen 200 mm dan 400 mm, untuk mendorong kemampuan zoom optik lebih jauh.
Di luar kamera, Vivo X300 Ultra memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan baterai 6.600mAh. Kombinasi ini dirancang untuk tugas berat seperti perekaman video 4K 120fps, sekaligus menegaskan bahwa alternatif iPhone 17 Pro kini tidak hanya soal ekosistem, tetapi juga soal nilai perangkat keras yang lebih agresif di harga yang sama.
