Valve Ubah Steam Machine Jadi Kubus Mini, Janji 4K 60 FPS di Ruang Keluarga

Author: Qoo Media

Valve bersiap membawa PC gaming ringkas ke ruang keluarga dengan pendekatan yang jauh lebih serius. Steam Machine Generasi Kedua dijadwalkan meluncur pada 29 Juni 2026 dan hadir sebagai mesin Small Form Factor yang dirancang untuk tampil seperti perangkat hiburan utama, bukan sekadar komputer mini.

Perangkat ini menjadi jawaban Valve setelah pengalaman kurang mulus pada generasi pertamanya di 2015. Kali ini, perusahaan mengambil alih kendali produksi secara penuh dan memakai konfigurasi perangkat keras tunggal agar seluruh sistem bisa dioptimalkan dari hulu ke hilir, mirip filosofi konsol konvensional.

Desain cube yang jadi identitas baru

Di kalangan gamer, perangkat ini mendapat julukan tak resmi “GabeCube”. Sebutan itu merujuk pada CEO Valve, Gabe Newell, sekaligus bentuk fisik mesin yang menyerupai kubus hitam minimalis dengan dimensi sekitar 6 inci atau 160 mm.

Walau ukurannya sangat mungil, Valve tidak memangkas fungsi fisiknya. Arsitektur mesin dibangun di sekitar kipas 120 mm untuk membantu pembuangan panas, sekaligus menjaga tingkat kebisingan tetap sangat rendah atau whisper-quiet.

Valve juga menempatkan catu daya di dalam bodi perangkat. Keputusan ini menghilangkan kebutuhan adaptor eksternal atau power brick yang sering mengganggu tampilan meja TV.

Ada pula strip LED di bodi perangkat. Polanya bisa diubah sesuai selera pengguna dan juga berfungsi sebagai indikator status sistem.

Performa dikejar untuk game modern

Di atas kertas, Steam Machine Generasi Kedua membawa peningkatan performa hingga 6 kali lipat dibanding Steam Deck. Mesin ini memakai prosesor AMD Zen 4 semi-kustom kelas desktop dengan 6 core dan 12 thread.

Untuk grafis, Valve membenamkan GPU AMD RDNA 3 diskret semi-kustom dengan 8GB GDDR6 VRAM. Kombinasi itu ditopang 16GB DDR5 yang bisa ditingkatkan secara manual.

Penyimpanannya juga dibuat fleksibel. Valve menyediakan opsi NVMe SSD 512GB atau 2TB yang dapat di-upgrade, ditambah slot ekspansi microSD terintegrasi.

Pada sisi konektivitas, perangkat ini membawa 1x Gigabit Ethernet, DisplayPort 1.4, HDMI 2.0, 1x USB-C, 4x USB-A, Wi-Fi 6E 2×2, dan Bluetooth 5.3. Dengan paket ini, Valve menargetkan game AAA modern dapat berjalan pada resolusi 4K 60 FPS dengan bantuan AMD FidelityFX Super Resolution atau FSR.

SteamOS dan Proton jadi daya tarik utama

Selain spesifikasi, kekuatan utama perangkat ini ada pada ekosistem software. Steam Machine Generasi Kedua menjalankan SteamOS berbasis Linux, sementara Proton menjadi lapisan kompatibilitas yang membuat ribuan game Windows di pustaka Steam bisa langsung dimainkan secara plug-and-play.

Valve juga mempertahankan sifatnya sebagai PC terbuka. Pengguna bisa masuk ke Desktop Mode untuk memasang aplikasi pihak ketiga, melakukan modding game, sampai memakai perangkat ini untuk kebutuhan produktivitas harian seperti mengetik atau coding.

Kontroler baru dan headset VR ikut hadir

Peluncuran PC mungil ini turut dibarengi dua aksesori baru. Steam Controller Generasi Ke-2 hadir dengan tata letak tombol ABXY standar, thumbstick anti-drift berbasis magnet TMR, dua trackpad haptik, dan pengisian daya nirkabel lewat magnetic puck bawaan.

Valve juga memperkenalkan Steam Frame, headset virtual reality nirkabel mandiri. Perangkat ini memanfaatkan sensor inframerah pada kontroler baru untuk spatial tracking.

Harga premium dan sistem undian

Harga peluncuran Steam Machine Generasi Kedua dipatok lebih premium seiring kenaikan harga komponen memori global. Varian 512GB dibanderol US$499, sementara varian 2TB dijual US$729,99.

Khusus pembeli varian 2TB, Valve menyertakan bonus dua penutup casing depan pengganti. Untuk mencegah penimbun atau scalper, penjualan dilakukan lewat sistem reservasi berbasis undian melalui Steam Hardware Store.

Antusiasme pasar membuat kuota antrean langsung habis dalam 10 menit. Pemenang undian akan menerima surel untuk pelunasan, lalu unit gelombang pertama dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen pada 29 Juni 2026.

Terbaru