Harga iPhone 18 Pro tampaknya tidak akan setinggi kekhawatiran awal yang sempat beredar. Menurut catatan analis J.P. Morgan yang diringkas Max Weinbach di X, kenaikan harga untuk lini iPhone 17, 18, dan 19 bisa saja hanya sekitar $50, jauh di bawah skenario paling pesimistis.
Pandangan itu muncul di tengah kepanikan pasar soal lonjakan biaya komponen, terutama memori. Tim Cook sebelumnya mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa kenaikan harga memang “unavoidable” dan menyebut krisis chip memori sebagai “hundred-year flood,” tetapi ia tidak menyebut iPhone 18 Pro secara spesifik dan tidak memberikan angka pasti.
Skenario terburuk memang terdengar mahal
Tekanan biaya pada komponen iPhone memang nyata. Data TechInsights yang dikutip WSJ dan dirangkum MacRumors menunjukkan biaya DRAM untuk chip kelas iPhone bisa naik dari sekitar $39 menjadi $145.
Biaya NAND storage juga diperkirakan melonjak dari sekitar $13 menjadi $51. Dalam model itu, total bill of materials naik sekitar 25% dari $582 menjadi $726.
Untuk mempertahankan margin kotor sekitar 47%, Apple secara teoritis perlu mematok harga sekitar $1,371. Namun, Apple dikenal suka menjaga harga headline tetap rapi, sehingga angka $1,299 dinilai lebih mungkin dalam skenario itu.
J.P. Morgan melihat kenaikan yang lebih ringan
Di titik inilah J.P. Morgan memberi pandangan yang lebih tenang. Bank itu menilai kenaikan harga iPhone 18 Pro kemungkinan tidak akan setinggi kekhawatiran pasar, dan bisa berhenti di rentang $50 hingga $100 di atas harga Pro saat ini.
Jika memakai harga iPhone 17 Pro yang tercatat $1,099, maka skenario moderat itu menempatkan iPhone 18 Pro di kisaran $1,149 hingga $1,199. Angka ini juga sejalan dengan pandangan analis Ming-Chi Kuo dan Jeff Pu, yang sama-sama memperkirakan Apple masih bisa menahan kenaikan melalui strategi internal.
Apple disebut bisa menutup biaya dari sisi lain
J.P. Morgan menilai Apple dapat menyerap sebagian biaya memori lewat penghematan internal. Salah satu jalur penghematan yang disebut adalah peralihan ke modem buatan Apple sendiri, yang menggantikan hardware pihak ketiga.
Jeff Pu juga memperkirakan Apple bisa menahan harga base Pro tetap datar dan membebankan kenaikan pada varian penyimpanan yang lebih tinggi. Dengan pola seperti itu, harga awal bisa tetap lebih dekat ke $1,149–$1,199 daripada melompat jauh ke atas $1,299.
Kamera baru menambah tekanan, tapi bukan satu-satunya penentu
Ada pula faktor lain yang bisa mendorong biaya naik, yaitu kamera variable-aperture baru. Menurut Ming-Chi Kuo, komponen itu bisa membuat biaya kamera sekitar 50% lebih mahal dari generasi sebelumnya, sehingga membuka peluang harga mendekati $1,399 atau lebih.
Meski begitu, pendekatan Apple selama ini sering berbeda dari hitungan biaya mentah. Perusahaan kerap menjaga harga utama tetap stabil saat komponen naik, lalu mengejar margin lewat efisiensi internal dan opsi penyimpanan yang lebih mahal.
Sinyal pasar ikut mendukung skenario tengah
J.P. Morgan bahkan menaikkan target saham Apple menjadi $315 karena ekspektasi permintaan iPhone 18 yang kuat. Langkah itu memberi sinyal bahwa investor institusional cenderung melihat skenario kenaikan moderat, bukan lonjakan ekstrem.
Tim Cook sendiri tetap memberi nada hati-hati ketika berbicara tentang tekanan biaya. Ia mengatakan Apple sedang berusaha “to mitigate” kenaikan itu, yang memperkuat kesan bahwa perusahaan masih punya ruang untuk menahan harga akhir di bawah skenario terburuk.
Pada akhirnya, angka yang paling relevan untuk dipantau bukanlah rumor $1,399, melainkan kisaran $1,149–$1,199 jika J.P. Morgan benar. Dengan iPhone 18 Pro diperkirakan hadir pada September 2026, pasar masih punya waktu panjang sebelum harga final benar-benar terlihat.
