iQOO Neo 11S Siap Tantang Flagship, Baterai 8.000 mAh dan Layar 2K 144Hz

Pasar ponsel premium China tampaknya akan segera kedatangan penantang baru dari iQOO. Neo 11S muncul dengan kombinasi yang langsung menarik perhatian: chipset kelas atas, baterai jumbo, layar 2K 144Hz, dan dukungan pengisian cepat 100W.

Informasi awal soal perangkat ini beredar dari bocoran rekayasa sampel di Weibo, yang kemudian dikaitkan dengan unggahan pembocor teknologi Digital Chat Station. Dari gambaran yang muncul, iQOO Neo 11S disiapkan bukan sekadar sebagai ponsel performa tinggi, tetapi juga sebagai model yang menyasar nilai jual agresif di kelas harga yang lebih terjangkau.

Chip Snapdragon? Bukan, ini pakai Dimensity 9500

Salah satu detail paling penting ada di dapur pacunya. iQOO Neo 11S disebut memakai MediaTek Dimensity 9500 dengan kecepatan yang disesuaikan atau downclocked.

Digital Chat Station menyebut unit itu sebagai engineering sample dari perangkat pesaing yang menggunakan versi downclocked D9500, tetapi performanya masih tetap baik. Meski frekuensinya diturunkan, chip tersebut tetap diperkirakan kompetitif untuk multitasking dan game berat.

Pendekatan ini memberi sinyal bahwa iQOO tetap mengejar performa tinggi, tetapi tidak hanya lewat angka benchmark. Fokusnya juga terlihat pada efisiensi dan keseimbangan agar ponsel bisa masuk ke segmen premium tanpa kehilangan daya tarik harga.

Baterai besar dan layar kelas atas

Daya tahan menjadi salah satu sorotan terbesar. Bocoran menyebut perangkat ini membawa baterai sel tunggal berkapasitas besar, dengan angka awal 8, yang kemudian dijelaskan sebagai sekitar 8.000 mAh.

Kapasitas sebesar itu membuat Neo 11S berpotensi unggul di atas banyak ponsel flagship saat ini. Untuk kebutuhan visual, iQOO juga menyiapkan layar datar beresolusi 2K dengan refresh rate 144Hz agar tampilan tetap mulus saat digunakan bermain gim atau berpindah aplikasi.

Keamanan dan ketahanan dibuat serius

Di sektor keamanan, ponsel ini dikabarkan memakai sensor sidik jari ultrasonik 3D yang ditempatkan di bawah layar. Teknologi seperti ini biasanya menawarkan pengalaman pembukaan kunci yang lebih cepat dan akurat dibanding pemindai optik biasa.

Ketahanan fisik juga mendapat perhatian besar. iQOO Neo 11S disebut membawa sertifikasi IP68 dan IP69, yang berarti perangkat ini dirancang tahan terhadap air dan debu, termasuk paparan air bertekanan tinggi.

Terlihat di Geekbench dan 3C

Jejak perangkat dengan nomor model Vivo V2545A juga sudah muncul di database Geekbench. Di sana, perangkat ini tercatat membawa RAM 16 GB dan menjalankan Android 16.

Selain itu, sertifikasi 3C di China ikut memperkuat bocoran soal kemampuan pengisian dayanya. Perangkat ini disebut mendukung fast charging hingga 100W, sehingga pengisian ulang baterai besar tadi berpotensi tetap berlangsung cepat.

Targetnya performa tinggi dengan harga lebih rendah

Digital Chat Station juga menyebut perangkat ini menargetkan performa yang bisa menantang ponsel dengan harga lebih rendah. Artinya, iQOO tampak ingin menggabungkan kelas premium dengan strategi harga yang lebih agresif untuk menarik pembeli yang mengejar spesifikasi tinggi.

Peluncurannya sementara disebut dijadwalkan pada musim panas ini, selama tidak ada penyesuaian harga. Dengan kombinasi Dimensity 9500, baterai sekitar 8.000 mAh, layar 2K 144Hz, sensor ultrasonik 3D, IP68/IP69, dan pengisian 100W, Neo 11S mulai terlihat sebagai salah satu calon ponsel yang paling menarik di segmen performa premium.

Terkait