Perang Kamera Saku Dimulai, DJI Osmo Pocket 4P Unggul tetapi Luna Ultra Punya Celah Mematikan

Persaingan kamera saku kini tidak lagi berjalan satu arah. DJI yang selama ini mendominasi segmen kamera genggam mungil dengan gimbal internal kini menghadapi penantang serius lewat Insta360 Luna Ultra.

Duel ini menarik karena kedua produk datang dengan pendekatan yang sangat mirip, tetapi menonjol di area yang berbeda. Keduanya sama-sama mengusung bodi ringkas, gimbal bawaan, dan sistem dua lensa yang menjadi debut pertama bagi masing-masing merek di kategori ini.

Bagi pasar kamera ringkas, kemunculan dua model ini menandai perubahan penting. Vlogger, pelancong, dan kreator kini punya lebih banyak pilihan di kelas yang selama ini identik dengan seri DJI Osmo Pocket.

Kamera jenis ini dirancang untuk menghasilkan video stabil saat pengguna berjalan, berlari, atau bergerak. Karena itu, faktor seperti kualitas sensor, lensa, daya tahan baterai, penyimpanan, dan kemudahan kontrol menjadi pembeda utama.

Dua strategi, satu segmen

DJI Osmo Pocket 4P diposisikan sebagai model paling canggih dalam lini kamera saku merek itu. Kamera ini memakai sensor utama 1 inci dengan lensa wide 20mm f/2.0 dan lensa kedua 60mm f/1.8 yang disebut DJI sebagai focal length “golden portrait”.

Luna Ultra dari Insta360 juga membawa sensor utama 1 inci. Kamera ini dipadukan dengan lensa Leica Summicron 20mm f/1.8, lalu ditemani lensa telefoto 60mm f/2.0 berbasis sensor 1/1.3 inci.

Kedua kamera sama-sama menawarkan pendekatan dual-lens untuk pengambilan gambar lebar dan close-up. Di atas kertas, keduanya juga sama-sama mendukung 3x optical zoom dan hingga 12x digital zoom.

Meski begitu, fokus pengembangannya tidak sepenuhnya sama. DJI lebih menonjolkan kualitas gambar, dynamic range, pelacakan subjek, dan performa slow motion, sementara Insta360 menekan aspek fleksibilitas desain, 8K, serta fitur pemrosesan berbasis AI.

Keunggulan DJI Osmo Pocket 4P

Salah satu nilai jual terbesar Osmo Pocket 4P ada pada dynamic range 17 stop. Angka ini naik dari 14 stop pada Pocket 4 standar, sehingga kamera dapat menangkap area terang dan bayangan gelap dalam satu frame dengan detail lebih terjaga.

DJI juga membekali kamera ini dengan perekaman warna 10-bit D-Log2. Untuk kreator yang suka color grading, format ini memberi ruang lebih luas dalam proses penyuntingan.

Di sisi video, Pocket 4P mampu merekam hingga 4K 240fps. Spesifikasi ini menempatkannya kuat untuk kebutuhan slow motion yang halus.

Kamera ini juga membawa ActiveTrack 8.0. Fitur tersebut menjaga subjek tetap berada di dalam frame, termasuk saat pengguna memakai lensa zoom.

Untuk penggunaan harian, DJI menyertakan memori internal 103GB. Baterainya diklaim mampu bertahan 210 menit dan dapat terisi hingga 80 persen dalam 18 menit.

Bobotnya tercatat 230 gram. Konektivitas yang dibawa mencakup Wi‑Fi 6 dan USB 3.1 untuk transfer file lebih cepat.

Harga awalnya di China sekitar 3,799 yuan. Perkiraan harga global disebut berada di kisaran $649 hingga $699.

Namun ada catatan besar untuk pasar Amerika Serikat. Karena DJI masuk dalam FCC Covered List sejak akhir 2025, Osmo Pocket 4P tidak bisa dijual resmi di AS.

Keunggulan Insta360 Luna Ultra

Luna Ultra hadir dengan posisi yang langsung agresif di pasar global. Kamera ini diumumkan pada Juni dan hampir segera dijual, termasuk di Amerika Serikat, dengan harga $769.99.

Fitur yang paling menonjol ada pada kemampuan rekam 8K 30fps. Mode ini tidak tersedia di Osmo Pocket 4P, sehingga Luna Ultra memberi opsi resolusi lebih tinggi bagi pengguna yang membutuhkannya.

Insta360 juga menekankan kolaborasi dengan Leica. Selain lensa Leica Summicron, kamera ini dibekali filter warna bermerek Leica untuk menghasilkan tampilan sinematik secara cepat.

Keunikan lain ada pada desain layar. Luna Ultra memakai layar sentuh OLED 2 inci yang dapat dilepas dari bodi dan dipakai sebagai remote nirkabel, lalu dipasang kembali dalam berbagai posisi.

Dari sisi pemrosesan, Insta360 menanamkan konfigurasi triple AI chip. Sistem ini terdiri dari prosesor AI 4nm dan dua chip imaging khusus.

Kamera ini mendukung Dolby Vision, profil warna I-Log, dan mode PureVideo 4K60fps untuk pemotretan low-light. Daya tahan baterainya disebut sekitar empat jam dan pengisian hingga 80 persen memakan waktu sekitar 23 menit.

Bobotnya sedikit lebih ringan, yakni sedikit di atas 200 gram. Meski memori internalnya hanya 47GB, Luna Ultra unggul dalam ketersediaan pasar karena sudah dijual secara global.

Siapa yang diuntungkan dari perang kamera saku ini

Jika melihat spesifikasi murni, Osmo Pocket 4P tampak lebih agresif di dynamic range, kapasitas penyimpanan internal, pengisian cepat, dan opsi slow motion ekstrem. DJI juga datang dengan ekosistem perangkat lunak, aksesori, dan teknologi tracking yang sudah matang.

Di sisi lain, Luna Ultra menawarkan paket yang berbeda untuk pengguna yang mengutamakan 8K, desain inovatif, dukungan Dolby Vision, sentuhan Leica, dan ketersediaan resmi di AS. Untuk pasar Amerika, faktor distribusi ini membuat pilihan praktis jatuh ke Insta360.

Persaingan ini juga menunjukkan bahwa pasar kamera saku kini bergerak ke level baru. Bukan lagi sekadar soal video stabil dalam bodi kecil, tetapi juga soal bagaimana merek menggabungkan kualitas optik, kecerdasan perangkat, dan desain penggunaan sehari-hari dalam satu perangkat yang benar-benar muat di saku.

Source: www.gizmochina.com

Terkait