Dominasi Amerika Serikat di daftar superkomputer tercepat dunia resmi tergeser setelah China meluncurkan LineShine. Mesin ini langsung naik ke puncak peringkat TOP500 dan mengungguli El Capitan milik AS, yang sebelumnya memegang rekor.
Kabar ini penting karena superkomputer bukan sekadar simbol prestise teknologi. Sistem seperti ini dipakai untuk riset medis, pemodelan iklim, teknik kedirgantaraan, riset fusi, dan berbagai pekerjaan komputasi berat lain yang berdampak langsung pada daya saing negara.
China ambil posisi teratas
LineShine mencatat performa 2.198 Exaflop/s pada benchmark standar HPL. Angka itu sekitar 21,5% lebih tinggi dibanding skor El Capitan yang berada di 1.809 Exaflop/s.
TOP500, lembaga yang melacak performa superkomputer dunia, mempublikasikan peringkat terbaru pada 23 Juni 2026. Dalam daftar itu, LineShine menempati posisi pertama dan menandai kali pertama sejak 2017 Amerika Serikat kehilangan mahkota superkomputer tercepat.
Keunggulan itu membuat LineShine menonjol bukan hanya karena kecepatannya. Mesin ini juga disebut sekitar 11 juta kali lebih cepat dibanding PC rumah atau kantor pada umumnya.
Apa itu LineShine?
LineShine adalah superkomputer baru China yang dirancang dan dikembangkan oleh National Supercomputing Centre in Shenzhen atau NSCC-SZ. Pengembangannya dilakukan bersama Shenzhen Cloud Computing Center.
Yang paling menonjol, LineShine dibangun sepenuhnya dengan chip buatan dalam negeri. Pendekatan ini membedakannya dari banyak sistem lain yang masih mengandalkan pemasok besar seperti Intel atau AMD.
NSCC-SZ memakai prosesor LX2 atau LingKun untuk mesin ini. Chip tersebut berbasis arsitektur ARM dan menjadi fondasi utama dari seluruh sistem.
Total inti pemrosesan yang dipasang juga sangat besar. LineShine memiliki sekitar 13,79 juta core, yang menjadi salah satu faktor penting di balik lonjakan performanya.
Berbeda dari desain superkomputer pada umumnya
Sebagian besar superkomputer modern memakai arsitektur hibrida CPU plus GPU. El Capitan, yang sebelumnya menjadi pemimpin, termasuk dalam kelompok ini.
LineShine justru mengambil jalur berbeda. Sistem ini meraih performa puncaknya hanya dengan CPU, tanpa mengandalkan kombinasi CPU dan GPU seperti yang umum dipakai di kelas superkomputer tercepat.
Pilihan desain itu membuat LineShine punya arti teknis sekaligus strategis. China tidak hanya menghasilkan mesin tercepat, tetapi juga melakukannya dengan pendekatan arsitektur yang berbeda dari arus utama.
Mengapa kemenangan ini besar bagi China
Pencapaian LineShine dipandang sebagai tonggak penting bagi kedaulatan high-performance computing atau HPC China. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan membangun sistem kelas dunia dengan komponen domestik di tengah tekanan pembatasan teknologi.
Dalam beberapa tahun terakhir, akses China ke chip HPC dari Intel, AMD, dan NVIDIA dibatasi oleh sanksi serta kontrol ekspor Amerika Serikat. Dengan hadirnya LineShine, ketergantungan pada pemasok luar berkurang dan posisi China menjadi lebih kuat terhadap risiko pembatasan baru.
Dari sisi geopolitik teknologi, hasil ini memberi pesan yang jelas. Perlombaan superkomputer kini tidak lagi hanya soal siapa yang tercepat, tetapi juga siapa yang paling mandiri dari sisi chip dan sistem.
Masih ada tantangan berikutnya
Meski LineShine menjadi pencapaian besar, tantangan China belum selesai. Membangun rantai komputasi domestik yang benar-benar lengkap, dari chip hingga perangkat lunak dan sistem, masih disebut sebagai target yang lebih besar.
China juga masih menghadapi kesenjangan pada perangkat keras AI. Selain itu, isu swasembada semikonduktor dan kemampuan memperluas infrastruktur komputasi AI dalam skala masif tetap menjadi pekerjaan rumah penting.
Artinya, kemenangan LineShine belum otomatis menyelesaikan seluruh persaingan teknologi. Namun, keberhasilan ini memberi China pijakan baru yang jauh lebih kuat dalam perlombaan komputasi berperforma tinggi.
Bagi dunia riset dan industri, perubahan di puncak daftar TOP500 juga layak dicermati. Negara yang memimpin superkomputer biasanya memiliki keuntungan besar dalam menjalankan simulasi ilmiah dan pengembangan teknologi yang membutuhkan daya komputasi ekstrem.
Dengan LineShine, China kini bukan hanya menyalip Amerika Serikat dalam satu daftar peringkat. Negara itu juga menunjukkan bahwa superkomputer tercepat dunia dapat dibangun dengan chip lokal, arsitektur CPU-only, dan skala komputasi yang cukup untuk menggeser standar persaingan global.
Source: tech.sportskeeda.com






