Saya Pakai Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Seharian Tanpa Charger, Ternyata Masih Kuat Sampai Sore

Lenovo Yoga Slim 7i Ultra menunjukkan daya tahan baterai yang cukup kuat untuk dipakai kerja seharian tanpa charger. Dalam pemakaian produktivitas yang realistis, laptop tipis ini sanggup bertahan sekitar 8 sampai 9 jam screen-on time dalam sekali isi daya.

Angka itu membuatnya cukup aman untuk menemani aktivitas dari pagi hingga sore tanpa harus sibuk mencari colokan listrik. Saat pemakaian juga diselingi mode standby atau sleep, total daya tahannya bahkan bisa mencapai sekitar 15 jam.

Pengujian dilakukan dengan pola penggunaan yang umum dijumpai pada hari kerja. Aktivitasnya mencakup mengetik dokumen, membuka banyak tab browser, mengakses media sosial, mengedit foto ringan, hingga mengikuti rapat online.

Hasil tersebut terasa menarik karena Yoga Slim 7i Ultra membawa layar OLED touchscreen, yang umumnya dikenal lebih boros daya dibanding panel IPS biasa. Meski begitu, konsumsi dayanya tetap terjaga baik untuk skenario produktivitas harian.

Skenario kerja dan hasil baterai

Dari sisi mobilitas, laptop ini memang dirancang untuk pengguna yang sering berpindah tempat. Ketebalannya 13,9 mm, bobotnya 975 gram, dan kapasitas baterainya sekitar 75 Wh.

Kombinasi desain tipis, bobot ringan, dan baterai besar itu membuat perangkat ini masuk ke kategori laptop yang mengandalkan portabilitas. Dalam praktiknya, daya tahan 8-9 jam screen-on time menjadi angka yang relevan untuk kebutuhan kerja mobile.

Bila dipakai dalam ritme kerja normal, durasi itu cukup untuk mendukung satu hari aktivitas tanpa pengisian ulang. Ini penting terutama bagi pekerja yang sering berada di luar kantor atau berpindah lokasi tanpa akses listrik yang mudah.

Saat dipakai main game

Ketika skenarionya berubah dari produktivitas ke gaming, hasilnya berbeda jauh. Dalam pengujian memainkan Hogwarts Legacy dari kondisi baterai 100 persen hingga habis, laptop ini bertahan sekitar 1,5 jam.

Game dijalankan pada resolusi native 2.880 x 1.800 piksel dengan kualitas grafis rendah atau Low. Dalam kondisi tanpa terhubung ke power outlet, permainan masih bisa berjalan mulus di kisaran 45-50 FPS.

Durasi 1,5 jam memang jauh lebih pendek dibanding pemakaian untuk kerja harian. Hal itu wajar karena prosesor dan pengolah grafis harus bekerja lebih keras saat menjalankan game.

Untuk ukuran laptop tipis dan ringan yang bukan ditujukan sebagai laptop gaming, hasil ini masih tergolong masuk akal. Artinya, baterainya cukup andal untuk produktivitas, tetapi tidak dirancang untuk sesi bermain panjang tanpa charger.

Apa yang menopang efisiensinya

Salah satu faktor yang membuat baterainya awet adalah kombinasi hardware generasi terbaru yang lebih efisien. Unit pengujian menggunakan prosesor Intel Core Ultra X9 388H dengan kecepatan hingga 5,1 GHz, RAM LPDDR5X 32 GB, dan SSD PCIe Gen 4 berkapasitas 1 TB.

Untuk pasar Indonesia, model prosesor yang digunakan berbeda. Lenovo memakai Intel Core Ultra X9 378H dengan kecepatan hingga 5,0 GHz.

Spesifikasi layarnya juga tergolong premium. Lenovo membekali Yoga Slim 7i Ultra dengan panel PureSight Pro OLED 14 inci beresolusi 2.8K atau 2.880 x 1.800 piksel, refresh rate 120 Hz, dan tingkat kecerahan hingga 1.100 nits.

Secara umum, layar dengan spesifikasi seperti ini sering memicu kekhawatiran soal konsumsi daya. Namun pada penggunaan produktivitas, perangkat ini tetap mampu menjaga efisiensi baterai dengan cukup baik.

Hal itu membuat Yoga Slim 7i Ultra menonjol bukan hanya karena desainnya yang ringkas, tetapi juga karena ketahanan dayanya yang mendukung mobilitas. Bagi pengguna yang sering bekerja jauh dari meja kerja tetap, daya tahan baterai ini menjadi salah satu nilai jual paling penting dari laptop terbaru Lenovo tersebut.

Source: tekno.kompas.com

Terkait