Harga RAM Bisa Tetap Tinggi Sampai 2030, Kontrak Baru Ini Membuat Penurunannya Makin Sulit

Harga RAM disebut kecil peluangnya turun sebelum 2030, bukan semata karena lonjakan permintaan AI, tetapi juga karena perubahan cara produsen besar menjual chip memori. Salah satu pemicunya datang dari Micron, produsen memori terbesar ketiga di dunia, yang telah meneken 16 perjanjian pelanggan strategis jangka panjang.

Perjanjian itu membuat harga memori bergerak dalam koridor yang sudah ditentukan sejak awal. Bagi pasar, dampaknya besar karena kontrak semacam ini dapat menahan penurunan harga bahkan saat permintaan melemah.

Kontrak jangka panjang mengunci batas harga

Micron menyebut perjanjian itu sebagai Strategic Customer Agreements atau SCA. Kontrak ini memuat batas bawah dan batas atas harga untuk periode panjang yang berlangsung hingga 2030.

Batas bawah berarti pembeli harus tetap membayar harga minimum yang sudah disepakati selama masa kontrak. Batas atas memberi perlindungan kepada pembeli jika nantinya harga memori kembali melonjak lebih tinggi.

Struktur seperti ini membuat harga tidak lagi sepenuhnya mengikuti siklus pasar jangka pendek. Dalam praktiknya, penurunan permintaan tidak otomatis langsung diterjemahkan menjadi harga RAM yang lebih murah.

Micron juga memasukkan komitmen volume yang mengikat dalam SCA tersebut. Artinya, pelanggan wajib membeli volume tertentu sepanjang masa kontrak, terlepas dari perubahan harga pasar.

Jika biasanya pasar memori bisa turun tajam ketika permintaan pusat data AI mendingin, skema baru ini mengubah dinamika itu. Pelanggan yang sudah terikat kontrak tetap harus membeli pada kisaran harga yang telah disepakati sampai kontrak berakhir.

Micron terang-terangan membidik margin tinggi

Chief Executive Officer Micron, Sanjay Mehrotra, menyatakan kontrak-kontrak ini dirancang untuk menghasilkan margin kotor yang sangat kuat bagi perusahaan. Menurut dia, harga dasar dalam SCA bahkan dapat mendorong margin kotor Micron melampaui puncak margin kuartalan pada siklus-siklus sebelumnya.

Micron juga memperkirakan sekitar setengah atau lebih pendapatan perusahaan nantinya akan berada di bawah payung SCA dengan pelanggan dari berbagai pasar akhir. Ini menunjukkan kontrak tersebut bukan skema kecil, melainkan fondasi baru model bisnis perusahaan.

Mehrotra mengatakan pelanggan menghargai rencana pasokan Micron dari Amerika Serikat. Faktor itu disebut tercermin dalam kesepakatan-kesepakatan jangka panjang yang kini diteken perusahaan.

Bagi pembeli besar, kepastian pasokan menjadi nilai penting di tengah kondisi pasar memori yang ketat. Namun bagi konsumen dan pelaku industri yang berharap harga turun, kepastian itu sekaligus bisa berarti harga bertahan tinggi lebih lama.

Permintaan AI dan pasokan yang ketat jadi penopang utama

Selain kontrak harga, Micron menilai pasar memori masih akan ditopang permintaan kuat yang didorong AI. Mehrotra mengatakan kondisi ketat diperkirakan berlanjut melampaui kalender 2027.

Ia mengaitkan proyeksi itu dengan permintaan berbasis AI di semua segmen serta kendala pasokan yang bersifat struktural. Dengan kata lain, masalahnya bukan hanya lonjakan pembelian sesaat, tetapi juga keterbatasan industri untuk mengejar kebutuhan pasar.

Micron memang memperkirakan pasokan industri akan membaik secara bertahap pada 2028. Namun perusahaan mengatakan belum memiliki visibilitas yang jelas kapan pasokan memori benar-benar bisa menyusul pertumbuhan permintaan.

Pernyataan itu penting karena biasanya harga komponen mulai turun ketika pasokan akhirnya melampaui kebutuhan pasar. Selama titik itu belum terlihat, tekanan harga dinilai tetap bertahan.

Efeknya bisa meluas ke seluruh industri memori

Dampak SCA tidak berhenti pada Micron saja. Perkiraannya, lebih banyak perusahaan akan meneken kontrak serupa dengan Micron, SK Hynix, dan Samsung, tiga nama terbesar dalam industri memori.

Jika pola ini meluas, pasar RAM berpotensi makin sulit kembali ke siklus lama yang sangat sensitif terhadap naik-turun permintaan. Produsen besar akan memiliki mekanisme lebih kuat untuk menjaga pendapatan dan harga jual tetap tinggi.

Skenario itu berarti bahkan jika antusiasme terhadap AI atau belanja pusat data menurun, harga memori belum tentu ikut turun cepat. Kontrak jangka panjang dengan harga dasar dan komitmen volume dapat menahan koreksi yang biasanya muncul saat pasar melemah.

Bagi pembeli korporat, situasi ini menawarkan perlindungan dari lonjakan harga ekstrem sekaligus jaminan pasokan. Bagi pasar yang menunggu RAM kembali murah, kombinasi kontrak hingga 2030, permintaan AI, dan keterbatasan pasokan menjadi alasan kuat mengapa penurunan harga besar tampak sulit terjadi dalam waktu dekat.

Source: tech.sportskeeda.com

Terkait