Huawei memasuki 2026 dengan posisi yang berbeda dari banyak rivalnya. Di saat pasar smartphone premium masih ramai dengan perang spesifikasi, Huawei justru menonjol lewat kamera dan desain layar lipat yang terasa lebih berani.
Strategi itu membuat portofolio Huawei di Indonesia tetap menarik untuk dipantau. Lini Pura diposisikan sebagai senjata fotografi, seri Mate menyasar produktivitas dan inovasi foldable, sementara keluarga nova membawa rasa flagship ke kelas yang lebih terjangkau.
Huawei Mate XT Ultimate Design
Mate XT Ultimate Design menjadi sorotan paling besar karena statusnya sebagai ponsel lipat tiga pertama yang dipasarkan secara luas. Saat dibuka penuh, perangkat ini menawarkan layar OLED 10,2 inci yang mendekati ukuran tablet.
Keunggulan utamanya ada pada fleksibilitas penggunaan. Perangkat ini dapat berubah dari smartphone menjadi tablet dalam hitungan detik, sehingga cocok untuk profesional, kreator konten, dan pekerja mobile.
Namun, absennya Google Mobile Services masih menjadi catatan penting bagi sebagian pengguna Indonesia. Kendala itu tetap membatasi daya tariknya di pasar tertentu meski inovasinya sangat kuat.
Huawei Mate X7 dan Mate X6
Bagi yang mencari foldable premium dengan harga lebih realistis, Mate X7 menjadi alternatif yang lebih masuk akal. Perangkat ini membawa chipset Kirin 9030 Pro, sertifikasi ketahanan IP58/IP59, serta peningkatan kualitas warna kamera hingga 43 persen.
Layar dalam berukuran 8 inci juga membuat multitasking terasa lebih nyaman. Huawei tampak ingin menggabungkan desain ringan, kamera unggulan, dan daya tahan yang lebih baik dalam satu perangkat.
Mate X6 tetap penting karena menjadi salah satu produk comeback Huawei di Indonesia. Ponsel lipat ini dikenal tipis dan serius di sektor kamera, terutama lewat aperture variabel pada kamera utama.
Teknologi itu memungkinkan pengguna mengatur jumlah cahaya yang masuk layaknya kamera profesional. Hasilnya, fotografi mobile terasa lebih fleksibel saat dipakai di berbagai kondisi pencahayaan.
Raja kamera dari lini Pura
Di jajaran Huawei, Pura 80 Ultra bisa disebut sebagai model paling menonjol untuk urusan kamera. Perangkat ini pernah mencatat skor DxOMark 175 poin, yang menempatkannya di barisan smartphone dengan kualitas kamera terbaik.
Kekuatan utamanya datang dari sensor utama 1 inci dan sistem dual periskop telefoto. Kombinasi itu mendukung fleksibilitas zoom optik hingga 9,4x.
Pura 80 juga menarik karena menjadi pintu masuk yang lebih terjangkau ke ekosistem flagship Huawei. Meski lebih rendah dari versi Pro dan Ultra, ponsel ini tetap membawa layar LTPO OLED 120Hz, kamera periskop, dan perlindungan Kunlun Glass generasi kedua.
Di kelas harga sekitar Rp11 jutaan, Pura 80 menjadi opsi kuat bagi pengguna yang memprioritaskan fotografi dan kualitas layar. Sementara itu, Pura 80 Pro hadir sebagai titik tengah yang menggabungkan banyak teknologi dari versi Ultra dengan harga yang lebih kompetitif.
Pura 70 Ultra dan daya tarik inovasi kamera
Walau sudah memiliki penerus, Pura 70 Ultra masih relevan pada 2026. Alasan utamanya adalah teknologi kamera retractable yang membuat sensor utama bergerak keluar saat digunakan.
Konsep ini menjadi salah satu inovasi paling unik di industri smartphone. Huawei kembali menunjukkan bahwa pendekatan hardware masih bisa menjadi pembeda besar di tengah maraknya pemrosesan gambar berbasis AI.
Mate 80 Pro untuk pengguna produktif
Jika seri Mate X bermain di area foldable, Mate 80 Pro hadir sebagai flagship konvensional yang menonjolkan daya tahan dan produktivitas. Smartphone ini membawa layar ultra terang hingga 3.000 nits, baterai 5.750 mAh, dan pengisian cepat 100W.
Huawei juga membekalinya dengan sertifikasi IP68 dan IP69. Kombinasi ini relevan untuk pengguna yang sering bekerja di luar ruangan atau berada di lingkungan yang menantang.
Nova 14 Pro dan Nova 13 Pro
Untuk segmen premium menengah, nova 14 Pro membawa fitur Ultra Chroma yang sebelumnya hanya tersedia di seri premium. Perangkat ini juga mengusung layar LTPO OLED, kamera telefoto, dan pengisian daya 100W.
Nova 13 Pro menawarkan nilai berbeda lewat dual kamera depan. Konfigurasi itu memberi keleluasaan lebih untuk selfie dan pembuatan konten, terutama di tengah tren video pendek yang terus berkembang.
Dengan komposisi tersebut, Huawei terlihat menjaga arah yang konsisten pada 2026. Inovasi kamera, layar lipat, dan distribusi fitur flagship ke lebih banyak segmen menjadi senjata utama yang membedakan mereka dari kompetitor.







